3 pengunjung hari ini
Aketajawe Lolobata Lolobata

Data dan Informasi Potensi Kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata

 

No

Data Kawasan

 

Keterangan

1.

Nama Kawasan

Taman Nasional Aketajawe Lolobata

2.

Fungsi

Taman Nasional

3.

Status Hukum

  • SK Penunjukan Taman Nasional Nomor : SK.397/Menhut-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004
  • SK Penetapan Blok Aketajawe Nomor : SK.1919/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 4 April 2014
  • SK Penetapan Blok Lolobata Nomor : SK.350/Menhut-II/2010 tanggal 25 Mei 2010

4.

Luas Kawasan

  • Blok Aketajawe 77.793,95 Ha
  • Luas Blok Lolobata 89.525,37 Ha
  • Luas total 167.319,32 Ha

5.

Letak geografis kawasan

  1. Blok Aketajawe

127036’1,36” E – 127053’45,25” E dan 0045’28,07” N - 0023’57,325” N

  1. Blok Lolobata

128017’5,25” E - 128040”41,437” E dan 0059’48,57” N - 1028’53,04” N

6.

Letak Administrasi

  • Blok Aketajawe : Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Tengah
  • Blok Lolobata : Kecamatan Maba, Kecamatan Wasile Utara dan Kecamatan Wasile Timur Kabupaten Halmahera TImur

7.

Unit Pengelola

Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Jl. Empat Puluh, Desa Galala-Sofifi, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara

8.

Sejarah Pengelolaan Kawasan

Taman Nasional Aketajawe Lolobata ditunjuk berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor : SK.397/Menhut-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004 dengan luas 167.300 ha. Kawasan terdiri dari dua blok, yaitu Blok Aketajawe seluas 77.100 ha dan Blok Lolobata seluas 90.200 ha.

Kemudian ditetapkan dengan SK SK Penetapan Blok Aketajawe Nomor : SK.1919/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 4 April 2014 dan SK Penetapan Blok Lolobata Nomor : SK.350/Menhut-II/2010 tanggal 25 Mei 2010.

9.

Type Ekosistem di Kawasan

  1. Ekosistem Hutan Dataran Rendah (0-700 mdpl)
  2. Ekosistem Hutan Pengunungan Bawah ( > 700 mdpl)
  3. Ekosistem Hutan Bukit Kapur (Karst)
  4. Ekosistem Rawa Air Tawar

10.

Potensi kawasan yang meliputi:

  • gambut,

 

-

 

  • bentang alam/landscape,

Air terjun, goa, danau, telaga, kars

 

  • jenis tanah

Inceptisol, Entisol, Alfisol dan Mollisol

 

  • geologi

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Ternate Maluku Utara tahun 1980, kawasan TNAL tersusun dari beberapa formasi geologi, yaitu:

Pada Kawasan Blok Aketajawe

  1. Batuan gunung api
    • Formasi kayasa: breksi, lava, dan tufa bersusunan andesit dan basal.
    • Formasi bacan: breksi, lava, dan tufa bersusunan andesit dan basal.
  2. Batuan sedimen
    • Formasi tingteng: batu gamping hablur, batuan gamping, napal, dan batu pasir.
    • Formasi weda: batu pasir, napal, tufa, konglomerat, dan batu gamping.

Pada Kawasan Blok Lolobata

  1. Batuan sedimen
    • Formasi dorosagu: batu pasir, batu lanau, batu lempung, serpih, konglomerat, dan batu gamping.
    • Formasi weda: batu pasir, napal, tufa, konglomerat, dan batu gamping.
    • Formasi tingteng: batu gamping hablur, batuan gamping, napal, dan batu pasir
    • Formasi dodaga: batu lanau, serpih, batu pasir, napal, dan batu gamping.
  2. Batuan gunung api
    • Formasi bacan: breksi, lava, dan tufa bersusunan andesit dan basal.
  3. Batuan beku
    • Kompleks batuan ultrabasa: serpentinit, dunit, basal, gabro, dan diabas

 

  • Posisi Kawasan konservasi dalam DAS

Terdapat 23 sungai yang berhulu di dalam kawasan TN Aketajawe Lolobata, 14 sungai di Blok Aketajawe dan 9 sungai di Blok Lolobata. Untuk blok Aketajawe, Daerah Aliran Sungai (DAS) terbesar yang masuk ke dalam kawasan taman nasional adalah DAS Ake Kobe (meliputi 40,5 persen dari blok kawasan taman nasional), DAS Ake Tayawi (23,7 persen), dan DAS Ake Fidi (9,8 persen). Sedangkan untuk Blok Lolobata, DAS terluas dalam kawasan adalah DAS Akelamo (56,7 persen), DAS Onat (23,8 persen), dan DAS Gogaili (5,2 persen)

 

  • Tipe Iklim,

Berdasarkan klasifikasi iklim Oldeman, kawasan TN Aketajawe Lolobata termasuk zone agroklimat D1 dengan rata-rata curah hujan tahunan 2356 mm dan hari hujan 122 hari per tahun.

 

  • Curah hujan,

Blok Lolobata, rata-rata curah hujan maksimum terjadi pada bulan Juni (293 mm) dan minimum pada bulan Okbtober (111 mm). Temperatur rata-rata bulanan berkisar antara 25,20 C (bulan Juni)  sampai 26,30 C (Januari, Maret, Mei, Nopember). Periode basah (curah hujan > 200 mm) berlangsung selama 4 bulan (April – Juli) tanpa adanya bulan kering.

Blok Aketajawe berdasarkan stasiun pengamat cuaca PT. Weda Bay Nikel (2001), rata-rata curah hujan maksimum 545,2 mm terjadi bulan Juli dan minimum 57,5 mm pada bulan Januari Temperatur rata-rata bulanan berkisar antara 21,90 C (bulan Juni)  sampai 35,50 C (Agustus), kelembaban udara berkisar antara 48 % (Pebruari) sampai 98 % (Juli, Agutus). Periode basah (curah hujan > 200 mm) berlangsung selama 3 bulan (Mei – Juli) dan bulan kering (curah hujan < 60 mm) berlangsung selama 3 bulan (Nopember – Januari)

 

  • ketinggian,
  • Dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 0-700 mdpl
  • Dataran tinggi dengan ketinggian 500 – 1500 m

 

  • kelerengan/topografi,

Berdasarkan peta kelas lereng skala 1 : 750.000, kawasan TN Aketajawe Lolobata mempunyai topografi berombak, bergelombang, berbukit dan bergunung dengan beberapa kelas lereng yaitu  0 – 2 %, 2 – 15 %, 15 – 40 % dan > 40 %.  Ketinggian tempat dalam kawasan ini sangat bervariasi, mulai dari ± 400 m – 1.206 m dari permukaan laut, dengan beberapa gunung seperti Gunung Iga (± 1.130 m), Gunung Manyasal (± 895 m), Gunung Popudo (± 975 m) dan Gunung Isalei (± 1.070 m) dan Gunung Towongo, Gunung Momomomjoi. Berdasarkan ketinggian tempat di atas permukaan laut,  kawasan TN Aketajawe Lolobata dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :

 

  • gejala/fenomena alam
  • Air terjun
  • Goa
  • Natural bridge 

 

  • obyek daya tarik wisata
  • Pengamatan burung
  • Air terjun Havo
  • Air terjun Goshimo
  • Air terjun Bay Roray
  • Sungai Tayawi
  • Pengamatan Kupu-kupu
  • Susur Goa

 

  • keberadaan situs sejarah
  • Makam leluhur Masyarakat Tobelo Dalam (MTD) atau suku Togutil.
  • Batu tulis yang dikeramatkan dengan banyak pahatan nama orang yang lewat jalur tersebut.

11.

Aksesibilitas menuju kawasan,

  • Dari luar Maluku Utara menuju bandara Baabullah Ternate à pelabuhan Semut (Mangga Dua) à speed boat (1 jam) à pelabuhan Sofifi à kantor Balai TNAL
  • Resort Tayawi : dari kantor Balai TNAL dengan jalur darat selama 1,5 jam menuju Resort Tayawi (arah Halmahera Tengah)
  • Resort Binagara : dari kantor Balai TNAL dengan jalur darat selama 1,5 jam menuju Resort Binagara (arah Halmahera Timur)

12.

Sarpras di dalam kawasan

  • Resort Tayawi : guest house, rumah pohon
  • Resort Binagara : jembatan, rumah pohon, gazebo

13.

Data kerjasama pengelolaan kawasan dengan pihak lain,

  • Kelompok pemandu wisata “Totango” di Resort Binagara
  • Kelompok “Sanggar Wisata” di Resort Tayawi

14.

Permasalahan Kawasan

  • Batas kawasan yang berada didalam kebun masyarakat transmigrasi

15.

Data pemulihan ekosistem

Berada di zona rehabilitasi gunung Botak seluas 1.200 Ha, SPTN Wilayah III Subaim

16.

Kondisi Penataan Zona/blok

  1. Zonasi Blok Lolobata : SK Direktur Jenderal PHKA Nomor SK.57/IV-SET/2014 tanggal 17 Maret 2014
      1. Zona Inti = 50,111.59
      2. Zona Rimba = 14,306.19
      3. Zona Pemanfaatan = 7,979.40
      4. Zona Tradisional = 14,427.86
      5. Zona Rehabilitasi = 2,700.33
  2. Zonasi Blok Aketajawe : SK Direktur Jenderal PHKA Aketajawe Nomor SK.56/IV-SET/2014 tanggal 17 Maret
      1. Zona Inti = 30.709,60
      2. Zona Rimba = 37.573,05
      3. Zona Pemanfaatan = 2.703,50
      4. Zona Tradisional = 2.705,23
      5. Zona Rehabilitasi = 3.408,62

17.

Kerjasama Pengelolaan Kawasan

  1. Kerjasama
      1. Mitra Kerja : PT. Antam, Tbk
      2. Persetujuan : -
      3. Perjanjian Kerjasama : -
      4. Judul Kerjasama : Pemasangan Repeater
      5. Jangka Waktu : -

18.

Arah prioritas pengelolaan

Pengelolaan berbasis masyarakat à sedang melaksanakan Role Model Pengelolaan Suaka Paruh Bengkok

19.

Tutupan lahan

Kawasan ini di dominasi oleh kawasan Hutan Lahan Kering Primer dan Sekunder/bekas tebangan

 

 

 

No.

Keanekaragaman Hayati

 

1.

Potensi flora dan fauna secara umum

Teridentifikasi sebanyak 431 jenis flora dan fauna

  1. Flora : teridentifikasi 237 jenis
      1. 98 jenis Pohon/permudaannya
      2. 41 jenis Tumbuhan bawah
      3. 35 jenis Tumbuhan lain
      4. 63 jenis Tumbuhan Obat
  2. Fauna : teridentifikasi 194 jenis
      1. 13 jenis Mamalia
      2. 141 jenis Aves
      3. 19 jenis Reptile
      4. 8 jenis Amphibi
      5. 13 jenis Insecta

2.

Satwakunci/flagship spesies

Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii) berdasarkan SK. Kepala Balai TN Aketajawe Lolobata Nomor : 65 /BTNAL/2012

3.

Data Potensisatwa 25 prioritas

Kakatua Putih (Cacatua alba)

4.

Flora dan fauna endemic

  1. Flora àbelum semua data dikumpulkan
      1. Pohon : -
      2. Palm : -
      3. Tanaman obat : -
      4. Anggrek : -
      5. Begonia 1 jenis endemik
  2. Fauna
      1. Aves : 25 jenis endemic
      2. Reptile : 2 jenis ular dan masih perlupengumpulan data
      3. Amfibi : belum terdapat data
      4. Kupu-kupu : masih menunggu rekap identifikasi ekspedisi lolobata
      5. Capung : baru ditemukan 5 jenis yang endemic (hasil ekspedisi lolobata), masih butuh literature lagi
      6. Mamalia : masih belum melakukan pendataan

5.

Data kondisi habitat satwa 25 prioritas

Kondisi habitat satwa prioritas masih sangat baik

No.

Sosekbud

 

1.

Ekonomi dan social budaya masyarakat sekitar kawasan

Pada umumnya masyarakat disekitar kawasan TNAL merupakan masyarakat yang bekerja sebagai petani lahan perkebunan (kelapa, cengkeh, pala dan coklat).

2.

Demografi Desa sekitar Kawasan Konservasi

  1. SPTN Wilayah I Weda à 52 desa
  2. SPTN Wilayah II Maba à 22 desa
  3. SPTN Wilayah III Subaim à 34 desa

3.

Sejarah pemukiman di dalam KK

  1. SPTN Wilayah I Weda
      1. Terdapat pemukiman Masyarakat Tobelo Dalam (MTD) di kawasan Resort Tayawi. Beberapa anggota masyarakat telah dibuatkan pemukiman (perumahan) oleh pemerintah setempat dikawasan TNAL sebelum terdapat penunjukan kawasan taman nasional. Sebelumnya MTD atau suku Togutil tersebut hidup didalam hutan secara berpindah-pindah dengan berburu.
      2. Terdapat pemukiman asli dengan makam leluhur mereka di tengah-tengah kawasan. Pemukimannya bernama dusun Kulo.
  2. SPTN Wilayah II Maba
      1. Terdapat beberapa kelompok MTD didalam kawasan yang telah ada sejak dahulu sebelum TNAL ditunjuk
  3. SPTN Wilayah III Subaim
      1. Terdapat pemukima transmigrasi di kawasan Resort Binagara tahun 1984. Area pertanian mereka berada dalam kawasn taman nasional. Desa tersebut bernama desa Ake Jawi, kecamatan Wasile Selatan, kabupaten Halmahera Timur.
      2. Pemukiman MTD di dalam kawasan di area sungai Dodaga.

4.

Ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya alam di Kawasan Konservasi (mencakup adat istiadat masyarakat, kearifan tradisional dalam pengelolaan sumber daya alam oleh masyarakat setempat (PIAPS) dan potensi tekanan masyarakat terhadap Kawasan konservasi misalnya perambahan, illog dll),

  1. Masyarakat asli MTD sangat tergantung oleh segala sumber daya alam di taman nasional, segala aktifitas kehidupan bersumber dari dalam kawasan.
  2. Masyarakat desa sekitar hanya sebagian bergantung kawasan, sebagian untuk berburu, mencari damar dan mencari gaharu.

 

 

Anda Pengunjung Ke
3
Jumlah Pengunjung
Hari Ini : 3
Kemarin : 63
Aketajawe Lolobata, Copyright © 2017
Support By :   Qithycomp