14 pengunjung hari ini
Badenga/ Lasi
photo
 
Tanggal : 24 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Badenga/ Lasi
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Adina fagifolia
Deskripsi :

termasuk ke dalam jenis kayu istimewa, nama lainnya adalah KILAKI. spesies jenis Adina Fagifolia Val. suku Rubiaceae. kayu ini mempunyai kekeringan yg bagus & berat jenis yg tergolong tidak terlalu berat.Warna kayu ini kuning tua , dengan corak kembang sedang , daya kekerasan sedang ,dengan serat yg berpadu

Distribusi :

Tumbuh di area sekitar Sulawesi , Nusa Tenggara

Famili : Rubiaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Damar
photo
 
Tanggal : 24 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Damar
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Agathis spp
Deskripsi :

Pohon yang besar, tinggi hingga 65m [2]; berbatang bulat silindris dengan diameter yang mencapai lebih dari 1,5 m. Pepagan luar keabu-abuan dengan sedikit kemerahan, mengelupas dalam keping-keping kecil.[3] Daun berbentuk jorong, 6–8 × 2–3 cm, meruncing ke arah ujung yang membundar. Runjung serbuk sari masak 4–6 × 1,2–1,4 cm; runjung biji masak berbentuk bulat telur, 9–10,5 × 7,5–9,5 cm.[2] Damar tumbuh secara alami di hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.200 m dpl[2]. Namun di Jawa, tumbuhan ini terutama ditanam di pegunungan.

Distribusi :

Damar menyebar di Maluku, Sulawesi, hingga ke Filipina (Palawan dan Samar). Di Jawa, tumbuhan ini dibudidayakan untuk diambil getah atau hars-nya

Famili : Araucariaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Kayu Palado
photo
 
Tanggal : 24 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Kayu Palado
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Aglaia sp
Deskripsi :

Kayu gubal berwarna putih sampai krem, jelas batasnya dengan kayu teras yang berwarna coklat muda sampai coklat kelabu, berserat lurus, tekstur agak halus, agak kesat dan agak kusam. Kayu yang diteliti berdiameter rata-rata 38 cm dan memiliki kayu gubal yang lebar. Diameter kayu teras hanya mencapai sekitar 18 cm atau sekitar 22% dari volume total kayu

Distribusi :

daerah asia

Famili : Meliaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Pulai
photo
 
Tanggal : 24 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Pulai
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Alstonia scholaris
Deskripsi :

1)  Habitus

Pulai termasuk ke dalam habitus pohon dengan tinggi 6-10 m dengan diameter batang mencapai 60-100 cm.

2)  Akar

Pulai berakar tunggang, dengan adanya lentisel berpori pada bagian permukaan akarnya.

3)  Batang

Kulit batang berwarna coklat terang dan terdapat getah berwarna putih susu pada bagian dalam kulit kayu. Batang yang sudah tua sangat rapuh dan mudah terkelupas.

4)  Daun

Daun pulai tergolong dalam tipe duduk daun berkarang. Bentuk daun bulat telur seperti spatula dengan ujung daun meruncing. Urat daun sangat jelas menonjol di bagian permukaan bawahnya. Tiap buku-buku batang atau tangkai terdapat 4 – 9 daun.

5)  Bunga dan Buah

Bunga pulai tergolong bunga biseksual. Bunga akan mengelompok pada pucuk daun. Perhiasan bunga berwarna putih kehijauan dengan bagian tepi melengkung ke bagian dalam. Buah pulai berbentuk memanjang dan ramping. Buah terdiri dari 2 folikel dan buah pulai akan pecah saat kering.

Distribusi :

Daerah sebaran pulai sangat luas yaitu hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Famili : Apocynaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (Bukan Jenis diperhatikan)
 
Mersawa
photo
 
Tanggal : 24 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Mersawa
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Anisoptera thrurifera
Deskripsi :

Pohon sangat besar, tinggi mencapai 65 m atau lebih dan diameter setinggi dada 5 m; batang tinggi, lurus, berbentuk silinder; kadang dengan beberapa banir, tinggi mencapai 4 m, bentangan mencapai 2.5 m, tebal, membulat, lurus, berlanjut hingga kebagian atas batang sebagai punggung-punggung mencapai 10 m.

lonjong, jorong atau bundar telur sungsang; 7,5-25 x 3,5-11 cm; kadang berlukup; ujung luncip pendek; pangkal membundar atau rompong, simetris;permukaan atas bila mengering coklat atau kehijau-hijauan, kesan raba licin; permukaan bawah bila mengering coklat atau coklat kekuning-kuningan, pudar, kesan raba licin; permukaan atas dan tulang tengah lokos; indumentum dipermukaan bawah berupa sisik-sisik atau bulu dan sisik bersama-sama, renggang atau rapat, coklat kuning atau deragem, pendek; indumentum pada tulang tengah bawah renggang atau rapat, coklat kuning atau deragem, pendek; pertulangan sekunder 8-30, mula-mula lurus, melengkung hanya dekat tepi daun atau melengkung pada di seluruh panjangnya, menonjol tetapi lampai, indumental rapat, coklat kuning atau deragem, pendek; pertulangan antara tidak ada ; pertulangan tersier kelihatan jelas, berbentuk tangga atau berurat jala, tegak lurus.

Bunga kecil; daun mahkota mula-mula merah agak merah jambu, berubah menjadi kuning pada waktu mekar; benang sari 23-27, kepala sari beruang 4.

Buah berkatup,bersatu membentuk tabung 0,6-2 cm, hampir menutupi buah geluk , 1.k. bulat, tidak memiliki sudut, bahu atau sayap, daun kelopak buah  mengembang menjadi dua sayap panjang dan tiga sayap pendek,  panjang 9-12 x1,4 -1,8 cm; sayap pendek 1,2-1,5 x 0,2-0,35 cm; pangkal tabung kelopak berbulu, 1-1,2 x 0,8-1,1 cm.

Distribusi :

kawasan Asia

Famili : Dipterocarpaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Jabon Merah/Samama
photo
 
Tanggal : 24 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Jabon Merah/Samama
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Anthocephalus macrophylla
Deskripsi :

a. Batang

Jabon merah dapat tumbuh tinggi mencapai 40 - 45 m, dengan tinggi bebas cabang kurang lebih 30 m di atas permukaan tanah dan diameter batang dapat mencapai 50 - 60 cm pada umur 5 - 6 tahun (Mulyana, Asmarahan dan Fahmi, 2011).

Batang jabon merah berwarna merah kehitaman. Warna kayunya kemerah-merahanan dan bertekstur halus. Kekerasan batang jabon termasuk kelas keras II dan kelas awet III dengan warna serat kayu semu merah.

b. Daun

Daun jabon merupakan daun tunggal, permukaan daun berbulu dengan arah duduk daun pada batang saling berhadapan, ukuran panjang daun dapat mencapai 15 - 50 cm dan lebar daun 8 - 25 cm (Mansur, 2010). Daun berbentuk lonjong dan lancip dengan tulang daun berwarna merah dan memiliki daun penumpu. Kuncup daun muda berbentuk kelopak.

c. Buah

Warna buah cokelat muda kemerah-merahan berdiameter 3 - 4 cm. Biji jabon merah berukuran 0,3 – 0,4 mm lebih besar dibandingkan dengan jabon putih, berwana coklat kemerahan

Distribusi :

Penyebaran alami dari jabon merah di Indonesia hanya berada di daerah Maluku, sebagian Sulawesi dan Papua yang dikenal dengan sebutan samama. Sementara itu, penyebaran jabon merah di luar Indonesia tersebar merata mulai dari India, Nepal, Bengal, Vietnam, Assam, Ceylon, Thailand, Semenanjung, Malaya, Serawak, Sabah, Filipina, Cina, Australia dan Papua Nugini

Famili : Rubiaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Jabon Putih
photo
 
Tanggal : 24 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Jabon Putih
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Anthocephalus chinensis
Deskripsi :

Jabon Merupakan satu diantara jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ketinggian 0 – 1000 m dpl. Saat ini Jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, karena Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albasia. Kemampuan tumbuhnya sepadan dengan sengon/albasia apabila mendapat perawatan yang optimal.

Tanaman Jabon(Anthocephalus cadamba Miq.)Prospek Budidaya Tanaman Kehutanan Yang Menguntungkan. Pemanfaatan Sumberdaya hutan melalui pengembangan hasil hutan tanaman rakyat dengan jenis prioritas dalam rangka revitalisasi kehutanan di indonesia.
Distribusi :
Famili : Rubiaceae
Musim : Dapat dibuat sebagai bahan bangunan non-konstruksi (tidak cocok untuk bahan bangunan kontruksi), mebeler/furniture, bahan plywood (kayu lapis), batang korek api, potlot, finir, alas sepatu, papan, peti, tripleks, bisa juga buat bahan kertas kelas sedang, dan lainnya. Kayunya juga gampang dikeringkan, Permukaannya halus, kayunya gampang dipaku,di bor dan di lem, susutnya juga rendah.
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Kayu Agar/Gaharu
photo
 
Tanggal : 24 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Kayu Agar/Gaharu
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Aquilaria cumingiana
Deskripsi :

Pohon mempunyai tinggi mencapai 40 m dengan diameter batang 80 cm.
Kulit batang bagian luar berwarna abu-abu keputihan, pada pohon tua kulit bagian luar jika diraba terasa lunak atau rapuh dan mudah mengelupas. Kulit batang bagian dalam berwarna putih krem dan kayu gubalnya berwarna putih.
Ranting muda berwarna coklat terang dan berbulu halus.
Daun berwarna hijau
kadang terdapat bintik
-bintik putih dan tepi daun bergelombang, pada bagian atas daun muda tidak terdapat bulu tetapi pada bagian bawah kadang dijumpai adanya bulu-bulu halus, merupakan daun tunggal dengan bentuk daun menjorong hingga lonjong, membundar telur sungsang hingga lonjong atau melanset sungsang dengan panjang 4,5 – 10 cm dan lebar 1,5 – 4,5 cm. Pangkal daun membaji hingga menirus, ujung daun meruncing dan kadang berekor dengan panjang hingga 1 cm. Tulang daun sekunder 12-19 pasang,urat daun tidak beraturan, kadang bercabang, terlihat jelas dari permukaan atas daun. Tangkai daun dengan panjang 3-5 mm, berbulu.
Perbungaan di ujung, ketiak dan diatas ketiak tangkai dengan bunga berwarna putih, kuning terang atau kuning dengan panjang hingga 5.mm, berbulu halus. Kelopak bunga berbentuk bulat telur hingga lonjong, menumpul, berbulu tebal pada kedua permukaan. Bagian mahkota bunga pada umunya lebih panjang dari benangsari, bulat telur hingga lonjong dan berambut tebal. Benangsari panjang 1-1,5 mm, berseling panjang dan pendek dengan kepala sari berukuran 0,5mm. Bakal buah berbulu tebal dengan kepala putik mementol.
Buah kapsul berbentuk menjantung (subcordate), dengan ukuran 8-12(-16) mm sampai 10-12(-15) mm, terdapat 1-2 biji dalam satu buah.
Biji bulat telur dengan ukuran 6-4 mm, berbulu tebal berwarna kecoklatan

Distribusi :

Tumbuh di pulau Morotai dan Halmahera, Maluku, serta di Filipina.

Famili : Thymelaeaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (Apendix 2) ; IUCN (Rentan)
 
Sukun
photo
 
Tanggal : 24 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Sukun
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Artocarpus communis
Deskripsi :

Habitus

:

Pohon, tinggi 10 – 25 m.

Batang

:

Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, coklat.

Daun

:

Tunggal, tersebar, panjang 40 – 60 cm, lebar 30 – 35 cm, tepi bertoreh, ujung meruncing, pangkal membulat, pertulangan menjari, daging daun tebal, permukaan licin, tulang daun menonjol, permukaan atas berbulu, hijau, tangkai bulat, panjang 3 – 4 cm, hijau.

Bunga

:

Tunggal, di ketiak daun, tangkai silindris, panjang 2 – 3 cm, hijau muda, kelopak lonjong, permukaan bagian dalam licin, bagian luar berambut, kehijauan, mahkota lonjong, kuning kehijauan.

Buah

:

Buni, lonjong, diameter 6 – 10 cm, permukaan bergerigi tumpul, teratur, bergetah, hijau.

Biji

:

Lonjong, pipih, coklat.

Akar

:

Tunggang, coklat.

Distribusi :

banyak terdapat di kawasan tropika seperti Malaysia dan Indonesia

Famili : Moraceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Bendo
photo
 
Tanggal : 24 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Bendo
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Artocarpus elasticus
Deskripsi :

Benda atau Bendha merupakan tumbuhan berumah satu (monoecious), berukuran sedang, dengan tinggi pohon bisa mencapai antara 45-65 meter. Diameter batang antara diameter 1,2 – 2 meter, dengan batang bagian bawah yang bebas cabang hingga mencapai 30-an meter. Kulit pohon berwarna abu – abu gelap hingga kelabu kecokelatan sedang bagian dalamnya kekuningan hingga cokelat pucat, teksturnya halus atau agak bersisik.  Saat dilukai, kulit kayu mengeluarkan lateks tebal berwarna putih.

Ranting-ranting tebalnya 8-20 mm, berambut rapat keemasan. Memiliki daun penumpu (stipula) sepanjang 6-20 cm, berambut panjang kuning hingga merah, yang membungkus ujung ranting. Daun Benda tunggal, berseling, kaku menjangat, berbentuk bundar telur jorong, dengan panjang 20-40 cm dan lebar 15-25 cm. Pertulangan daun menyirip, berbulu, berwarna hijau, dengan rambut kasar keemasan di sisi atas dan rambut keemasan rapat di sisi bawah. Ujung daun meruncing, bertepi rata hingga menggelombang, dan pangkalnya membulat hingga menyempit. Anak pohon memiliki daun yang berbeda bentuk, yakni berbagi atau bercangap 7-9 taju dengan panjang 60-120 cm.

Bunga Benda tunggal, berumah satu (monoecious) dengan bunga jantan berbentuk silindris berukuran panjang 5-15 cm dan berwarna putih kekuningan. Sedan bunga betina berbentuk bulat dengan garis tengah 2-5 cm dan berwarna hijau.

Buah Benda (Artocarpus elasticus) majemuk semu (syncarp), berbentuk bulat, berduri halus, ukuran garis tengah buah antara 10-15 cm, dan berwarna coklat. Saat masak buah berbau kurang enak. Biji berbentuk ginjal, panjang 1-3 cm, dan berwarna coklat. Biji terbungkus ‘daging buah’ (sebetulnya perkembangan tenda bunga) berwarna putih. Sekilas buah mirip buah kluwih.

Distribusi :

Pohon Benda merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tersebar secara alami di Indonesia, Myanmar, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina (pulau Palawan). Di Indonesia dapat dijumpai hampir di seluruh Nusantara, kecuali di Papua. Umumnya tumbuh meliar di hutan-hutan dataran rendah hingga ketinggian 1.500 meter dpl. Perbanyakannya melalui biji.

Famili : Moraceae
Musim : Musim berbunga umumnya bulan Juni-Agustus, sedangkan berbuahnya antara Oktober-Desember.
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Keben
photo
 
Tanggal : 24 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Keben
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Barringtonia acutangula
Deskripsi :

 Merupakan jenis pohon besar yang banyak tumbuh di daerah pantai kering. Daun bulat telur, agak tebal, mengkilap, dan besar-besar. Bunga berwarna putih bersih. Buah berbentuk persegi empat, besar dan berserabut banyak, Keben tangkai daunnya pendek, helai daun besar, kaku seperti kulit, dan permukaan atas mengkilat. Buahnya berbentuk piramida bersegi 4

Distribusi :

merupakan tumbuhan berbentuk pohon yang mudah ditemukan di sepanjang pantai lautan Asia dan Pasifik. Di Indonesia khususnya Papua, biji keben dikenal sebagai racun ikan.

Famili : Lecythidaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Bintangur/Nyamplung
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Bintangur/Nyamplung
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Callophylum spp
Deskripsi :

Mid-kanopi pohon hingga 37 cm dbh dan 55 m. Batang warna putih dengan getah berwana kuning. Daun terbalik, sederhana, penni-berurat, urat sekunder sangat dekat bersama-sama, gundul. Diameter bunga berukuran 10 mm berwarna putih. Ukuran diameter buah 10 mm, hijau pucat, drupes berdaging

Distribusi :

Dari Thailand dan Indo-Cina untuk Australia Utara dan Kepulauan Solomon. Di Kalimantan ditemukan di seluruh pulau

Famili : Cluciaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Kananga
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Kananga
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Cananga odorata
Deskripsi :

Perdu tinggi mencapai 10-40 m, diameter batang mencapai 100 cm, tidak berbanir. Batang bulat, kulit luar abu-abu atau putih dan jarang cokelat muda, tidak beralur dan tidak mengelupas, bagian kayu berwarna putih atau kuning muda. Daun tunggal, bulat telur atau elip memanjang, berukuran 18-20 x 4,5-7,5 cm, ujung runcing-meruncing dan kerap miring, pangkal membulat atau bentuk jantung. Bunga majemuk dalam tipe payung 2-4, muncul di ketiak daun, panjang 5-7,5 cm, bunga muda hijau dan setelah tua menjadi kuning. Buah buni, jorong atau bulat telur sungsang, panjang ± 2 cm, waktu muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna kehitaman dan mudah pecah, pada satu tandan terdapat 5-10 buah, pada satu buah terdapat 4-8 biji

Distribusi :

Asia,Australia, Dan pulau di lautan pasifik

Famili : Annonaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Kenari
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Kenari
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Canarium hirsutum
Deskripsi :

Tempat Tumbuh. Tempat tumbuhnya di hutan primer, pada tanah berkapur, tanah berpasir maupun tanah liat, dari ketinggian rendah sampai 1500 meter diatas permukaan laut.

 

Tinggi Pohon. Tinggi pohon kenari sampai 45 meter, sedangkan tinggi banir sampai 3 meter dan lebarnya 1,5 meter. Kayunya dapat digunakan sebagai kayu konstruksi yang ringan-ringan. Pohon ini akan mengeluarkan resin apabila pepagannya dipotong atau diiris. Minyak Resin ini memiliki bau yang harum, shingga sering digunakan untuk membuat minyak wangi atau parfum. Selain untuk parfum, ada juga yang menggunakannya untuk obat gosok terhadap gatal-gatal atau obat luka. Minyak Resin ini dapat juga digunakan sebagai pembersih rambut dan pembuatan dupa.

 

Batang. Batangnya tegak dengan warna pegagan kelabu, kayu putih, serta teras coklat tua. Jika kulitnya diiris akan mengeluarkan getah kenari, seperti damar, mula-mula berwarna putih dan melekat, kemudian seperti lilin berwarna kuning pucat (elemi). Gum elemi memiliki tekstur lunak, berwarna keputih-putihan berbau aromatik seperti terpentin, dan merupakan hasil eksudasi patologis dari tumbuhan ini. Pohon ini memproduksi gum hanya pada saat daun mulai tumbuh. Selama musim kering, pohon tersebut berada dalam masa dorman, tanpa daun, dan tidak memproduksi resin. Minyak elemi tidak digunakan secara meluas dalam industri parfum. Kadang-kadang minyak tersebut digunakan dalam bahan pewangi sabun dan preparasi teknik yang harganya murah. Namun demikian, minyak ini cocok digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan isolat fellandren yang digunakan untuk pembuatan senyawa minyak atsiri artifisial (tiruan). Gum sejak lama digunakan dalam plaster farmasi dan salep, dan untuk memberikan sifat mantap dalam vanish.

 

Akar. Sistem perakaran pada tanaman ini adalah sistem akar tunggang. Pada sistem akar tunggang, baik akar primer maupun satu atau lebih akar lateral yang menggantikan akar primer pada tahap awal perkembangan kecambah tumbuh lebih cepat dan menjadi lebih besar serta kuat daripada akar-akar lain, sehingga terbentuk satu atau lebih akar -akar utama.

 

Daun. Daunnya majemuk menyirip gasal dengan 4-5 pasang pinak daun yang menjorong memanjang, dengan permukaan licin dan mengkilap. Daun tidak mempunyai daun penumpu.

 

Bunga. Perbungaannya berbentuk malai. Berkelamin tunggal, zigomorf, kelopak dan mahkota berbilangan 5, daun kelopak dan daun mahkota berbilangan 5, daun mahkota bebas. Benang sari 8. Tersusun dalam 2 lingkaran yang tidak lengkap. Cakram kelihatan jelas.

 

Buah. Bakal buah beruang 2-3, tiap ruang dengan 1-2 bakal biji yang apotrop atau epitrop. Berbiji, gepeng, panjang, terdapat 2-3 biji dalam satu buah (berbentuk sawo kecil).

Biji. Bijinya banyak mengandung lemak manis. Biji yang kering akan mengandung 65 % minyak lemak ( = ester , asam stearine , palminine , oleine , dan minyak wijen ). Minyak dan lemak merupakan bahan cadangan penting dalam tubuh tumbuhan yang seringkali dijumpai dalam biji. Lemak dan minyak merupakan gliserida asam lemak. Perbedaan diantara keduanya umumnya berdasarkan sifat-sifat fisik, pada suhu normal lemak berbentuk padat, dan minyak berbentuk cairan. Lemak jarang disimpan didaun, batang, dan akar, tapi sebagian besar dibiji. Lemak selalu disimpan dalam benda khusus disitosol, dan sering terdapat ratusan sampai ribuan benda itu ditiap sel penyimpannya. Benda itu dinamakn benda lipid sferosom, dan oleosom. Oleosom dapat diisolasi dari biji dalam bentuk agak murni, sehingga dapat dianalisis komposisi dan strukturnya.

Distribusi :

Habitat asli tanaman ini di tanah air adalah Maluku dan Papua, tanaman Kenari dapat tumbuh baik pada area dataran rendah hingga dataran tinggi, baik di hutan maupun di savana, 

Famili : Burseraceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Cemara Laut
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Cemara Laut
Nama (Inggris) : Australian pine
Nama (Latin) : Casuarina equisetifolia
Deskripsi :

Cemara laut merupakan tanamah jenis pohon berumah satu dengan percabangan halus, dan pepagan berwarna coklat-keabu-abuan muda. Bagian batangnya yang masih muda bertekstur halus sedangkan batang yang tua bertekstur kasar, tebal, dan beralur. Pepagan cemara laut berwarna kemerahan dan berbau harum. Daun daru cemara laut mudah gugur, tumbuh merunduk, berbentuk seperti jarum serta berwarna hijau-keabu-abuan.Daun cemara laut mereduksi menjadi seperti lidi yang berruas-ruas dan berjumlah 7—8 tiap-tiap ruas. Seperti halnya tumbuhan berumah satu lainnya, cemara laut juga mempunyai bunga jantan dan betina. Bunga jantannya berupa bulir memanjang, tunggal, dan terletak pada bagian terminal sedangkan bunga betina terletak pada cabang berkayu yang menyamping. Secara umum pohon ini berbentuk kurus dan banyak ditemukan di sepanjang pinggir pantai

Distribusi :

Jenis ini tersebar di daerah tropik, terutama di pantai berpasir. Di Indonesia hampir dijumpai di seluruh pulau

Famili : Casuarinaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Cemara Gunung
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Cemara Gunung
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Casuarina junghuniana
Deskripsi :
  • Berukuran tinggi dan berbentuk kerucut.
  • Daunnya berbentuk ramping dan runcing yang berguna untuk mengurangi penguapan. Bentuk daun tersebut juga merupakan adaptasi pohon cemara terhadap lingkungan yang panas.
  • Warna daun pohon cemara biasanya hijau gelap, tetapi ada beberapa spesies yang berwarna hijau terang.
  • Pada saat pohon cemara masih muda, kulit kayunya halus, berwarna coklat kehijauan, dan belum mempunyai retakan.
  • Kulit kayu pohon cemara dewasa terbilang tebal dan warnanya coklat gelap dan biasanya terdapat retakan-retakan di sekujur pohon cemara. Tebalnya kulit kayu pohon cemara membuatnya dapat bertahan di segala kondisi cuaca.
  • Pohon cemara tidak menghasilkan buah melainkan pinecone atau runjung cemara. Runjung cemara adalah semacam pucuk yang membawa biji dan juga menjadi organ reproduksi pohon cemara untuk berkembang biak.
  • Cabang pohon cemara tumbuh rapat dengan cabang lainnya hingga tampak seperti lingkaran cabang yang tumbuh dari titik yang sama. Namun sebenarnya pola cabang-cabang tersebut berbentuk spiral, dimana semakin ke atas, maka cabangnya akan tumbuh semakin pendek. Inilah yang membuat pohon cemara tampak seperti kerucut atau piramida.
Distribusi :

pohon cemara yang bisa mencapai usia hingga ratusan bahkan ribuan tersebar di belahan bumi selatan yang meliputi wilayah Amerika Selatan, Afrika Selatan, Australia hingga ke Selandia Baru

Famili : Casuarinaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Kayu Lawang
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Kayu Lawang
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Cinnamomum culilawan
Deskripsi :

Pohon, tinggi hingga 8 m (26 kaki), daun hijau tebal. bunga kecil berwarna kuning. Buah berbentuk bintang, terdiri dari 6-8 karpel (kelopak), setiap karpel panjangnya sekitar 10 mm berbentuk melengkung seperti bunga, keras dan keriput, yang juga mengandung benih 

Distribusi :

Tanaman ini tumbuh di pedalaman seperti kaliamantan dan papua.

Famili : Lauraceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Gosale/simpur
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Gosale/simpur
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Dillenia spp
Deskripsi :

Ciri-ciri Pohon ini memiliki tinggi mencapai 27 meter, dengan diameter batang 70 cm. Bagian kayunya memang tidak begitu kuat, satu tingkat di bawah pohon Jati. Tumbuh pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, dan agak jarang terdapat. Sebagaimana halnya pada jenis pohon-pohon lain, keluarga pohon Dillenia ini memiliki sifat-sifat tersendiri yang menyebabkan pohon ini dikelompokkan dalam satu famili.

Distribusi :

jambi,Sumatera Selatan,Lampung seluruh Kalimantan D>obovata:Jawa, D.papuana:maluku,Irian Jaya, D.pentagyna : Jawa, Sulawesi Selatan, Maluku

Famili : Dilleniaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Buah Rau
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Buah Rau
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Dracontomelon dao
Deskripsi :

Pohon buah rao atau rau (Dracontomelon dao) termasuk famili Anacardiaceae. Pohon ini dikenal pula dengan nama dahu, sengkuang (Kalimantan), dan basuong (Papua). Pohon ini dapat tumbuh pada drainase tanah yang baik sampai yang buruk, terutama di tanah aluvial dan areal rawa. Perbanyakan tanaman ini biasanya melalui biji. Dalam satu kilogram terdapat antara 520 dan 620 biji atau 70 buah segar. Pohon rau bisa mencapai tinggi 3-4 meter setelah berusia dua tahun dan 6,5 meter setelah 5,5 tahun. Di dataran tinggi pohon ini bisa setinggi 55 meter dengan batang bebas cabang setinggi 25 m dan diameter mencapai 150 cm. Kayu pohon rao termasuk kayu perdagangan. Pohon ini dapat pula ditanam sebagai ornamen di kiri-kanan jalan. Buahnya sebesar kelengkeng, bahkan bisa pula sebesar bola pingpong. Buah berasa manis bila matang dan dapat dimakan

Distribusi :
Famili : Anacardiaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Duabanga/binuang laki
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Duabanga/binuang laki
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Duabanga moluccana
Deskripsi :

Pohon Benuang Laki umumnya dapat hidup dengan pertumbuhan yang cepat dan dapat mencapai ketinggian 45 meter. Batang utama cukup besar dan memiliki  diameter sekitar 150 cm. Batangnya tegak, bulat torak, tidak berbanir dengan panjang bebas cabang sampai 25 meter. Kulit batang berwarna abu-abu atau coklat, beralur dangkal, sedikit mengelupas. Tajuk berbentuk  bulat dengan  percabangan yang agak mendatar. Ranting muda dan daun muda tertutup oleh bulu coklat yang pendek dan lebat. Kayu teras berwarna kuning bila segar dan berubah menjadi coklat kuning-kelabu, tidak jelas batas dengan kayu gubal. Tanaman ini memiliki daun tunggal, berpasangan, tebal, kaku, bundar panjang sampai lanset, yang dasarnya berbentuk hati dan ujungnya melancip. Urat daunnya banyak sekali dan melengkung pada tepi dan membentuk urat daun pinggir. Urat daun yang lebih kecil tersusun seperti jala. Bunga tersusun pada perbungaan yang berbentuk malai dan tumbuh di ujung ranting. Buahnya berupa buah kotak, yang bila sudah kering pecah, berbentuk bulat telur memanjang. Musim berbunga dan berbuah pada bulan Juli- Agustus. Tanaman ini dapat berkembangbiak dengan biji.

Distribusi :

Benuang Laki menghuni kawasan Malesia, antara lain di Jawa bagian Timur, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Talaud, Maluku, Irian dan Filipina.

Famili : Sonneratiaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Kayu Inggris
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Kayu Inggris
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Eucalyptus sp
Deskripsi :

Tanaman ini bertajuk tidak rapat, tingginya bervariasi menurut jenisnya. Jenis ampupu tingginya dapat mencapai 35 m dengan diameter 120 cm. Jenis hue tingginya dapat mencapai 25 m dengan diameter 125 cm. Eukaliptus mempunyai musim berbunga yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Biji eukaliptus tergolong sangat halus, kecil dan lembut. Berikut ini dapat dilihat musim berbunga untuk masing-masing jenis eukaliptus.

Distribusi :

Tumbuhan ini ditemukan mulai dari daerah sub-alpin dan hutan pantai nan basah, hingga hutan iklim sedang dan daerah pedalaman yang kering. Pegunungan Greater Blue memiliki spesies pohon eukaliptus yang paling beragam di bumi

Famili : Myrtaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Patah Tulang
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Patah Tulang
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Euphorbia tirucalli
Deskripsi :

Tanaman patah tulang adalah tanaman semak yang sering kita jumpai berada disekitar kita. Tanaman patah tulang biasanya dapat dijumpai di sekitar pekarangan rumah, halaman depan rumah dan juga terkadang ditanam didalam pot. Bahasa latin dan nama ilmiah tanaman patah tulang adalah Euphorbia Tirucalli. Sedangkan dalam bahasa Inggris tanaman patah tulang ini mempunyai nama Aveloz, Firestick plants, Indian Tree Spurge, Naked Lady, Pencil Tree, Pencil Cactus, Sticks On Fire dan Milk Bush. Asal tanaman patah tulang berasal dari negara Afrika dan Semenanjung Arab kemudian menyebar kebeberapa daerah tropis. Ciri fisik dan karakteristik tanaman patah tulang memiliki percabangan banyak seperti pensil berwarna hijau sewaktu muda. Fungsi tanaman patah tulang gunanya sebagai tanaman hias patah tulang. Dan juga fungsi getah tanaman patah tulang dapat digunakan untuk meracuni ikan dan insektisida alami. Apa manfaat tanaman patah tulang. Tanaman patah tulang ternyata dapat juga berguna dalam pengobatan berbagai macam penyakit yang ada ditubuh.

Distribusi :

Penyebaran asli tanaman ini daerah tropis Afrika, aslinya tersebar dari Angola hinggaZanzibar. Namun secara luas ditanam dan dinaturalisasi di seluruh daerah tropis dan subtropis. Di Malesia, belum dilaporkan tumbuhan ini tersebar dari Borneo dan New Guinea. Di Indonesia, ditanam sebagai tanaman pagar, tanaman hias, tanaman obat, dan tumbuh liar. Dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pada ketinggian 600 mdpl. Tumbuhan ini suka tempat terbuka yang terkena cahaya matahari langsung. Namun demikian, habitat aslinya terdapat di semak-semak kering, dan dinaturalisasi di semak-semak, hutan terbuka, dan padang rumput hingga pada ketinggian 2 m.

Famili : Euphorbiaceae
Musim : Manfaat tanaman daun patah tulang menyembuhkan diuretik (peluruh air seni). Tanaman patah tulang dapat menyembuhkan penyakit sakit gigi. Pohon patah tulang dan khasiatnya batang atau kulitnya dapat dipergunakan untuk menyembuhkan patah tulang. Khasiat getah tanaman patah tulang mengeluarkan bisa ular. Manfaat getah tanaman patah tulang membuat insektisida, dan mengusir nyamuk kegunaan tanaman obat patah tulang Pohon patah tulang untuk mengobati penyakit kulit seperti kutil. pohon patah tulang obat kanke
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (Apendix 2) ; IUCN (No evaluasi)
 
Beringin
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Beringin
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Ficus benyamina
Deskripsi :

ohonnya besar, diameter batang bisa mencapai 2 m lebih, tinggi bisa mencapai 25 m. Batang tegak bulat, permukaan kasar, coklat kehitaman, keluar akar menggantung dari batang. Daun tunggal, lonjong, hijau, panjang 3 - 6 cm, tepi rata, letak bersilang berhadapan. Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk corong, kuning kehijauan. Buah buni, bulat kecil, panjang 0.5 - 1 cm Perbanyaan dengan biji.

Distribusi :

banyak dijumpai di Indonesia, baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah

Famili : Moraceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
gondang Putih
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : gondang Putih
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Ficus variegata
Deskripsi :

Jenis pohon yang memiliki akar nafas,Getah berwarna putih dan buah menempel pada batang 

Distribusi :

Seluruh wilayah indonesia

Famili : Moraceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Manggustan
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Manggustan
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Garcinia spp
Deskripsi :

pohon kecil hingga sedang; kadang-kadang berupa semak; dan jarang-jarang berbentuk pohon besar yang mencapai tinggi 30 m. Batangnya ramping, lurus, mengecil ke ujungnya, dan berakhir dengan tajuk yang sering berbentuk kerucut. Percabangan tersusun dalam bentuk selang-seling; semula muncul dalam sudut lancip terhadap batang, lama-kelamaan mendatar atau menggantung. Bekas-bekas percabangan di bagian bawah sering masih tertinggal berupa benjolan-benjolan pada batang. Seluruh bagian tumbuhan, apabila dilukai, mengeluarkan getah kental dan lengket berwarna putih atau kuning.

Daun-daun tunggal, agak tebal seperti jangat atau seperti kertas, bertepi rata, berhadapan bersilang pada ranting-ranting yang hampir persegi; daun-daun yang tua kemudian sejajar, karena adanya pemutaran ranting.

Kebanyakan berumah dua (dioesis), dengan perkecualian pada beberapa spesies. Perbungaan berada pada ketiak daun, menyendiri atau dalam kumpulan atau karangan kecil, berkelamin satu, beraturan, berbilangan 4-5. Kelopak agak berdaging, tidak rontok dan tumbuh bersama buah; mahkota agak berdaging, putih, kuning, atau kemerahan.

Buah buni berbiji 1-12 butir. Bijinya besar-besar, terbungkus oleh arilus (salut biji) yang mengandung banyak sari buah. Embrionya hanya tersusun atas hipokotil, sedangkan keping bijinya tidak ada

Distribusi :

 Semenanjung Malaya dan menyebar ke Kepulauan Nusantara

Famili : Cluciaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Kayu Gatal/Renghas
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Kayu Gatal/Renghas
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Gluta renghas
Deskripsi :

umbuhan rengas termasuk dalam ordo Sapindales dan familiAnacardiaceae merupakan sumber kayu yang penting di Indonesia. Spesies ini dikenal karena getahnya sangat beracun yang dapat menyebabkan iritasi berat pada kulit dan dapat melumpuhkan orang. Kadang-kadang penduduk asli menggunakan getahnya sebagai racun untuk berburu binatang (Heyne, 1987).Pohon-pohon berukuran sedang hingga besar, kadang-kadang pohon kecil atau jarang berupa semak besar, tinggi hingga 45 – 50 m, batang biasanya bulat torak, sesekali berlekuk di dekat pangkalnya, dan satu dua berbatang banyak, kadang-kadang dengan akar tunjang. Getah amat beracun, dapat melukai kulit atau menimbulkan iritasi hebat, sehingga dapat dijadikan racun dalam berburu dan sebagai biopestisida untuk hama, terutama pada hama mamalia. Tajuk padat atau melebar, sering berbentuk kubah, dengan percabangan yang besar-besar.

Distribusi :

indonesia kecuali nusa tenggara

Famili : Anacardiaceae
Musim : Bahan bangunan dan kontruksi
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Gnemon
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Gnemon
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Gnetum gnemon
Deskripsi :
Habitus        :
Habitus dari tanaman Gnetum gnemon berupa pohon dengan ketinggian mencapai ±15 meter.
Akar            :
Sistem perakaran pada Gnetum gnemon adalah sistem perakaran tunggang (radix primaria)
Batang         :
Batang dari Gnetum gnemon berkayu, berbentuk bulat (teres), permukaan rata (laevis) dengan sistem percabangan simpodial.
Daun           :
Daun dari  Gnetum gnemon adalah daun tunggal terdiri dari tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Bentuk helaian daun oblongus, ujung daun acuminatus, tepi daun integer dan yulang daun menyirip (penninervis). Duduk daun berhadapan  (folia opposita) tanpa stipula. Daun, jika dipatahkan atau disobek memperlihatkan serabut daun yang menonjol.                     
Bunga          :
Bunganya uniseksualis dioecus, terdapat pada bulir dalam percabangan dichasium. Terletak pada ketiak daun (axillaris), terdapat brachtea pada tiap karangan. Bunga jantan terdiri dari benang sari yang di atasnya terdapat sebaris ovulum yang steril. Bunga betina dalam karangan bulir dengan ovulum yang sebagian fertile yang dibungkus oleh perigonium yang berdaging.
Biji              :   
Biji dari Gnetum gnemon diselubungi oleh selaput luar yang kerad yang disebut integumen luar dan selaput dalam yang disebut integument dalam dan juga diselubungi oleh tenda bunga (perigonium) yang 
Distribusi :

Asia Tropik, Melanisia, dan pasifik barat

Famili : Gnetaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (Bukan Jenis diperhatikan)
 
Jati Pasir
photo
 
Tanggal : 25 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Jati Pasir
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Guettarda speciosa
Deskripsi :

Pohon kecil, tingginya antara 5-10 m. Ranting besar, berambut halus di ujungnya, ke bawah dengan tanda bekas daun yang besar. Daun penumpu bundar telur, runcing, panjang 1,2 – 2 cm, rontok. Daun-daun terletak berhadapan, bertangkai panjang, berkumpul di ujung ranting. Helaian daun oval hingga bundar telur terbalik atau memanjang, 12,5-33,5 × 10-23,5 cm, berambut, pangkal helaian membulat sedikit melekuk, ujungnya tumpul.

Bunganya berbau harum. Kelopak bunga berambut rapat, bentuk lonceng bergigi pendek; sesudah bunga mekar sobek di sekitar pangkalnya. Mahkota bentuk terompet, putih kuning, sebelah luarnya berambut, lehernya berambut wol; panjang tabungnya lk. 2,5 cm; tepian mahkota membentang, diameter lk. 2 cm; bertaju 4-9 bentuk oval bundar telur terbalik, tumpul. Buah batu berbentuk bola, 2-2,5 cm diameternya, dengan daging buah tipis dan inti yang berkayu

Distribusi :

Perdu ini menyebar di pantai-pantai tropis di Kawasan Malesia, ke timur hingga pulau-pulau di wilayah Samudra Pasifik, ke barat melintasi Samudra Hindia hingga pantai timur Afrika

Famili : Rubiaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Rorum
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Rorum
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Heritiera sylvatica
Deskripsi :

Pohon, dengan perawakan sedang hingga besar, mencapai tinggi 50 m. Batang biasanya lurus dan tinggi, gemangnya hingga 100(-135) cmdan batang bebas cabang mencapai 20 m; kecuali pada H. littoralis yang sering kerdil dan bercabang rendah. Banir berkembang baik, rendah atau tinggi, dan biasanya tipis. Pepagan keabu-abuan hingga kemerahan-cokelat, memecah dangkal dan bersisik atau berbintik-bintik; pepagan dalam merah muda hingga merah, berlembaran.

Ranting-ranting biasanya ramping dan membulat, biasanya dengan tonjolan parut luka bekas daun, sering dengan bintil rambut-rambut yang memberkas atau membintang dan bersisik. Sisi bawah daun dan bagian-bagian yang muda tertutupi oleh sisik-sisik yang rapat atau renggang. Daun-daun tersusun dalam spiral, tunggal atau majemuk menjari beranak daun 2-banyak; tangkai daun menggembung di kedua ujungnya; pertulangan daun sekunder menonjol di sisi bawah, pertulangan tersier berpola serupa tangga.

Perbungaan dalam malai di ketiak; berambut banyak atau sedikit di pangkal, bersisik setidaknya dekat ujungnya. Bunga berkelamin satu, sangat kecil; kelopak kurang lebih bentuk lonceng, bertaju 4-5(-6); mahkota tidak ada. Buah geluk bentuk elipsoid (menjorong) atau bulat, tidak memecah, dengan dinding dalam mengayu, dan rigi memanjang di bagian luar yang acap membesar membentuk sayap (buah samara)

Distribusi :

menyebar luas mulai dari kawasan Afrika tropis ; Asia selatan (India) ke timur hingga Nugini; Australia tropis ; dan Mikronesia

Famili : Sterculiaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Hati Besi
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Hati Besi
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Homalium foetidum
Deskripsi :
biasanya tumbuh 20 - 30 meter, tetapi kadang-kadang tidak lebih dari 6 meter dan ada juga spesimen terkadang lebih dari 40 meter. Tiang silindris lurus, yang dapat ditopang hingga 2 meter, berdiameter hingga 1 meter dan bisa tidak bercabang hingga 30 meter di spesimen terbesar.
Distribusi :

Indonesia; Malaysia; Papua New Guinea; Philippines

Famili : Salicaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (Bukan Jenis diperhatikan)
 
Hopea/Merawan
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Hopea/Merawan
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Hopea novoguineensis
Deskripsi :

Tinggi pohon 30 - 40 m, panjang batang bebas cabang 15 - 25 m, diameter 75 - 150 m, berbanir 1 - 3 m, mengeluarkan damar berwarna jernih, putih, kuning sampai kuning tua. Kulit luar berwarna kelabu-coklat, coklat sampai hitam, beralur dangkal, dan mengelupas (Martawijaya et al. 1981). Bentuk daun ovate, tunggal, alternate, tepi daun entire, ujung daun acuminate, pangkal daun cuneate. Pertulangan daun sekunder dengan 9 - 12 pasang, pertulangan daun tersier berbentuk tangga. Permukaan daun bagian atas dan bawah glabrous, licin. Ukuran helai daun 7 - 14 x 3 - 7 cm. Daun penumpu sangat kecil dan mudah rontok (Soerianegara dan Lemmens 1994). Kayu merawan banyak dipakai untuk balok, tiang dan papan pada bangunan perumahan. Selain itu, juga dapat dipakai sebagai kayu perkapalan (perahu, kulit dan lain-lain), tong air, ambang jendela, kerangka rumah, talenan dan barang bubutan 

Distribusi :

Sumatera, Kalimantan

Famili : Dipterocarpaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Kayu Besi (Ulin)
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Kayu Besi (Ulin)
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Intsia bijuga
Deskripsi :

Tanaman ulin memiliki daun yang tersusun spiral, tunggal, pinggir rata, elip hingga bulat, bagian dasar bulat hingga agak menjantung, ujung dari daun membulat hingga meruncing dengan panjang daun 14-18 cm dan lebar daun 5-11 cm. Perbungaan malai dengan panjang 10-20 cm, bunga berkelamin ganda, aktinomorphik dengan warna kuning atau keunguan; bakal buah superior, tidak bertangkai, beruang satu dengan satu bakal biji. Buah dari tanaman ini merupakan buah batu, berbentuk elip hingga buat, berbiji satu dengan panjang 7-16 cm dan lebar 5-9cm.

Distribusi :

Ulin merupakan tanaman yang hidup di hutan tropis, dan tanaman ini tersebar di Kalimantan, Sumatera bagian selatan dan timur, Bangka-Belitung, dan pulau-pulau disekitarnya serta kepulauan Sulu dan Palawan, Filipina. Ulin yang di temukan di Kalimantan sendiri umumnya tumbuh di sepanjang aliran sungai dan di sekitar perbukitan, membentuk tegakan murni hutan primer dan sekunder, hingga ketinggian 500 mdpl, khususnya pada tanah berpasir dan memiliki drainase yang baik.

Famili : Fabaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Mendarahan
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Mendarahan
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Myristica iners
Deskripsi :

Tinggi 45 Meter, Kayu besar, berwarna merah, dan halus. Buah membulat telur, berbulu berwarna merah sawo matang

Distribusi :

300 mdp di hutan-hutan basah

Famili : Myristicaceae
Musim : mei juli
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Bungur/Marfala
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Bungur/Marfala
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Lagerstroemia speciosa
Deskripsi :

Tinggi pohon bungur berkisar antara 10-30 meter; Batangnya bulat, percabangan mulai dari bagian pangkalnya, berwarna cokelat muda; Daun tunggal, bertangkai pendek. 

Helaian daun berbentuk oval, elips, atau memanjang, tebal seperti kulit, panjang 9-28 cm, lebar 4-12 cm dan berwarna hijau tua. Daun bungur mengandung saponin, flavonoida, dan tanin; Bunga majemuk berwarna ungu, tersusun dalam malai yang panjangnya 10-50 cm, keluar dari ketiak daun atau ujung ranting; Buahnya buah kotak, berbentuk bola sampai bulat memanjang, panjang 2-3,5 cm, beruang 3-7. Buah yang masih muda berwarna hijau, setelah masak menjadi cokelat. Ukuran biji cukup besar, pipih, ujung bersayap berbentuk pisau, berwarna cokelat kehitaman. Pohon bungur mungkin bisa mencapai ketinggian hingga 45 meter tapi sangat jarang.

Distribusi :

Bungur dapat ditemukan di hutan jati, baik di tanah gersang maupun di tanah subur hutan heterogen berbatang tinggi. Kadang-kadang, bungur ditanam sebagai pohon hias atau pohon pelindung di tepi jalan

Famili : Lythraceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Gosehe
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Gosehe
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Lagruceae sp
Deskripsi :

Pohon, semak, berbau aromatik, daun tunggal, tersebar, jarang berhadapan, tulang daun pinnatus, tanpa stipula. Bunga axillar, dalam tipe perbungaan panicula, spica, racemosa atau umbella; bunga biasanya bisexual, kadang-kadang unisexual, aktinomorf; perianthium kecil, sepal 6 dalam lingkaran, bersatu membentuk tabung pada dasar; corolla tidak ada; stamen dalam lingkaran masing-masing 3 helai melekat pada tabung kalix, 1 atau lebih lingkaran berupa staminodium; pistilium tunggal dengan carpel, 1 ruang, 1 ovul, placenta margina, ovari superior, stylus 1, stigma 1. Buah drupa atau bacca, sering ada kupula pada basal sebagai derivat dari tabung calyx yang persisten. Biji dengan embrio yang besar, tanpa endosperm.

Distribusi :

Tumbuhan ini dapat ditemukan di barat India, Indo-China dan Asia Tenggara (Termasuk di Indonesia)

Famili :
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Langsat/Lasa
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Langsat/Lasa
Nama (Inggris) : lanzones
Nama (Latin) : Lansium domesticum
Deskripsi :

tanaman langsat memiliki bentuk dan struktur tanaman sempurna yang memiliki akar, batang, cabang, dahan, ranting, daun, bunga dan buah serta  hampir setiap bagian dari tanaman ini memiliki manfaat bagi manusia. Akar tanaman langsat berbentuk tunggang dan kokoh sebagian dari akarnya menyebarnya hingga keluar di atas permukaan tanah, batangnya berwarna cokelat tua keputih-putihan. pigment putih pada batang disebabkan karena proses penuaan pada kulit batang. biasanya pigment putih ini akan lepas dengan sendirinya jika telah mengalami pelapukan kulit. cabang tanaman langsat menjulang keatas biasnya terdapat 3 – 4 cabang dalam satu batang tanaman dan terdapat banyak dahan dan ranting yang ditumbuhi oleh daun. dahan dan rantingnya menyebar kesegala arah sehingga menutupi struktur bagian atas pohon (lihat gamabr diatas). berdaun jamak dan menyirip dalam satu dahan terdapat 5 - 9 helai daun. warna daunnya hijau muda hingga hijau tua dan kemudian menguning sesaat sebelum gugur. bunga langsat berwarna putih sebelum berbentuk buah. buahnya bertandan, terdapat 25 hingga 35 buah dalam satu tandan. buahnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau tua hingga kuning orange keputih-putihan saat matang. isi buahnya manis dan mengandung air, dalam satu buah terdapat 5 keping daging buah kadang terdapat biji dalam satu keping daginya. rasa bijinya yang terasa pahit bila termakan.

Distribusi :

wilayah tropis seperti Indonesia

Famili : Melliaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Medang/Makila
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Medang/Makila
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Litsea angulata
Deskripsi :

Tinggi pohon 30 40 m, panjang batang bebas cabang 15 - 25 m, diameter 50 - 100 cm, tajuk hampir bulat dan bercabang besar, batang agak berlekuk-lekuk, tidak berbanir, kulit luar berwarna kelabu atau coklat kekuning-kuningan, pecah-pecah kecil dan bermiang yang menyebabkan gatal.

Distribusi :

Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Jawa, Kalimantan (Sarawak, Sabah, Tengah, Selatan dan Kalimantan Timur),Filipina.

Famili : Lauraceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Mangga Hutan
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Mangga Hutan
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Mangifera minor
Deskripsi :

Berperawakan pohon besar, tinggi sampai 32 m, batang lurus, diameter pangkal batang 30-120 cm, kadang-kadang mempunyai akar papan. Daun berbentuk jorong sampai lanset, berukuran 12-19 cm x 3-6 cm, panjang tangkai daun 1-3 cm. Bunga dalam malai, panjang malai sampai 30 cm, bunga kekuning-kuningan, harum, daun kelopak bercuping 5, daun mahkota 5 helai, benang sari 5 utas, hanya seutas yang fertil. Buah berbentuk lonjong miring, berukuran 5-10 cm x 4-7 cm, daging buah tipis, sangat asam dan sepat ketika masih muda, manis asam sesudah masak, daging buah masak berserat

Distribusi :

kawasan Indonesia bagian Timur, Filipina, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon

Famili : Anacardiaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Daun Tutup Besar
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Daun Tutup Besar
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Macaranga sp
Deskripsi :

Pohon semak-semak, hingga 19 m dan 47 cm (dbh.) cabang Stabil. Stipules tegak, sekitar 14 mm. Daun alternatif, kelenjar nektar sederhana, berbentuk perisai, palmately berurat, jarang basal pada permukaan daun bagian atas, daun berbulu halus untuk undersurface. Bunga sekitar 0,5 mm, hijau kekuningan masuk ke dalam bracts, yang merupakan bagian dari malai besar. Buah sekitar 10 mm, abu-abu kuning, bilobed, dengan sedikit kapsul ledakan yang panjang, duri lunak, biji hitam di kulit biji

Distribusi :

Dari India, Cina dan Jepang ke selatan barat Pasifik dan Australia. Ditemukan di pulau Kalimantan.

Famili : Euphorbiaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Cempaka/Capaka Giraci
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Cempaka/Capaka Giraci
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Michelia campaka
Deskripsi :

Pohon mencapai 25 m, ranting berbulu keabu-abuan. Daun tersusun spiral, stipula menempel pada tangkai daun bagian bawah dan panjangnya setengah dari panjang tangkai daun. Bunga banyak, berwarna putih, sangat harum. Perhiasan bunga panjangnya 3-5 cm yang terdalam lebih sempit dan lebih runcing dari pada yang terluar. Bakal buah dan benang sari jelas dipisahkan oleh suatu ruang. Buah jarang ditemukan

Distribusi :

Asia beriklim tropis hingga beberapa pulau di kawasan Pasifik (Indonesia tersebar di seluruh daerah)

Famili : Magnoliaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Tanjung/Kerikis
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Tanjung/Kerikis
Nama (Inggris) : Spanish Cherry
Nama (Latin) : Mimusops elengi
Deskripsi :

Pohon berukuran sedang, tumbuh hingga ketinggian 15 m. Daun-daun tunggal, tersebar, bertangkai panjang; daun yang termuda berambut coklat, yang segera gugur. Helaian daun bundar telur hingga melonjong, panjang 9-16 cm, seperti jangat, bertepi rata namun menggelombang.

Bunga berkelamin dua, sendiri atau berdua menggantung di ketiak daun, berbilangan-8, berbau enak semerbak. Kelopak dalam dua karangan, bertaju empat-empat; mahkota dengan tabung lebar dan pendek, dalam dua karangan, 8 dan 16, yang terakhir adalah alat tambahan serupa mahkota, putih kekuning-kuningan. Benang sari 8, berseling dengan staminodia yang ujungnya bergigi. Buah seperti buah buni, berbentuk gelendong, bulat telur panjang seperti peluru, 2-3 cm, akhirnya merah jingga, dengan kelopak yang tidak rontok. Biji kebanyakan 1, gepeng, keras mengilat, coklat kehitaman

Distribusi :

Penyebaran alami jenis ini diperkirakan terdapat di India, Srilanka, Myanmar, Thailand dan kepulauan Andaman, Indonesia hingga kepulauan Solomon, New Caledonia, Vanuatu, Australia bagian utara dan negara-negara tropis lainnya.

Jenis tanaman ini umumnya tumbuh pada tanah yang subur, baik mendekati laut maupun pada daerah berbatu dengan ketinggian di atas 600 mdpl, dengan curah hujan kurang, atau pada daerah yang memiliki musim hujan yang panjang, hanya jenis ini tidak tahan dengan surplus air tanah yang terus menerus selama lebih dari 2 bulan.

Famili : Sapotaceae
Musim : Jenis ini berbunga dan berbuah sepanjang tahun, dengan musim buah masak umumnya terjadi pada bulan Februari sampai dengan Mei.
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Mengkudu
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Mengkudu
Nama (Inggris) : Indian mulberry,Great morinda, Noni, mengkudi
Nama (Latin) : Morinda citrifolia
Deskripsi :

berbentuk perdu, dengan ketinggian antara 3-8 m, batang tanaman keras dan berkayu yang tumbuh ke atas serta mempunyai banyak percabangan. Cabang-cabang tumbuh mendatar dengan arah keluar kanopi tanaman. Daun termasuk daun tunggal, terdiri atas satu helai daun setiap satu tangkai daun (petiolus). Berbentuk lonjong, dengan ukuran panjang antara 10-40 cm dan lebar antara 15-17 cm, tergantung tingkat kesuburan tanaman. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau mengkilap, sedangkan permukaan bagian bawah berwarna hijau agak pucat. Tangkai daun pendek dan melekat pada batang atau cabang secara berselang-seling atau berpasangan. Semakin subur pertumbuhan tanman, semakin rimbun dan besar ukuran daunnya

Distribusi :

Mengkudu berasal dari Queensland (Australia). Mungkin disebarkan oleh manusia dan dibawa ke arah barat ke Samudera Hindia oleh arus laut, mencapai Seychelles, dan dengan cara yang sama ke Pasifik pada latitude antara 30°N dan 30°S, mencapai Marquesas, Hawaii, dan pulau Easter. Jenis ini terdapat di seluruh Asia Tenggara baik secara liar atau budidaya. Tumbuh liar di daerah pantai

Famili : Rubiaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Pala
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Pala
Nama (Inggris) : mace
Nama (Latin) : Myristica sucredanea
Deskripsi :

Tumbuhan ini berumah dua (dioecious) sehingga dikenal pohon jantan dan pohon betina. Daunnya berbentuk elips langsing. Buahnya berbentuk lonjong seperti lemon, berwarna kuning, berdaging dan beraroma khas karena mengandung minyak atsiri pada daging buahnya. Bila masak, kulit dan daging buah membuka dan biji akan terlihat terbungkus fuli yang berwarna merah. Satu buah menghasilkan satu biji berwarna coklat.

Distribusi :

Pala banyak dihasilkan di daerah Maluku terutama di Halmahera

Famili : Myristicaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Gempol
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Gempol
Nama (Inggris) : cheesewood, canary cheesewood, yellow cheesewood, cape york leichardt, leichhardt pine, leichhardt tree, leichhardt's pine, soft leichhardt, burr tree, atau canary-wood.
Nama (Latin) : Nauclea orientais
Deskripsi :

Bengkel/gempol merupakan pohon meluruhkan daun, kulit batang berwarna oranye sampai kuning bila dilukai. Daun tunggal, berukuran agak besar, 15-30 cm x 10-18 cm. Stipola panjang, mudah terlihat, panjang 1-3,5 cm, ujung tumpul, pada bagian pangkal terdapat glandula berwarna merah. Tabung kelopak bergabung satu sama lain membentuk rangkaian bunga berbentuk bundar sempurna. Tabung mahkota lebih panjang daripada tonjolannya, panjang tonjolan hanya 2-3 mm. Benang sari kurang lebih tanpa tangkai, melekat pada permukaan dalam tabung mahkota. Putik dan kepala putik berwarna putih, kepala putik kurang lebih silindris atau menyerupai peluru. Buah berdiameter kurang lebih 4-5 cm, permukaan bertonjolan kasar. Biji berukuran kecik, panjang sekitar 1,5-2 mm, berjumlah sangat banyak dalam setiap buah, testa mebentuk jejaring halus.

 

Distribusi :

Dahulu, suku Aborigin di utara Queensland, Australia, memanfaatkan kulit kayu gempol untuk mengobati sakit perut, gigitan hewan, luka luar, dan kadang-kadang gigitan ular. Di Inggris, kayu gempol dikenal dengan nama yellow cheesewood atau leichhardt pine, sedangkan di Thailand dikenal dengan nama kanluang. Kayu gempol memiliki potensi menjanjikan dengan melihat bentuk pohon yang cukup besar dan memiliki pertumbuhan yang cepat. Salah satu manfaat kayu gempol adalah sebagai bahan bangunan dan bahan pembuatan perahu. Oleh karena itu, di Timika, Papua, dikenal dengan nama kayu perahu

Famili : Rubiaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Benuang
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Benuang
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Octomeles sumatrana
Deskripsi :

Tinggi pohon dapat mencapai 45 m atau lebih dan diameter sampai 90cm atau lebih. Batang lurus, tegak berbanir yang tingginya dapat mencapai 3m.Kulit batang tebal berwarna abu-abu, beralur dangkal dan mengelupas kecil-kecil tipis . Musim berbunga dan berbuah dapat terjadi sepanjang tahun.Buah masak pada bulan Mei, Juli, September dan Desember.Biji sangat halus dengan jumlah 5.000-11.000 butir/kg.

Distribusi :

Sebaran tumbuh di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Irian. Tegakan alam dapat dijumpai antara lain di tepian Sungai Rokan (Riau), Berau (Kalimantan Timur), Pulau Halmahera, dan Pulau Seram

Famili : Datiscaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (Bukan Jenis diperhatikan)
 
Nyatoh
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Nyatoh
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Palaquium obtusifolium
Deskripsi :

Umumnya, warna kayu ini lebih muda dari warna kayu jati. Kayu bagian terasnya tampak merah muda hingga merah kecoklatan, sedangkan warna bagian gubalnya lebih muda. Karakter yang mirip ini membuatnya banyak dijuluki sebagai jati muda.

Tekstur kayu secara umum halus, namun pada beberapa bagian teraba kasar.Pola serat pada umumnya lurus. Kayu nyatoh dikenal karena pola seratnya yang indah, bahkan sering dianggap lebih menawan dari Meranti.

Distribusi :

kayu ini lebih mudah ditemukan di wilayah Sulawesi dibanding wilayah lainnya di negara ini. Bahkan hampir semua suplai nyatoh di Jawa berasal dari Sulawesi

Famili : Sapotaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Sengon/Sika
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Sengon/Sika
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Paraserianthes falcataria
Deskripsi :

ohon berukuran sedang sampai besar, tinggi dapat
mencapai 40 m, tinggi batang bebas cabang 20 m. Tidak berbanir, kulit licin,
berwarna kelabu muda, bulat agak lurus. Diameter pohon dewasa bisa mencapai 100
cm atau lebih. Tajuk berbentuk perisai, jarang, selalu hijau

Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda
panjang dapat mencapai 40 cm, terdiri dari 8 – 15 pasang anak tangkai daun yang
berisi 15 – 25 helai daun, dengan anak daunnya kecil-kecil dan mudah rontok.
Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan sekaligus
sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari udara bebas.

Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat
menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan
tidak menonjol kepermukaan tanah.Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur.

Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malai
berukuran sekitar 0,5 – 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit
berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari bunga jantan dan bunga betina,
dengan cara penyerbukan yang dibantu
oleh angin atau serangga.

Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, tidak
bersekat-sekat dan panjangnya sekitar 6 – 12 cm. Setiap polong buah berisi 15 –
30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil, waktu muda berwarna hijau dan jika
sudah tua biji akan berubah kuning sampai berwarna coklat kehitaman,agak keras,
dan berlilin

Distribusi :

Pohon Sengon merupakan spesies yang asli dari Indonesia, Papua New Guinea, Pulau Solomon, dan Australia. Pohon ini sejatinya tersebar secara alami hanya di sekitar wilayah Indonesia bagian timur, seperti Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua. Sengon saat ini sangat digemari oleh negara-negara yang berada di daerah beriklim tropis, seperti Brunei, Kamboja, Kamerun, Fiji, Polinesia, Kiribati, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, Tonga, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Famili : Minosaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Kayu Sirih
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Kayu Sirih
Nama (Inggris) : Amelaun Leaf
Nama (Latin) : Piper aduncum
Deskripsi :

Tanaman sirih hutan merupakan salah satu jenis tanaman dari suku sirih-sirihan (Piperaceae). Tanaman sirih hutan ini termasuk tanaman semak perdu  menjalar dengan ukuran yang kecil dengan tinggi  sekitar 1 m. Batang tanaman sirih hutan berdiameter 2 cm, percabangan banyak, menjalar. Daun tanaman sirih hutan berbentuk spiral elips membulat,  tangkai daun tanaman sirih hutan  panjangnya sekitar 1 cm terselubung, petulangan daun banyak menyirip, mengkilap, dengan ukurannya sekitar 4 cm x 7 cm, berwarna hijau. Bunga tanaman sirih hutan bertangkai seperti duri menyendiri dengan ukuran panjang hingga 4,5 cm. Gagang bunga tanaman sirih hutan panjangnya sedikit lebih panjang dari tangkai daun. Bunga tanaman sirih hutan malai, bunga jantan dan bunga betina berbulu, kelopak bunga panjangnya sekitar 1 mm; Bunga jantan tanaman sirih hutan  memiliki 2 benang sari. Buah kecil bentuknya mirip buah murbei, berukuran sekitar 1,5 mm,  berwarna hijau coklat tua sampai hitam. Budidaya tanaman sirih hutan ini berkembangbiaknya dengan cara stek. Habitat tanaman sirih hutan berada pada daerah yang lembab dengan sinar matahari yang sedikit.

Distribusi :

anaman sirih tumbuh tersebar diberbagai negara di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Selain di Indonesia sirih dijumpai tumbuh pula di India, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, Vietnam, Kamboja bahkan hingga ke Papua New Guinea.

Famili : Piperaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Matoa/Matoha
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Matoa/Matoha
Nama (Inggris) : Fijian Longan
Nama (Latin) : Pometia correase
Deskripsi :
  1. Tanaman matoa berbentuk pohon besar yang berukuran besar dan tinggi. Tanaman ini mampu tumbuh dengan ketinggian hingga 15 m dan diameter batang mencapai 1 m. Bahkan di habitat aslinya, ketinggian rata-rata pohon matoa berkisar antara 20-40 m.
  2. Pohon matoa mempunyai sistem perakaran yang berjenis tunggang. Akar tersebut berperan penting dalam mencari air dan unsur hara sebagai bahan baku dari proses fotosintesis. Khusus untuk pohon matoa yang dikembangbiakkan dari cangkok, stek, atau okulasi, tanaman tersebut juga dilengkapi dengan sistem perakaran yang berjenis serabut.
  3. Batang yang dimiliki oleh pohon matoa berbentuk silindris dan tumbuh secara tegak ke atas. Pada umumnya, batang tersebut berwarna putih kecokelat-cokelatan. Batang pohon matoa mempunyai permukaan yang kasar. Sedangkan percabangannya berjenis simpodial dengan arah tumbuh cabang cenderung miring sampai datar. Tanaman matoa mempunyai percabangan yang cukup banyak sehingga membuatnya menjadi
  4. Tanaman matoa dilengkapi dengan daun yang majemuk. Daun-daun ini tumbuh secara tersusun dan berselang-seling. Setiap cabang tanaman mempunyai sekitar 4-12 pasang anak daun. Daun matoa yang masih muda berwarna merah cerah. Warna daun tersebut akan mengalami perubahan seiring dengan usianya menjadi hijau. Daun matoa berbentuk jorong yang memiliki panjang 30-40 cm dan lebar 8-15 cm. Daun ini memiliki permukaan yang tebal dan kaku, ujungnya meruncing, pangkalnya tumpul, tepinya rata, bertuang menyirip, serta mempunyai permukaan atas dan bawah yang halus.
  5. Buah matoa umumnya berbentuk bulat atau agak lonjong. Panjang buah ini berkisar 5-6 cm serta berwarna hijau, merah, atau hitam sesuai varietasnya. Di dalam buah tersebut terkandung biji yang berbentuk bulat dan berwarna cokelat muda. Buah matoa mempunyai daging yang bertekstur lembek dan warnanya putih kekuningan. Rasa buah matoa dianggap merupakan perpaduan antara kelengkeng, rambutan, dan durian
Distribusi :

Selama ini orang mengenal buah matoa berasal dari Papua, padahal sebenarnya pohon matoa tumbuh juga di Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa pada ketinggian hingga sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut. Selain di Indonesia pohon matoa juga tumbuh di Malaysia, tentunya juga di Papua New Guinea (belahan timurnya Papua), serta di daerah tropis Australia

Famili : Sapindaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Glodokan
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Glodokan
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Polyalthia sp
Deskripsi :

tumbuh tinggi tegak lurus ke atas, dapat capai sekitaran 30 hingga 35 meter. Pohon ini nampak menarik dan bagus dengan jenis arsitektur pohonnya yg lurus. Tanaman ini bagus ditanam dan dipindahkan pas menjangkau tinggi satu hingga dua meter. Ada salah satunya kelemahan dari tipe tanaman ini, ialah bila saat dipindahkan dalam perkembangan tinggi sekitar 5 meter, maka tanaman ini dapat mengalami stress dan kering cukup lama, kira-kira satu bulan baru bisa kembali.

Distribusi :

Indonesia, Pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan

1200 m dpl, dataran rendah, tanah gembur, Hutan Alam dan Hutan Sekunder

Famili : Annonaceae
Musim : Semua Musim
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Linggua/angsana
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Linggua/angsana
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Petrocarpus indica
Deskripsi :

Pohon, yang kadang-kadang menjadi raksasa rimba, tinggi hingga 40m dan gemang mencapai 350cm. Batang sering beralur atau berbonggol; biasanya dengan akar papan (banir). Tajuk lebat serupa kubah, dengan cabang-cabang yang merunduk hingga dekat tanah. Pepagan (kulit kayu) abu-abu kecoklatan, memecah atau serupa sisik halus, mengeluarkan getah bening kemerahan apabila dilukai.

Daun majemuk menyirip gasal, panjang 12–30 cm. Anak daun 5-13, berseling pada poros daun, bundar telur hingga agak jorong, 6-10 × 4–5 cm, dengan pangkal bundar dan ujung meruncing, hijau terang, gundul, dan tipis.

Bunga-bunga berkumpul dalam malai di ketiak, 9–15 cm panjangnya. Bunga berkelamin ganda, berwarna kuning dan berbau harum semerbak, berbilangan-5. Kelopak serupa lonceng, berdiameter 6mm, dua taju teratas lebih besar dan kadang-kadang menyatu. Mahkota lepas-lepas, berkuku, bendera bundar telur terbalik atau seperti sudip. Benang sari 10 helai, yang teratas lepas atau bersatu.

Buah polong bundar pipih, dikelilingi sayap tipis seperti kertas, lk. 6 cm diameternya, tidak memecah ketika masak. Biji 1-4 butir. Polong akan masak dalam waktu 4-6 bulan, berwarna kecoklatan ketika mengering. Bagian tengah polong gundul pada forma indicus dan berbulu sikat pada forma echinatus 

Distribusi :

Penyebaran alami di Asia Tenggara – Pasifik, mulai Birma Selatan menuju Asia Tenggara sampai Filipina dan kepulauan Pasifik. Dibudidayakan luas di daerah tropis. Sebara pohon yang luas ditemukan di hutan primer dan beberapa hutan sekunder dataran rendah, umumnya di sepanjang sungai pasang surut dan pantai berbatu. Merupakan jenis pionir yang tumbuh baik di daerah terbuka. Tumbuh pada berbagai macam tipe tanah, dari yang subur ke tanah berbatau. Biasanya ditemukan sampai ketinggian 600 mdpl, namun masih bertahan hidup sampai 1.300 mdpl. Sering menjadi tanaman hias di taman dan sepanjang jalan. Populasinya berkurang akibat eksploitasi berlebihan, kadangkala penebangan liar menyebabkan hilangnya habitat. Di Vietnam, populasi jenis ini telah punah selama 300 tahun. Survei ekstensif di Sri Lanka gagal menemukan jenis ini dan populasi di India, Indonesia dan Filipina menunjukkan bahwa jenis ini telah terancam. Eksploitasi atas tegakan di Semenanjung Malaysia, mungkin menyebabkan punahnya jenis ini disana dan yang diyakini merupakan populasi terbesar yang tersisa yaitu di New Guinea ternyata telah tereksploitasi dengan parah 

Famili : Fabaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Pisang
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Pisang
Nama (Inggris) : oak
Nama (Latin) : Quercus sp
Deskripsi :

Tinggi pohon bisa mencapai 30 m, panjang batang bebas cabang 10-20 m, diameter 100cm, pohon berbanir dengan tinggi banir sampai 4 m. urat daun mirip pohon mangga, kulit buah seperti salak tetapi lebih halus dan lebih kecil.

Distribusi :

Seluruh Indonesia

Famili : Fagaceae
Musim : Semua Musim
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Kadondong
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Kadondong
Nama (Inggris) : ambarella, otaheite apple, atau great hog plum.
Nama (Latin) : Spondias dulcis
Deskripsi :

Batang: Berkayu, bulat, bercabang, bekas daun nampak jelas, masih muda hijau setelah tua putih kehijauan.Daun: Majemuk, menyirip, anak daun lirna sampai lima belas, berhadapan, bertangkai pendek, bentuk bulat memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi, pertulangan menyirip. panjang 6-10 cm, lebar 25-50 mm, hijau.Bunga: Majemuk, bentuk malai, kelopak panjang ± 1 mmbenang sari delapan sampai sepuluh, kuning, putik empat, pendek, kuning kehijauan.Buah: Buni, bulat memanjang, masih muda hijau setelah tua hijau kuning.Biji: Bulat, berserat, putih.Akar: Tunggang, putih kotor.

Distribusi :

di seluruh daerah tropis

Famili : Anacardiaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Jambu Air
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Jambu Air
Nama (Inggris) : Watter Apple
Nama (Latin) : Syzygium aqueum
Deskripsi :

Pohon, berkayu, silindris, tegak, kulit kasar, batang berwarna cokelat kehitaman, percabangan simpodial. Arah tumbuh batang tegak lurus. Arah tumbuh cabang condong ke atas atau mendatar. Daun tunggal, tidak lengkap, letak berhadapan, bertangkai 0,5-1,5 cm, helaian berbentuk jorong, 7-25 x 2,5-16 cm. Daun bertulang menyirip, ibu tulang daun, tulang-tulang cabang tampak jelas, dan urat-urat daun terlihat jelas. Daging daun tipis seperti perkamen, permukaan gundul, tepi rata. Ujung daun membentuk sudut tumpul, pangkal berlekuk. Tangkai daun berbentuk silindris dan tidak menebal pada bagian pangkalnya

Distribusi :

Indonesia, Malaisya, dan Pulau-pulau di samudra pasifik

Famili : Myrtaceae
Musim : musim panas
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Salam
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Salam
Nama (Inggris) : Indonesian bay-leaf atau Indonesian laurel
Nama (Latin) : Syzygium polyanthum
Deskripsi :

Pohon berukuran sedang, mencapai tinggi 30 m dan gemang 60 cm. Pepagan (kulit batang) berwarna coklat abu-abu, memecah atau bersisik.

Daun tunggal terletak berhadapan, dengan tangkai hingga 12 mm. Helai daun berbentuk jorong-lonjong, jorong sempit atau lanset, 5-16 x 2,5–7 cm, gundul, dengan 6-11 urat daun sekunder, dan sejalur urat daun intramarginal tampak jelas dekat tepi helaian, berbintik kelenjar minyak yang sangat halus.

Karangan bunga berupa malai dengan banyak kuntum bunga, 2–8 cm, muncul di bawah daun atau kadang-kadang pada ketiak. Bunga kecil-kecil, duduk, berbau harum, berbilangan-4; kelopak seperti mangkuk, panjangnya sekitar 4 mm; mahkota lepas-lepas, putih, 2,5-3,5 mm; benang sari banyak, lk. 3 mm, terkumpul dalam 4 kelompok, lekas rontok; piringan tengah agak persegi, jingga kekuningan. Buah buni membulat atau agak tertekan, 12 mm, bermahkota keping kelopak, berwarna merah sampai ungu kehitaman apabila masak

Distribusi :

Salam menyebar di Asia Tenggara, mulai dari Burma, Indocina, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Pohon ini ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan primer dan sekunder, mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 1.000 m (di Jawa), 1.200 m (di Sabah) dan 1.300 m dpl (di Thailand); kebanyakan merupakan pohon penyusun tajuk bawah.

Famili : Myrtaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Jaha/Ketapang
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Jaha/Ketapang
Nama (Inggris) : Bengal almond, Indian almond, Malabar almond, Singapore almond, Tropical almond, Sea almond, Beach almond, Talisay tree, Umbrella tree
Nama (Latin) : Terminalia catappa
Deskripsi :

Pohon besar, tingginya mencapai 40 m dan gemang batang sampai 1,5 m. Bertajuk rindang dengan cabang-cabang yang tumbuh mendatar dan bertingkat-tingkat; pohon yang muda sering tampak seperti pagoda. Pohon-pohon yang tua dan besar acap kali berbanir (akar papan), tingginya bisa hingga 3 m

Daun-daun tersebar, sebagian besarnya berjejalan di ujung ranting, bertangkai pendek atau hampir duduk. Helaian daun bundar telur terbalik, dengan ujung lebar dengan runcingan dan pangkal yang menyempit perlahan, helaian di pangkal bentuk jantung, pangkal dengan kelenjar di kiri-kanan ibu tulang daun di sisi bawah. Helaian serupa kulit, licin di atas, berambut halus di sisi bawah; kemerahan jika akan rontok

Bunga-bunga berukuran kecil, terkumpul dalam bulir dekat ujung ranting, panjang 8–25 cm, hijau kuning. Bunga tak bermahkota, dengan kelopak bertaju-5, bentuk piring atau lonceng, putih atau krem. Benang sari dalam 2 lingkaran, tersusun lima-lima. Buah batu bulat telur gepeng, bersegi atau bersayap sempit, 2,5–7 x 4–5,5 cm, hijau-kuning-merah, atau ungu kemerahan jika masak

Distribusi :

Ketapang merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara dan umum ditemukan di wilayah ini, kecuali di Sumatra dan Kalimantan yang agak jarang didapati di alam. Pohon ini biasa ditanam di Australia bagian utara dan Polinesia; demikian pula di India, Pakistan, Madagaskar, Afrika Timur dan Afrika Barat, Amerika Tengah, serta Amerika Selatan.

Pohon ini cocok dengan iklim pesisir dan dataran rendah hingga ketinggian sekitar 400 m dpl.; curah hujan antara 1.000–3.500 mm pertahun, dan bulan kering hingga 6 bulan. Ketapang menggugurkan daun hingga dua kali setahun, sehingga tumbuhan ini bisa tahan menghadapi bulan-bulan yang kering. Buahnya yang memiliki lapisan gabus dapat terapung-apung di air sungai dan laut hingga berbulan-bulan, sebelum tumbuh di tempat yang cocok. Buahnya juga disebarkan oleh kelelawar

Famili : Combretaceae
Musim :
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Taulate
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Taulate
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Tristania sp
Deskripsi :

Daun tunggal, umumnya berhadapan, berseling; tepi daun rata, tidak berdaun penumpu; pada daun terdapat bintik-bintik kelenjar minyak, jika diremas bau harum. Pada beberapa marga mempunyai “marginal vein” (bertulang daun tepi). Bunga jantan – betina, kelompok berlekatan membentuk tabung di atas bakal buah, mahkota bebas atau berlekatan, kadang-kadang rontok sebelum mekar. Benang sari: banyak tangkai sari panjang dan ramping. Bakal buah setengah tenggelam. Buah buni, batu, kotak. Kulit mengelupas tipis, permukaan baru yang licin.

Distribusi :

Indonesia Timur terdapat habitat Aslinya

Famili : Myrtaceae
Musim : Semua Musim
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Hiru (Resak)
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Hiru (Resak)
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Vatica papuana
Deskripsi :

sifat umum dari famili Dipterocarpaceae antara lain pohon berukuran besar atau kecil, berdamar dan selalu menghijau. Pada umumnya batang berbanir dan kulit luar biasanya bersisik atau beralur dan seringkali mengelupas.  Daun tunggal dengan kedudukan berselang-seling (alternate), bertepi rata atau beringgit, bertulang sirip, seringkali berdaging, daun penumpu (Stipula) besar  atau kecil dan seringkali mudah rontok. bunga berkelamin dua, terletak di ujung ranting atau di ketiak daun dalam bentuk malai atau tandan. Daun kelopak berjumlah 5 helai, seringkali menyerupai sayap.  Daun mahkota berjumlah 5 helai, berpilin dalam kuncup dan dasar lepas atau berlekatan.  Benang sari berjumlah 5 -110 dan melebar dalam satu atau beberapa baris.  Tangkai sari umumnya bebas, pendek, seringkali pangkalnya melebar dan beberapa diantaranya sukar rontok.  Bakal buah beruang 3 (jarang 2) atau beruang 1 tidak sempurna.  Bakal biji berjumlah 2-3 pada setiap ruang, menempel pada dinding.  Buah kebanyakan tidak memecah, berbiji satu, kulit buah mengeras (mengayu), endosperm kebanyakan tidak ada dan lembaga tegak.

Distribusi :

Famili Dipterocarpaceae menyebar mulai dari Afrika, Seychelles, Ceylon hingga Semenanjung India, selanjutnya di India Timur, Bangladesh, Burma, Tahiland, Indocina, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Philipina. Secara alami jenis-jenis Dipterocarpaceae merupakan hutan alam campuran yang tersebar luas pada berbagai topografi pada ketinggian dibawah 80 m dpl dan jarang ditemukan hutan-hutan Dipterocarpaceae murni atau berkelompok pada ketinggian 800 m dpl.

Famili : Dipterocarpaceae
Musim : Semua Musim
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Gofasa
photo
 
Tanggal : 27 Jan 2018
Nama Tumbuhan : Gofasa
Nama (Inggris) :
Nama (Latin) : Vitex cofassus
Deskripsi :

Pohon gofasa atau biti berukuran sedang hingga besar dan dapat mencapai tinggi hingga 40 meter. Batangnya biasanya tanpa banir dan diameternya dapat mencapai 130 cm, beralur dalam dan jelas, kayunya padat dan berwarna kepucatan. Kayunya tergolong sedang hingga berat, kuat, tahan lama dan tidak mengandung silika. Kayu basah beraroma seperti kulit.

Daun bersilangan dengan atau tanpa bulu halus pada sisi bawahnya. Susunan bunga terminal, merupakan bunga berkelamin ganda, dimana helai kelopaknya bersatu pada bagian dasar membentuk mangkuk kecil, sedang helai mahkotanya bersatu pada bagian dasar yang bercuping 5 tidak teratur. Mahkota putih keunguan, terdapat tangkai dan kepala sari di dalam rongga mahkota, bakal buah di atas dasar bunga (superior). Buah berdaging, bulat hingga lonjong, dengan diameter 5-12 mm yang saat masak berwarna ungu tua. Terdapat 1 – 4 biji dalam setiap buahnya.

Distribusi :

Pohon gofasa atau kayu biti (Vitex cofassus) yang merupakan flora identitas provinsi Gorontalo, tumbuh tersebar secara alami di Sulawesi, Maluku, Papua Nugini, Kepulauan Bismarck, dan Pulau Solomon.

Habitat pohon gofasa ini adalah hutan di dataran rendah sampai ketinggian 2000 m dpl. Gofasa tumbuh baik pada tanah berkapur dengan tekstur mulai lempung hingga pasir. 

Famili : Verbenaceae
Musim : Dijumpai di daerah dengan musim basah dan kering yang nyata. Pada musim kemarau, pohon gofasa menggugurkan daunnya.
Sosial :
Ukuran (cm) : 0
Status Konversi
Nasional: : Tidak Dilindungi
Internasional: : CITES (No Apendix) ; IUCN (No Evaluasi)
 
Anda Pengunjung Ke
14
Jumlah Pengunjung
Hari Ini : 14
Kemarin : 152
Aketajawe Lolobata, Copyright © 2017
Support By :   Qithycomp