5 pengunjung hari ini

Berita

Phalanger Budo/Albino

Phalanger Budo/Albino

Phalangger Ornatus

 

Hobbata....

sesuatu yang tidak terduka terpotret oleh pegawai Balai TN Aketajawe Lolobata , yaitu se ekor Phalanger yang sangat jarang, yaitu Kus kus Albino atau kuso-kuso budo di Resort Akejira, SPTN Wilayah I Weda.

 

Kuskus adalah mamalia berkantung (Marsupialianokturnal termasuk dalam famili Phalangeridae. Kelompok hewan ini persebarannya terbatas di Indonesia bagian timur (Sulawesi, Maluku, dan Papua), Australia dan Papua New Guinea. Total genus kuskus di dunia ada enam genus yakni AiluropsPhalangerSpilocuscusStrigocuscusWyulda, dan Trichosurus, empat genus yang disebut pertama dapat ditemukan di Indonesia.

Kuskus diketahui berkisar dalam ukuran dari hanya 15 cm sampai lebih dari 60 cm, meskipun kuskus berukuran rata-rata cenderung sekitar 45 cm (18 inci). Kuskus juga memiliki cakar yang panjang dan tajam yang membantu kuskus saat bergerak di sekitar pepohonan. Kuskusnya memiliki bulu yang tebal dan bermacam warna seperti coklat,hitam dan putih.Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat (prehensile) yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon.

Sumber : Wipedia

 

 

 

Oleh :

dpnugraha

Baca Selengkapnya
TN. Aketajawe Lolobata Ikuti Sosialisasi Perijinan Penelitian Asing

TN. Aketajawe Lolobata Ikuti Sosialisasi Perijinan Penelitian Asing

 

Sofifi, 27 Maret 2019. Kemarin (26/03), Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) yang didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha melakukan kunjungan ke Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) di Ternate. Kepala Balai TNAL disambut oleh Wakil Dekan I Bidang Akedemik dan Ketua Jurusan Pertanian di Ruang Kerja Dekan. Pada pertemuan tersebut Kepala Balai menyatakan menyambut baik kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Unkhair di kawasan TNAL yang telah berjalan dengan baik.

 

Pada kesempatan tersebut, kedua pihak menyepakati akan melakukan pertemuan bersama beberapa universitas lainnya dan pihak terkait untuk menyusun roadmap penelitian pada kawasan TNAL, sehingga kegiatan-kegiatan penelitian dapat dilakukan secara sinergi. Selain itu Universitas Khairun juga menjadwalkan akan mengundang Kepala Balai TNAL beserta pejabat fungsional. Kepala Balai diundang untuk memberikan kuliah umum, sedangkan Pejabat Fungsional diundang untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa Unkhair sebelum melaksanakan kegiatan PKL atau magang di kawasan taman nasional.

 

Kegiatan magang mahasiswa Universitas Khairun seperti kegiatan pengabdian masyarakat nantinya akan dilaksanakan di desa-desa di sekitar kawasan TNAL yang memiliki konflik tenurial. Selain pembahasan beberapa kegiatan diatas, Balai TNAL dan Universitas Khairun Ternate juga akan melakukan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama.

 

Setelah melakukan koordinasi dengan Fakultas Pertanian, Rombongan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata menghadiri kegiatan Sosialisasi Perijinan Penelitia Asing yang juga dilaksanakan di Unkhair Ternate. Acara tersebut di buka langsung oleh Rektor Unkhair dan Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti. Narasumber yang mengisi acara tersebut antara lain, Subdit Perijinan Penelitian Kemenristekdikti, Kemenkum HAM Kota Ternate, LIPI,dan Direktorat KKH Kementerian LHK.

 

Oleh:

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Hari Bakti Rimbawan Maluku Utara, Dari Donor Darah Sampai Perebutan Gelar Juara

Hari Bakti Rimbawan Maluku Utara, Dari Donor Darah Sampai Perebutan Gelar Juara

 

Sofifi, 21 Maret 2019. Hari Bakti Rimbawan di provinsi Maluku Utara dilaksanakan dengan melibatkan semua UPT Kementerian LHK seperti Balai TN Aketajawe Lolobata, Balai PDASHL Akemalamo, dan Seksi KSDA ternate termasuk Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara dan mitra.

 

Rangkaian Hari Bakti Rimbawan di Maluku Utara berlangsung selama 3 (tiga) hari. Sejak hari Sabtu  tanggal 16 Maret 2019 telah dilakukan beraneka perlombaan antar instansi lingkup kehutanan dan lingkungan hidup dan mitra. Jenis perlombaan yang dilombakan adalah voli, sepak bola gawang kecil, bulu tangkis, tenis meja, dan menyanyi. Perlombaan dilaksanakan di Sofifi, di Kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata.  Selain perlombaan juga dilakukan kegiatan penanaman pohon  untuk penghijauan.

 

Juara  umum perlombaan di raih kembali oleh Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Hal ini menegaskan bahwa Balai TNAL merupakan langganan juara pada perlombaan Hari Bakti Rimbawan, karena telah mengoleksi piala juara umum selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan donor darah oleh para  rimbawan.

 

Oleh:

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Rapat Bersama Burung Indonesia dan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Rapat Bersama Burung Indonesia dan Balai TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 21 Maret 2019. Burung Indonesia kembali melakukan rapat bersama di Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata pada tanggal 19 dan 20 Maret 2019. Agenda rapat tersebut adalah pemaparan hasil investigasi sementara peredaran dan perburuan burung paruh bengkok di Provinsi Maluku Utara, persiapan pengisian materi/bahan di gedung pusat informasi Suaka Paruh Bengkok, dan Penyusunan Rencana Kerja (RKT) tahun 2019 serta evaluasi kegiatan tahun 2018.

 

Hasil investigasi sementara peredaran burung paruh bengkok diantaranya adalah adanya penurunan tingkat kategori perburuan pada beberapa desa dari 27 desa yang dijadikan lokasi penelitian serta motif ekonomi bukan menjadi penyebab utama dari perburuan burung tersebut. Burung Indonesia berkomitmen membantu pengisian bahan materi atau media pada Suaka Paruh Bengkok termasuk memberikan dukungan terhadap rencana Balai TNAL dengan Kesultanan Tidore untuk melakukan pengukuhan kawasan TNAL secara adat oleh Sultan Tidore di Kedaton Tidore.

 

Pelaksanaan program kerja sama antara Burung Indonesia dengan Balai TNAL sebagian besar telah dilaksanakan, diantaranya adalah pemberdayaan masyarakat, rapat penyusunan roadmap pengelolaan Suaka Paruh Bengkok dan peningkatan kapasitas SDM.

 

 

Oleh :

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Heboh Lebah Raksasa, Komda SDG Malut Adakan Pertemuan di TN. Aketajawe Lolobata

Heboh Lebah Raksasa, Komda SDG Malut Adakan Pertemuan di TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 21 Maret 2019. Lebah raksasa atau Megachile pluto menjadi perbincangan peneliti dan akademisi beberapa bulan terakhir. Menyikapi hal tersebut, Komisi Daerah Sumber Daya Genetik (Komda SDG) Maluku Utara menggelar pertemuan anggota. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2019 di kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL).

 

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Balitbangda Provinsi Maluku Utara selaku Wakil Ketua Komda SDG tersebut dihadiri juga oleh Bappeda Provinsi Maluku Utara, Wallacea Nature, Pemandu Lokal, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, Balai KSDA Maluku SKW I Ternate, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara, Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, BPTP Maluku Utara, LPPM Universitas Khairun dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara.

 

Pada kesempatan tersebut pemandu wisata setempat menceritakan tentang kronologis kedatangan Clay, fotografer serangga, beserta rekanannya yang berhasil mendokumentasikan Lebah Raksasa Wallace tersebut. Kronologis ini perlu disampaikan untuk meluruskan beberapa pemberitaan yang simpang siur terhadap penemuan kembali lebah endemik Maluku Utara ini. Balai TNAL juga menyampaikan bahwa pihak pusat, Direktorat KKH, LIPI, Puslitbanghut, dan BKSDA Maluku telah mengadapkan pertemua atas temuan Lebah Raksasa tersebut. Hasil pertemuan tingkat pusat tersebut menghasilkan arahan dari Direktur KKH agar Balai TNAL bersama Balai KSDA Maluku segera melakukan pre-survei sebelum tim gabungan dari pusat melakukan survei bioekologi terhadap lebah tersebut.

 

Pertemuan Komda SDG Malut ini menghasilkan 7 (tujuh) rekomendasi yang selanjutnya akan dilaporkan kepada Gubernur Maluku Utara. Diantara rekomendasi tersebut diantaranya adalah melakukan riset bersama terhadap Megachile pluto dan seluruh pihak akan melakukan pengawasan terpadu terhadap peredaran pemanfaatan, dan perlindungan lebah raksasa.

 

Oleh :

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Serunya HPSN 2019 TN. Aketajawe Lolobata Bersama Stakeholder

Serunya HPSN 2019 TN. Aketajawe Lolobata Bersama Stakeholder

 

 

Sofifi, 4 Maret 2019. Sampah memang selalu ada setiap saat di sekitar kita. Terutama sampah plastik. Demi mengurangi keberadaan sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuat program Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2019.

 

Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) pagi tadi telah melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah di sepanjang jalan Empat Puluh, di Sofifi. Kegiatan ini sekaligus memperingati HPSN 2019. Tidak hanya sekedar membersihkan sampah, tetapi juga dilaksanakan penyuluhan dan penyadartahuan kepada pelajar dan masyarakat dengan melibatkan mereka dalam kegiatan yang positif tersebut.

 

Diawali dengan upacara pembukaan HPSN yang di pimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara, Ridwan, mewakili Gubernur Provinsi Maluku Utara yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Ridwan mengajak untuk menjadikan Sofifi sebagai daerah yang bersih dari sampah sehingga nyaman sebagai tempat hunian. Ridwan juga menyampaikan program pemerintah daerah Provinsi Maluku Utara tahun 2019 terkait tentang pengelolaan sampah. Yaitu, akan di bangun sebanyak 18 titik lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan satu buah Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

Setelah acara pembukaan selesai, sebagian peserta melakukan penanaman pohon di pinggir jalan dan sebagian lainnya bersih-bersih sampah. Dibekali dengan kantong sampah berukuran besar, para siswa Sekolah Dasar yang didampingi oleh gurunya sangat antusias untuk mengumpulkan sampah. Kantong sampah yang telah penuh dan terkumpul langsung di angkut ke tempat penampungan sampah sementara. Kegiatan ini juga diikuti oleh wartawan Kompas sebanyak 2 (dua) orang.

 

“Semoga dengan kegiatan seperti ini, masyarakat akan semakin sadar tentang pengelolaan sampah dan tidak membuang sampah di semua tempat”, kata Wahyudi, Kepala Balai TNAL.

 

Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama, dimana Balai TNAL juga menyediakan gelas minum beserta tutupnya bagi para peserta untuk di bawa pulang sebagai cinderamata dengan tujuan agar tidak menggunakan air mineral dalam kemasan. Hal ini juga untuk mengurangi sampah plastik.

 

Kegiatan HPSN 2019 ini semakin meriah dengan diadakannya kuis tentang sampah oleh instansi-instansi terkait dengan hadiah yang menarik.

 

Oleh :

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Workshop Kemitraan Konservasi AMAN dan TN. Aketajawe Lolobata

Workshop Kemitraan Konservasi AMAN dan TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 14 Februari 2019. Sinergitas dalam pengelolaan suatu kawasan konservasi sangat diperlukan. Hal ini serupa dengan 10 Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi yang disampaikan oleh Dirjen KSDAE, Wiratno. Oleh karenanya Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata  (TNAL) bersama Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN) Maluku Utara melakukan kegiatan workshop kemitraan konservasi. Workshop tersebut dilaksanakan di kantor SPTN Wilayah I Weda kemarin (13/02). Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Balai TNAL beserta para struktural, AMAN, perwakilan dari Balai PSKL Wilayah Maluku Papua, dan perwakilan dari Desa Kobe dan Desa Sawai Itepo tersebut merpakan tindak lanjut dari pertemuan pada bulan Oktober 2018 lalu.

 

Acara diawali dengan pemutaran film Tangkahan dan presentasi 10 Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi Oleh Kepala Balai. Kepala Balai berharap bahwa kegiatan workshop ini dapat melahirkan gagasa-gagasan yang yang konstruktif, namun untuk menjawab keinginan masyarakat secara cepat dapat membentuk skema kemitraan konservasi.

 

Materi perhutanan sosial dan akses keadilan bagi masyarakat adat sekitar hutan juga disampaikan oleh Kepala Seksi Penyiapan Kawasan dan Usaha Perhutanan Sosial yang mewakili Balai PSKL pada acara tersebut. Dalam kesempatan lainnya, Ketua Aman menyampaikan bahwa eksistensi masyarakat adat tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat itu sendiri.

 

Pada akhir kegiatan diperoleh hasil bahwa masyarakat Desa Sawai Itepo yang merupakan desa pemekaran dari Desa Kobe telah menerima keberadaan Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Kegiatan selanjutnya adalah sosialisasi dan verifikasi serta validasi turun ke lapangan bersama AMAN guna meninjau lahan masyarakat yang terindikasi masuk dalam kawasan TNAL.

“hal ini merupakan langkah maju dalam penyelesaian konflik tenurial antara Balai TNAL dengan desa-desa sekitae kawasan”, tutup Wahyudi, Kepala Balai TNAL.

 

 

Oleh:

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Mulai Menampakkan Diri, Begini Wajah “The Invisible Raill” di TN. Aketajawe Lolobata

Mulai Menampakkan Diri, Begini Wajah “The Invisible Raill” di TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 8 Februari 2019. The Invisible Raill, begitulah penyebutan burung dengan nama Indonesia Mandar Gendang ini. Dahulu burung endemik Pulau Halmahera ini disebut dengan Drummer rail namun karena catatannya sedikit dan sangat sulit untuk dijumpai menjadikan ”The Invisible Raill” menjadi nama populernya sekarang. Burung ini pernah menjadi artis perangko Pos Indonesia pada tahun 2012.

 

Disebut Mandar Gendang, karena memiliki suara yang serupa dengan tabuhan genderang dengan iringan suara lainnya seperti bebek. Suara tersebut sangat keras dan riuh, sehingga bisa terdengar dengan mudah oleh pengamat burung. Mandar Gendang memiliki paruh dan kaki berwarna jingga (orange), selebihnya warna hitam menyelimuti seluruh bagian tubuhnya. Akhirnya burung dengan status Rentan (IUCN) ini terdokumentasi oleh petugas Resort Ake Jawi (dulu Resort Binagara) untuk ke-dua kalinya setelah tahun 2017 lalu.

 

Berawal dari kegiatan rutin petugas Resort yang mendapatkan informasi dari pemandu wisata yang melewati jalur pengamatan Bidadari Halmahera, bahwa mereka beberapa kali mendengar suara Mandar Gendang pada jalur tersebut. Maka diputuskan untuk menunggu burung misterius ini di jalur sesuai info tersebut. Hari Selasa, 5 Februari 2019, setelah beberapa jam menunggu sambil mengamati Paok Maluku Utara, keluarga Red bellied Pitta, sekitar pukul 11.00 WIT David, Adriel, dan Alim mendengar suara Mandar Gendang. Bergegaslah membuat tempat bersembunyi agar tidak terlihat dan dapat mengambil dokumentasi burung yang sensitive dan pemalu ini. Walaupun melintasi semak-semak dengan jarak pandang yang cukup jauh, burung endemik tersebut berhasil didokumentasikan oleh petugas resort yang juga seorang Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Petugas resort sangat senang sekali.

“Subhanallah keren banged Drieeeel”, seru David.

 

Keesokan harinya hujan mengguyur kawasan Resort Ake Jawi, maka kegiatan pengamatan ditunda pada hari berikutnya. Hari Kamis, pengamatan burung dengan nama latin Habroptila wallacii kembali dilakukan, kali ini tenaga teknis konservasi juga ikut untuk mendokumentasikannya berupa video. Akhirnya Sang Mandar kembali dijumpai pada tempat yang sama sebanyak 2 (dua) ekor.

“Kita tidak boleh meninggalkan Mandar, ini kesempatan agar dia bisa teramati di jalur ini dan selalu bisa dijumpai Om Dave”, kata Adriel kepada David.

Sampai berita ini di tulis, petugas Resort Ake Jawi, Adriel dan Mahroji masih melakukan monitoring Mandar Gendang.

 

 

Oleh:

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Asiknya Arisan Dharma Wanita Balai TN. Aketajawe Lolobata

Asiknya Arisan Dharma Wanita Balai TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 6 Februari 2019. Mengawali awal bulan dengan liburan keluarga memang mengasikan. Begitulah kegiatan yang dilakukan Ibu-Ibu Dharma Wanita Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) di Ternate pada tanggal 2 Februari 2019. Kegiatan rutin arisan bulanan kali ini dikemas dengan menarik yaitu dengan kegiatan family gathering yang didalamnya terdapat permainan-permainan bagi seluruh keluarga, tak terkecuali anak-anak.

 

Keluarga yang bertempat tinggal di Sofifi berangkat bersama ke Ternate pukul 07.30 WIT menggunakan speed boat. Sampai di Ternate, seluruh keluarga Dharma Wanita berangkat ke tempat wisata pantai Tobololo menggunakan bus milik Dinas Perhubungan. Kurang lebih 30 menit, rombongan 2 (dua) bus tersebut sampai di pantai yang memiliki pemandangan yang indah.

 

Sebelum acara inti di mulai, anak-anak Dharma Wanita diberikan permainan yang seru, salah satunya adalah lari estafet balon. Setelah acara lomba, anak-anak mulai bermain dan berenang di pantai. Ibu-ibu Dharma Wanitapun mulai mengocok arisan.

 

Penutupan acara arisan dan penyerahan hadiah lomba dilaksanakan di tempat wisata Batu Angus. Sembari makan buah durian, hadiah lomba diserahkan langsung oleh Ibu Kepala Balai sebagai Ketua Dharma Wanita Balai TNAL.

“Kapan-kapan acara seperti ini kita lakukan di Jawa ya”, seru beberapa Ibu-ibu Dharma Wanita.

 

Oleh:

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Ini Jenis Serangga Hasil Penelitian WNA di TN. Aketajawe Lolobata

Ini Jenis Serangga Hasil Penelitian WNA di TN. Aketajawe Lolobata

 

 

Sofifi, 6 Februari 2019. Hampir satu minggu melakukan survei aneka jenis serangga di Resort Tayawi, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, dua peneliti dari Amerika dan satu peneliti dari Australia mendapatkan beberapa jenis serangga. Dalam presentasinya di kantor Balai TNAL pada tanggal 1 Februari 2019, ketiga peneliti tersebut mengatakan bahwa terdapt jenis lebah yang belum bisa teridentifikasi.  Mereka mengelompokkan jenis serangga berdasarkan keluarga, antara lain lebah, semut, kupu-kupu, belalang, dan lainnya.

“Kami yakin masih terdapat banyak jenis serangga yang masih belum teridentifikasi”, kata Clay, salah satu peneliti serangga (terjemahan).

Clay juga menyebutkan bahwa kawasan TNAL yang berada dalam garis Wallacea merupakan tempat yang kaya akan keanekaragaman hayati dan sangat diminati oleh peneliti-peneliti di Eropa dan Australia.

 

Pemaparan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai beserta pejabat struktural dan pejabat fungsional. Peserta pemaparan sangat antusias, karena kegiatan penelitian jenis lebah dan serangga lainnya di dalam kawasan TNAL merupakan hal yang baru. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah kapan waktu yang tepat untuk melihat serangga dan mendapatkan foto yang bagus. Clay menjawab dengan semangat bahwa, waktu yang baik untuk melihat serangga adalah pada waktu pagi dan sore, jika ingin mendapatkan foto yang bagus dapat dilakukan pada waktu tersebut atau pada saat malam hari.

 

Setelah melakukan presentasi hasil, Clay yang merupakan seorang fotografer makro untuk serangga memberikan ulasan sedikit tentang fotografi serangga kepada peserta.

 

 

Oleh:

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Akhirnya Kantor Resort Akejira TN  Aketajawe Lolobata resmi bisa beroperasi.

Akhirnya Kantor Resort Akejira TN Aketajawe Lolobata resmi bisa beroperasi.

 

Sofifi, 31 Januari 2019. Setelah pembangunan kantor Resort Akejira, SPTN Wilayah I Weda yang berada di Desa Kobe, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah pada tahun 2018 lalu, pada hari Rabu 30 Januari 2019 Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) yang didampingi oleh pejabat struktural dan beberapa pegawai melakukan peresmian kantor tersebut.

 

Rombongan Kepala Balai TNAL di sambut dengan tarian-tarian adat oleh masyarakat yang merupakan inisiatif dari warga Desa Kobe. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada masyarakat, Wahyudi selaku Kepala Balai mengikuti gerakan tarian adat yaitu tarian cakalele bersama Kepala SPTN Wilayah I Weda, Raduan. Masyarakat tampak senang dengan adanya kantor Resort Akejira sebagai kantor perwakilan Balai TNAL. Kepala Desa, tetua adat dan perwakilan dari Burung Indonesia turut hadir dalam acara tersebut.

 

 

Dalam sambutannya, Wahyudi menyampaikan bahwa berdirinya kantor Resort Akejira diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Kobe dan kerja sama antara Desa Kobe dengan Balai TNAL semakin baik.

 

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat dan para tetua adat bahwa akhirnya Bapak Ibu bisa menerima keberadaan Balai TNAL dengan baik”, kata Wahyudi kepada masyarakat yang hadir. Wahyudi juga mengatakan bahwa sejak Taman Nasional berdiri tahun 2007 masyarakat Desa Kobe masih menolak keberadaan TNAL namun sejak akhir tahun 2018 kemarin sudah bisa menerima TNAL dan saat ini bisa bersama-sama meresmikan kantor resort.

 

“Kantor Resort ini juga bisa dimanfaatkan bersama-sama masyarakat untuk kepentingan bersama dan bisa dimanfaatkan salah satu ruangannya sebagai taman baca bagi anak usia sekolah dan saat ini bukunya sedang dipersiapkan”, tambahnya.

 

Acara peresmian ditutup dengan acara syukuran tahun baru 2019 di malam harinya oleh seluruh masyarakat desa Kobe dan Balai TNAL. Kepala Balai berharap kegiatan ini menjadi tonggak baru  sinergitas pengelolaan Taman Nasional Aketajawe Lolobata bersama masyarakat Desa Kobe.

 

Kepala Balai juga mengatakan bahwa, "Pada beberapa resort pengelolaan TNAL yang membawahi desa yang memiliki sejarah konflik dengan TNAL akan kita angkat Kepala Resort yang memiliki kualifikasi pendidikan S2 agar bisa lebih membangun kerja sama dengan masyarakat salah satunya di Resort Akejira ini.

 

Oleh:

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Lagi, Cengkeh Afo Jadi Tempat Belajar Ekowisata Kelompok Binaan TN. Aketajawe Lolobata

Lagi, Cengkeh Afo Jadi Tempat Belajar Ekowisata Kelompok Binaan TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 29 Januari 2019. Akhir tahun 2018 lalu Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) telah membentuk 2 (dua) kelompok ekonomi produktif bidang pariwisata di Desa Ake Jawi, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur wilayah kerja Resort Binagara. Kedua kelompok tersebut diberi nama kelompok Totango Ake Jawi yang bergerak di bidang sarana dan prasarana wisata dan kelompok Selendang Bidadari di bidang kuliner dan cinderamata. Kelompok tersebut telah diberikan materi dan pembinaan tentang wisata berbasis lingkungan, ekowisata.

 

Hari Minggu (27/01) kemarin, perwakilan dari kedua kelompok berkesempatan mengunjungi Cengkeh Afo di Ternate. Mereka di sambut dengan baik oleh kelompok yang mengelola tempat ekowisata tersebut. Diawali dengan mendokumentasikan desain sarana dan prasarana yang unik dan mengandung unsur kearifan lokal, anggota kelompokpun mulai melakukan swafoto. Setelah melihat-lihat bentuk bangunan sekitar, kelompok binaan TNAL dipersilahkan menuju saung untuk makan bersama.

 

Makanan yang tersaji antara lain, ikan kuah kuning dana yam organik yang di masak di dalam bambu, cumi-cumi, sambal ikan teri, sayur lilin dan berbagai masakan kebun lainnya. Minuman yang disediakan adalah kopi rempah dan teh rempah.

 

“Bapak Ibu sekalian, tujuan berkunjung ke sini (Cengkeh Afo) bukan membawa “Cengkeh Afo” ke tempat Bapak Ibu semuanya, tetapi menerapkan konsep-konsep ekowisatanya, sekiranya ada yang bisa disamakan juga silahkan”, arahan Lilian Komaling, Kepala Sub Bagian Tata Usaha.

 

Setelah selesai makan, kelompok binaan yang didampingi langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Penyuluh Kehutanan, Peh dan Koordinator Resort Binagara ini diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan kelompok Cengkeh Afo terkait ekowisata yang akan dilaksanakan didesanya. Kelompok kuliner tak segan-segan merapat di dapur Cengkeh Afo untuk belajar resep masakan, sedangkan kelompok sarana dan prasarana berdiskusi kebagian desain dan bangunan ekowisata.

 

“Gimana Bapak Ibu? Sudah dapat ide? Sudah dapat sesuatu?”, tanya Koordinator Resort Binagara. “Alhamdulillah sudah Pak David”, jawab anggota kelompok.

 

Koordinator Penyuluh Kehutanan juga menyampaikan bahwa pendampingan ini bertujuan agar kelompok binaan ini dapat mengurangi ketergantungan dengan TNAL dan akhirnya bisa berjalan dengan mandiri.

 

Oleh:

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Tertarik Dengan Ekowisata, Balai TN. Aketajawe Lolobata Kunjungi Cengkeh Afo.

Tertarik Dengan Ekowisata, Balai TN. Aketajawe Lolobata Kunjungi Cengkeh Afo.

 

Sofifi, 25 Januari 2019. Adalah Kris Syamsudin, pakar ekowisata sekaligus pendiri tempat ekowisata berbasis masyarakat yang pertama di Maluku Utara. Kawasan ekowisata di Ternate tersebut dinamai Cengkeh Afo. Cerita proses pembuatan dan kesuksesan mendatangkan wisatawan yang berdampak meningkatnya ekonomi masyarakat sekitar menjadikan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) tertarik untuk mengundang Pria inspiratif yang penuh semangat tersebut untuk menjadi nara sumber dalam kegiatan pembentukan kelompok wisata di Desa Ake Jawi, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, wilayah kerja Resort Binagara.

 

Konsep ekowisata yang ditawarkan sangat ramah lingkungan dan sesuai dengan pengelolaan kawasan konservasi. Berawal dari konsep tersebut, pada tanggal 21 Januari 2019 setelah kegiatan rapat Rencana Pemulihan Ekosistem, Balai TNAL mengunjungi ekowisata Cengkeh Afo. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih 20 menit dari pusat kota Ternate.

 

Sampai di lokasi, rombongan Balai TNAL disambut dengan pintu gerbang dan ornamen-ornamen yang terbuat dari bambu dan tidak terdapat ornamen yang bahan plastik. Selain itu, rombongan yang antusias ini juga disambut oleh ibu-ibu dengan pakaian adatnya. Setelah melihat beberapa saung dan tempat istirahat yang semuanya berbahan baku dari alam, yaitu bambu, rombongan pun dipersilahkan masuk ke saung makan untuk menikmati menu tradisional desa Tongole.

 

Menu yang disajikan adalah ikan dan ayam organik. Ikan tersebut dimasak di dalam bambu di dapur yang berbahan bakar kayu, menjadikan citarasa masakan kian membawa imajinasi rombongan Balai TNAL ke masa lalu. “Menu rumahan yang sederhana ini sangat nikmat, rasanya sampai kembali ke masa lalu”, kata Raduan, Kepala SPTN Wilayah I Weda.

 

Pada waktu bersamaan Pak Kris menceritakan tentang alasan kenapa memilih menu tersebut dan bagaimana cara memasak dan menyajikannya. Pak Kris juga sangat berharap kepada taman nasional agar terus mendampingi dan mendukung kelompok wisata terutama di Resort Binagara.

 

“Saya sangat berharap agar kelompok di Desa Ake Jawi bisa mengembangkan konsep ekowisata dan menjadi destinasi unggulan di Halmahera Timur”, harapan Pak Kris. “Saya juga tidak mau setengah-setengah dalam mendampinginya”, tutup Beliau.

 

Akhirnya, Kepala Balai beserta rombongan diantarkan menuju cengkeh tertua di dunia, yaitu Cengkeh Afo. Cengkeh tersebut merupakan peninggalan jaman Belanda yang masih tersisa sampai sekarang dan telah berumur sekitar 300 tahunan.

 

 

Oleh:

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Hasil Penyusunan Rencana Pemulihan Ekosistem TN. Aketajawe Lolobata Bersama PT Antam, Tbk.

Hasil Penyusunan Rencana Pemulihan Ekosistem TN. Aketajawe Lolobata Bersama PT Antam, Tbk.

 

Sofifi, 24 Januari 2019. Di awal tahun ini, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) melanjutkan  penyusunan Rencana Pemulihan Ekosistem (RPE). Rapat penyusunan RPE yang dilaksanakan di Ternate pada tanggal 21 Januari 2019 ini, melibatkan pihak yang bekerjasama dengan Balai TNAL dalam pemulihan ekosistem dalam kawasan TNAL. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara yang di wakili Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi, Kepala Balai PDASHL Akemalamo yang diwakili Kasubag TU serta pihak PT Antam, Tbk yaitu Bapak Muhammad Rusdan selaku

 

Vice President (VP)  Post Mining and Non Productive Assets Management dan Bapak Radyan Prasetyo selaku Mine Closure Senior Specialist dari PT.Antam Tbk pusat. Sedangkan dari PT.Antam Tbk UPBN Maluku Utara hadir Bapak Agustinus Toko Susetio selaku Vice President (VP) HC CSR & Finance.

 

Pada sambutannya,  Kepala Balai TNAL mengatakan bahwa kegiatan pemulilan ekosistem dalam kawasan TNAL dilakukan oleh pihak PT. Antam Tbk dan Balai PDASHL Akemalamo dengan luasan sesuai target yang dilaksanakan di Desa Sidanga, Desa Kobe, dan Desa Dodaga.

 

Tanggapan BPDASHL Ake Malamo dan PT Antam, Tbk bahwa, mereka akan terus mendukung dan bekerja sama dalam menyelesaikan kegiatan pemulihan ekosistem.

 

 

Diakhir acara dilakukan penandatanganan RPP dan RKT antara Balai TNAL dengan PT Antam, Tbk yang merupakan penjabaran dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) kedua belah pihak yang telah disetujui bersama beberapa waktu sebelumnya.

 

 

Oleh:

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Ini Hasil Road Show Pejabat Struktural Balai TN. Aketajawe Lolobata di Awal Tahun 2019

Ini Hasil Road Show Pejabat Struktural Balai TN. Aketajawe Lolobata di Awal Tahun 2019

 

Sofifi, 24 Januari 2019. Menindak lanjuti kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa pembentukan kelompok usaha ekonomi produktif dan kerjasama antar pihak pada tahun 2018, Kepala Balai beserta pejabat struktural Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) mengadakan road show ke Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Timur dan Kota Tidore Kepulauan. Ketiga Kabupaten dan Kota tersebut masuk dalam wilayah Administrasi Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Kegiatan ini juga mengikutsertakan pejabat fungsional  Penyuluh Kehutanan.

 

Dalam kunjungan ke Halmahera Tengah, Kepala Sub Bagian Tata Usaha beserta rombongannya mengunjungi kelompok binaan TNAL di desa Kobe untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan kelompok. Kepala Desa Kobe yang telah difasilitasi bersama ketua kelompok untuk studi banding di Taman Nasional Gunung Cermai ini sangat antusias untuk membina dan mendukung kelompok binaan TNAL di Desanya.

 

Pada kesempatan terpisah, dilakukan kunjungan ke Kabupaten Halmahera Timur. Pada kesempatan tersebut beberapa Kepala Dinas di undang langsung oleh Kepala Balai TNAL untuk menghadiri pertemuan di kantor SPTN Wilayah II Maba. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat, antara lain sinergitas dan kolaborasi kegiatan antar penyuluh kehutanan dan penyuluh pertanian serta dukungan pihak Pemerintah Daerah kepada Balai TNAL melalui instansi teknisnya antara lain  pembangunan jalan wisata (jalur treking) pengamatan burung Bidadari Halmahera di Desa Ake Jawi. Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai menyempatkan bersilahturahmi ke Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dan di terima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Haltim karena Bupati sedang dinas luar.

 

Selanjutnya Kepala Balai dan Pejabat Struktural juga mengunjungi kelompok binaan di Desa Lolobata dan Desa Ake Jawi. Hasil dari kunjungan di Desa Lolobata yang juga merupakan Ibu Kota Kecamatan Wasile Selatan adalah dipinjamkannya bangunan bekas kantor PNPM yang masih layak pakai untuk Balai TNAL agar dapat digunakan sebagai kantor Resort Lolobata wilayah kerja SPTN III Subaim. Pihak Kecamatan akan memberikan lahan kepada Balai TNAL agar dapat membangun kantor resort di wilayah Wasile Tengah. Sedangkan kunjungan ke kelompok binaan di Desa Ake Jawi adalah mendengarkan penyampaian ketua kelompok tentang rencana kerja  kelompok wisata yang akan di dampingi oleh mitra Balai TNAL yaitu Cengkeh Afo dari Ternate.

 

 

Oleh:

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Balai TN. Aketajawe Lolobata Adakan Rapat Sinergitas Pemberdayaan Masyarakat Tingkat Provinsi Maluku Utara

Balai TN. Aketajawe Lolobata Adakan Rapat Sinergitas Pemberdayaan Masyarakat Tingkat Provinsi Maluku Utara

 

Sofifi, 22 Januari 2019. Demi menyelaraskan dan mensinergikan kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa penyangga kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), maka Balai TNAL mengadakan kegiatan rapat Sinergitas Pemberdayaan Masyarakat Multi Pihak Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di Ternate pada tanggal 20 Januari 2019.

 

Balai TNAL mengundang beberapa SKPD Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, dan Kota Tidore Kepulauan. Beberapa SKPD yang hadir adalah Kepala Dinasnya. Selain itu beberapa LSM, civitas akademika dan perwakilan masing-masing kelompok binaan taman nasional juga turut hadir.

 

Kepala Balai TNAL, Wahyudi, dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini masyarakat harus disejahterakan dahulu kemudian akan berdampak hutan akan lestari. Selain itu Wahyudi juga menyampaikan tentang 10 cara baru dalam mengelola kawasan konservasi, dimana masyarakat harus diikutsertakan dalam setiap kegiatan.

 

Materi pertama disampaikan oleh Ikhlas Pambudi, selaku Penyuluh Kehutanan. Dalam paparannya mengatakan bahwa di desa penyangga terdapat 9 (Sembilan) kelompok usaha produktif binaan TNAL. Tiga diantaranya merupakan kelompok yang bergerak dibidang pariwisata.

 

Materi kedua disampaikan oleh Kris Syamsudin, pendiri ekowisata Cengkeh Afo. Beliau menyebutkan bahwa Maluku Utara ini memiliki banyak potensi wisata alam. Pembangunan ekowisata memang memerlukan waktu dan usaha yang keras. “Ekowisata adalah investasi keringat, karena diawal pembangunannya memerlukan kerja keras yang ikhlas dan hasilnya akan terbayar nanti”, kata Kris Syamsudin.

 

Pada sesi diskusi beberapa SKPD yang diwakili Kepala Dinasnya menyatakan dukungan dah bahkan memberikan bantuan kepada kelompok binaan Taman Nasional Aketajawe Lolobata pada tahun 2019 ini. Kepala Bappeda Kota Tidore Kepulauan memberikan dukungan dengan telah membuat perencaan pembangunan jalan masuk kawasan wisata di Resort Tayawi dan akan dikerjakan pada tahun ini. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur telah menganggarkan pembuatan embung bagi kelompok tani di Desa Dorolamo, sedangkan Kepala Dinas Pariwisata juga akan memberikan bantuan berupa pembangunan jalan wisata pengamatan Bidadari Halmahera di Resort Binagara. Tak hanya itu, Kepala Bidang Bappeda Kabupaten Halmahera Tengah juga memberikan bantuan berupa pinjaman tanpa bunga pada kelompok tani senilai 25 juta rupiah.

 

“Kami telah membuat perencanaan pada tahun ini untuk membuat embung pada kelompok tani binaan TNAL di Desa Dorolamo”, kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur.

 

Oleh:

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Dua Polhut TNAL Raih Juara Harapan dan Juara Favorit Lomba Foto KLHK

Dua Polhut TNAL Raih Juara Harapan dan Juara Favorit Lomba Foto KLHK

 

 

Sofifi, 8 November 2018. Baru saja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan lomba foto satwa yang bertajuk Satwa Liar Kebanggaan Indonesia” yang terbuka untuk umum pada Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Pada kesempatan tersebut dua orang anggota Polisi Kehutanan (Polhut) pada Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) meraih juara harapan dan juara favorit. Kedua Polhut tersebut sama-sama ditugaskan pada Resort Binagara, Halmahera Timur.

 

Juara Harapan diperoleh Akhmad David Kurnia Putra yang juga sebagai Koordinator Resort Binagara dan juara Favorit diperoleh Adriel L. Muda sebagai petugas Resort Binagara. Resort Binagara merupakan kawasan yang selalu dijadikan target oleh para pengamat dan fotografer burung baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, kedua Polhut tersebut pada saat melakukan patroli rutin pada wilayah kerjanya, mereka selalu membawa peralatan fotografi burung.

 

Foto yang menjadi juara Harapan adalah foto burung Bidadari Halmahera yang sedang mengepakkan sayapnya. Burung ini merupakan burung endemik dan menjadi ikon Maluku Utara dan Balai TNAL itu sendiri. Sedangkan burung yang ditampilkan oleh Adriel adalah burung Raja Udang Merah Kerdil (Mollucan Dwarf-kingfisher). Burung ini memiliki kebanggaan tersendiri di Resort Binagara, pasalnya setiap fotografer satwa liar terutama burung selalu ingin memiliki foto burung ini.

 

“Saya merasa tersanjung, senang dan tidak menyangka bisa menjadi salah satu juara Harapan”, papar Koordinator Resort Binagara.

Selain mengucapkan selamat, Kepala Balai TNAL juga mengapreaiasi hasil karya kedua Polhutnya tersebut dan eminta kpd semua staf baik Polhut, PEH dan Penyuluh tetap bekerja dengan semangat, kerja keras, cerdas dan ikhlas.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Aulima Pote Dapat Pelatihan Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif

Aulima Pote Dapat Pelatihan Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif

 

Kobe Gunung, 25 Oktober 2018. Pelatihan Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif di Desa Kobe, Kec. Weda Tengah, Kab. Halmahera Tengah (Resort Akejira, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Weda, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata) telah selesai digelar (26/10). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kegiatan sebelumnya, yaitu kegiatan Pembentukan Kelompok Tani "Aulima Pote" di Desa Kobe. Aulima Pote sendiri berarti "mari kesini". Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), Muhammad Wahyudi, S.P., M.Sc membuka kegiatan didampingi oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I weda, Raduan SH serta Kepala Desa Kobe, Milkes Kadari.

 

Wahyudi menyampaikan bahwa kedepannya antara Balai TNAL dan kelompok tani "Aulima Pote" perlu dibuatkan perjanjian kerjasama, sehingga kelompok tani melalui desanya bisa mendapatkan "kulin" (pengakuan dan perlindungan) sebagai legalitas dalam setiap aktivitasnya dari Ditjen PSKL. Dengan adanya kulin, kelompok tani juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan berbagai bantuan. Raduan, SH selaku Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional WiLayah I Weda menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan yang bertahap, sehingga membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun, Balai TNAL akan melaksanakan pemberdayaan masyarakat semaksimal mungkin.

 

Dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif turut mengundang narasumber yang ahli dalam bidangnya yaitu Dr. Wawan Sulistiyono, SP., MP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian/ BPTP Prop. Maluku Utara) dan Faisal Muhtar, S.ST (Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kab. Halmahera Tengah). Materi yang disampaikan terkait budidaya pertanian tanaman tomat dan cabai dan dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan kelompok tani hutan "Aulima Pote".

 

Terdapat beberapa poin hasil diskusi diantaranya, perlu pelatihan kembali agar anggota kelompok tani benar-benar paham dalam budidaya tanaman cabai dan tomat karena kegiatan pertanian merupakan hal baru bagi kevanyakan warga Desa Kobe, lahan yang digunakan sebagai lahan usaha kelompok adalah lahan kebun atau pekarangan milik anggota, bukan lahan di kawasan TNAL, Kelompok tani hutan "Aulima Pote" dapat melaporkan ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Halmahera Tengah agar terdaftar untuk dapat menerima bantuan dengan berdasar SK Kepala Desa tentang pembentukan kelompok tani, narasumber dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Prop. Maluku Utara mempersilahkan kelompok tani "Aulima Pote" untuk mengajukan bantuan bibit tanaman ke BPTP berkoordinasi dengan Balai TNAL, kelompok tani hutan menginginkan adanya pendampingan yang berkelanjutan sehingga perlu PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) di Desa Kobe. Narasumber dari Dinas Pertanian berencana mengusulkan adanya PPL untuk Desa Kobe; kepala Desa berharap Balai TNAL tetap mendampingi kelompok tani meskipun telah terdapat pendampingan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan, Balai TNAL, BPTP, dan Dinas Pertanian Perkebunan perlu adanya jalinan kerjasama dalam pemberdayaan dan pendampingan kelompok tani hutan "Aulima Pote".

 

Untuk itu, perlunya sinergi antara Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata dengan instansi yang terkait serta diharapkan sinergi yang telah terbangun dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Maluku Utara dan Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah ini dapat terus berlanjut.

 

Sumber : Arif Setiawan, S.Hut, M.Ling - Penyululuh Kehutanan dan Nadiya Fasha Fawzi, S.Hut - Calon Pengendali Ekositem Hutan Pertama Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

 

Baca Selengkapnya
Disiplin dan Kehormatan di Pembinaan Pegawai SPTN I Weda TN Aketajawe Lolobata

Disiplin dan Kehormatan di Pembinaan Pegawai SPTN I Weda TN Aketajawe Lolobata

 

Weda, 23 Oktober 2018. Seksi Pengelolaan Taman Nasional wilayah I Weda Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) gelar  Pembinaan kepada seluruh staf dan tenaga teknis di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, Jalan Kapita Sinotok, Weda, Halmahera Tengah. Raduan SH. Kepala SPTN I Weda  menyampaikan dan menekankan  beberapa point antara lain mengingatkan  kembali tentang  pengertian Pegawai Negri sipil (PNS) berdasarkan undang-undang nomor 43 tahun 1999,  Hak dan Kewajiban  PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah . Nomor 53  tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil yang mutlak untuk dipedomani Pegawai Negeri Sipil  lingkup SPTN I Weda.

 

”Cintai pekerjaan dan profesi kita, maka kita akan selalu senang bersamanya dan selalu bersemangat dalam mengemban tugas yang diberikan pimpinan” tambah Raduan memotivasi. Raduan juga menyampaikan dua  landasan utama  profesionalisme dalam bekerja yaitu Disiplin dan Kehormatan yang harus selalu diterapkan dimana pun kita bekerja, entah itu di resort, suaka, kantor seksi maupun kantor balai, dan mencintai pekerjaan dengan sungguh-sungguh. 

 

Santa Wijaya PEH terampil  pada SPTN I Weda dan Johan Limahelu selaku Polhut pelaksana berharap pertemuan berikutnya akan melakukan sharing menyangkut pembuatan laporan kegiatan teknis dan administrasi. Seluruh pegawai berharap agar kedepannya Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Weda menjadi lebih baik lagi.

 

Sumber : Nadiya Fasha Fawzi - Calon PEH Ahli Pertama Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

 

Baca Selengkapnya
Tatap Muka bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara

Tatap Muka bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara

Sofifi, 17 Oktober 2018. Tatap Muka bersama AMAN Maluku Utara bertempat di kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Sofifi.

 

Pertemuan ini dipimpin oleh Plh. Kepala Balai, Lilian Komaling S.Hut, dengan didampingi oleh Kepala SPTN I Weda Bapak Raduan, SH , Kepala SPTN II Maba Bapak Birawa S.Hut, M.Sc dan beberapa Staf Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Sementara Pihak AMAN Maluku Utara dihadiri langsung oleh Ketua AMAN Maluku Utara, Bapak Munadi Kilkoda dengan didampingi personil AMAN sebanyak 6 (Enam) orang.

 

Dalam sambutan pembukanya, Lilian Komaling, S.Hut menyampaikan permohonan maaf sedianya Kepala Balai yang menghadiri pertemuan ini, namun Kepala Balai berhalangan hadir karena sementara melaksanakan tugas keluar daerah.

 

Dalam pertemuan ini, Ketua AMAN Maluku Utara menyampaikan bahwa proses pendampingan masyarakat Adat Kobe dalam menyusun peta wilayah Hutan Adat Kobe dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat.

 

Dalam paparan Peta Indikatif AMAN Maluku Utara, terdapat Hutan Adat Kobe seluas 23.950 Ha dan luasan tersebut masuk dalam kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata seluas 14.738 Ha. Lebih lanjut, Munadi Kilikoda menyampaikan bahwa luasan tersebut belum luasan final karena masih terus dilakukan verifikasi, contohnya batas antara desa Kobe dan Lelilef serta Desa Kobe dan Weda.

 

Raduan, SH selaku Kepala SPTN I Weda menanggapi bahwa secara pribadi memberikan apresiasi terhadap teman AMAN Maluku Utara dalam melakukan pendampingan proses pengusulan Hutan Adat Kobe tersebut, namun demikian meminta teman-teman AMAN Maluku Utara untuk memberikan pencerahan ke masyarakat tentang Fungsi hutan terutama hutan konservasi dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa proses ini masih panjang,Oleh karena itu, diminta untuk saling menghargai dan menghormati status fungsi kawasan hutan saat ini khususnya Taman Nasional yang telah ditetapkan pemerintah. Raduan juga meminta teman-teman AMAN Maluku Utara ikut serta mendukung dan bekerjasama untuk menciptakan kondisi yang kondusif di desa .

 

Lilian menyarankan agar peta yang saat ini dihasilkan dapat menggunakan kata "USULAN" agar masyarakat dapat lebih memahami bahwa proses ini masih berlangsung dan AMAN dapat juga memberikan gambaran tentang Hasil Proses dan Tata Kelola Kawasan Hutan adat jika telah disetujui nantinya, sedangkan menyangkut luas hutan adat yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Aketajawe Loloba, kami belum bisa memberikan pendapat karena peta tersebut masih dalam proses verifikasi. Lilian juga meminta kepada teman-teman AMAN Maluku Utara untuk berkoordinasi juga ke Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Halmahera Tengah karena kawasan HPT dan HP yang berbatasan langsung dengan Kawasan TNAL juga masuk dalam Peta Usulan Wilayah Adat Masyarakat Kobe.

 

Sebagai langkah selanjutnya, dalam waktu dekat AMAN Maluku Utara akan melaksanakan workshop bersama Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata serta Masyarakat Adat Kobe. Diakhir pertemuan, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata meminta kepada AMAN Maluku Utara untuk sama-sama memberikan pemahaman tentang cara pengelolaan hutan adat kepada masyarakat.

 

Sumber : Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata Laksanakan Apel Siaga Kebakaran Hutan

Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata Laksanakan Apel Siaga Kebakaran Hutan

 

Sofifi, 12 Oktober 2018.Sebagai upaya antisipasi pencegahan  kebakaran hutan di wilayah kerja Taman  Nasional Aketajawe Lolobata di Maluku Utara, Balai TN. Aketajawe Lolobata  melakukan  Apel Siaga kebakaran Hutan.

 

Apel siaga  ini  diikuti  oleh antara lain: TNI AD (Kompi Senapan  D Sofifi), Polhut Balai TNAL, Masyarakat Mitra Polhut dari 3 Seksi Pengelolaan Taman Nasional I II, dan III ( Weda, Maba, dan Subaim),  Seksi I Ternate KSDA Maluku, BPDAS Akemalamo, Staf Balai TNAL, Pelajar. Apel siaga inI berlangsung di halaman kantor Taman Nasional Aketajawe Lolobata.

 
Turut hadir tamu undangan diantaranya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Maluku Utara, Komandan Kompi Senapan D Sofifi serta Kapolsek Oba Utara.
 
Bertindak selaku pembina Apel Siaga Kebakaran Hutan yaitu Kepala BPDAS Akemalamo selaku koordinator wilayah UPT KLHK Provinsi Maluku Utara, Entan Sofyan, B.Sc.F., S.Sos., M.Si .
 
Dan bertindak sebagai komandan apel siaga  kebakaran hutan  adalah perwakilan Polisi kehutanan Pelaksana Lanjutan pada SPTN I Weda, Jusra Abdul Kadir.
 
Dalam sambutannya, Entan mengatakan bahwa apel siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini merupakan bentuk kesiapan dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata, perlu adanya kerjasama yang baik antara stakeholder untuk mengantisipasi dan mencegah serta menaggulangi kebakaran hutan dan lahan. Di akhir sambutan, Entan berharap setelah apel siaga ini seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang telah terbangun baik selama ini.
 
Rangkaian kegiatan apel siaga ini juga diberikan bantuan alat-alat pencegah kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat mitra polhut serta pemberian hadiah dalam lomba menembak antar polisi Kehutanan lingkup Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata.
 
Sumber : Nadiya Fasha Fawzi (Calon PEH Pertama Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata)
Baca Selengkapnya
Peningkatan Kapasitas Polhut dan MMP TN. Aketajawe Lolobata

Peningkatan Kapasitas Polhut dan MMP TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 10 Oktober 2018. Sebanyak 12 (dua belas) anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) saat ini mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas di kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Anggota MMP tersebut berasal dari masing-masing wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional. Masing-masing SPTN mengirimkan 4 (empat) anggota MMP.

 

Acara ini di buka secara resmi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha mewakili Kepala Balai TNAL. Sebelum di buka secara resmi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Balai tidak dapat hadir dalam acara ini.

 

Dalam sambutan Kepala Balai yang disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha bahwa, salah satu tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mempererat kesatuan dan persaudaraan antara anggota MMP dengan Polisi Kehutanan Balai TNAL, dan juga karena kegiatan ini merupakan tupoksi Balai TNAL.

 

Selesai pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh masing-masing Kepala SPTN Wilayah I, I dan III. Kepala SPTN Wilayah I Weda, Raduan menyampaikan peta kawasan hutan di Maluku Utara dan peta kawasan TNAL beserta zonasinya. Selain itu Raduan juga menyampaikan manfaat langsung yang bisa didapatkan masyarakat sekitar kawasan yaitu kegiatan wisata alam.

 

“Sebagai contoh kegiatan wisata yaitu di tempat wisata di Kobe yang dikunjungi sebanyak 400 wisatawan setiap tahunnya, wisatawan tersebut hanya melihat burung-burung yang unik di Halmahera dan mereka (wisatawan) membayar ke pengelola wisata tersebut”, kata Raduan. “Burung-burung itu juga ada di dalam kawasan TNAL”, imbuhnya.

 

Kepala SPTN Wilayah II dan Wilayah III juga menyampaikan hal yang sama, yaitu tentang batas kawasan TNAL yang terdapat pada peta kawasan TNAL serta keinginan untuk memperbaiki citra Balai TNAL di mata masyarakat.

 

“Kami (Balai TNAL) sangat ingin bermitra dengan masyarakat sekitar dalam mengelola kawasan”, kata Birawa, Kepala SPTN Wilayah II.

 

Kepala SPTN Wilayah III, Junesly F. Lilipory menambahkan bahwa MMP yang diundang juga berasal dari desa-desa yang masih berkonflik dengan TNAL, untuk itu harapannya agar para anggota MMP dapat menjadi fasilitator dan pelopor bagi desa agar dapat menyampaikan dengan baik tentang manfaat adanya Taman Nasional Aketajawe Lolobata.

 

Kegiatan yang juga di ikuti oleh anggota Polisi Kehutanan Balai TNAL ini akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari. Pada hari kedua (11/10) seluruh peserta akan mengikuti pelatihan PBB yang akan di bimbing oleh anggota TNI dari Kompi Senapan D di Sofifi.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra (Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata)

Baca Selengkapnya
Pancasila Landasan Kerja Balai TN Aketajawe Lolobata

Pancasila Landasan Kerja Balai TN Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 1 Oktober 2018. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata melaksanakan upacara bendera  dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang pada  tanggal 1 Oktober 2018 di halaman kantor balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata di sofifi.

 
Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Kepala Balai  TN. Aketajawe Lolobata, Bpk. Muhammad Wahyudi, S.P.,M.Sc. sedangkan  bertindak selaku komandan upacara adalah Bpk. Jusra Abd Kadir, Polisi Kehutanan pekaksana Lanjutan BTNAL, serta bertugas sebagai pembawa bendera yaitu Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat Balai penegakan Hukum Lingkungan Dan Kehutanan Wilayah Maluku Papua. 
 
Peringatan hari Kesaktian Pancasila tahun 2018 ini bertema "Pancasila sebagai Landasan Kerja Mencapai Prestasi Bangsa". Dalam sambutannya Muhammad Wahyudi, S.P.,M.Sc menghimbau untuk selalu menggugah dan menggelorakan semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme dalam memegang teguh Pancasila sebagai dasar negara agar tetap hidup dan terjaga dalam hati sanubari kita.
 
Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tahun diharapkan dapat terus menerus untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai pancasila kepada semua generasi, utamanya para generasi penerus bangsa Indonesia yang kita cintai ini. 
 
Semoga Tuhan yang Maha Kuasa selalu memberikan petunjuk serta hidayahNya, memberikan kekuatan lahir dan batin kepada seluruh rakyat Indonesia, sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin kokoh dan mampu mewujudkan tujuan negara yang dicita-citakan. Demikian yang disampaikan oleh Inspektur Upacara pada saat mengakhiri sambutannya.
 
Sumber : Nadiya Fasha Fawzi, S.Hut - Calon PEH Pertama Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Selengkapnya
Kelompok Tani

Kelompok Tani "AULIMA POTE" Terbentuk

 

Weda, 20 September 2018. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) bersama Masyarakat Desa Kobe Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah adakan pertemuan pada 20 September 2018 di Balai pertemuan Desa Kobe, yang dihadiri perwakilan dari masyarakat, tokoh Agama, tokoh adat, tokoh pemuda, perangkat Desa dan Kepala Desa. Pertemuan ini untuk memetakan potensi sumber daya alam yang ada di Desa Kobe Gunung dan pengelolaanya serta menampung aspirasi masyarakat. Kegiatan pembentukan Kelompok masyarakat ini di pandu Penyuluh TNAL Arif Setiawan, S.Hut telah memotret beberapa Potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat dikembangkan : antara lain pertanian, pengolahan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, wisata, dan peternakan. Untuk menindaklanjuti dari keputusan itu maka dibentuklah kelompok tani binaan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata dengan nama “Aulima Pote”.

 

Acara ini di buka Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Weda Raduan, SH mewakili Kepala Balai TN Aketajawe Lolobata yang menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat Desa dan Kepala Desa serta jajaranya, dimana telah bersedia menerima kehadiran Balai TNAL di tengah-tengah warga masyarakat, dan berharap ini merupakan awal permulaan yang baik dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

 

Kepala Desa Kobe Mikles Kadari juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Balai TNAL yang telah melakukan kegiatan pembentukan kelompok masyarakat di desanya, dan berharap warga desa yang ikut sebagai peserta dapat memahami dan belajar tentang apa-apa yang disampaikan Tim Balai TNAL.

 

Harapan dari dari semua pihak, dengan terlaksananya kegiatan ini menjadi titik awal berakhirnya konflik tenurial yang terjadi antara Desa Kobe dengan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang sudah berlangsung lama sejak tahun 2009.

 

Sumber: Agung Setiya Nugraha - Calon PEH Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
TN Aketajawe Lolobata Turut Memeriahkan Senam Sehat Malut

TN Aketajawe Lolobata Turut Memeriahkan Senam Sehat Malut

 

Sofifi, 28 September 2018. “Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”, ungkapan itu yang disampaikan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut), M. Natsir Thaib saat diwawancarai oleh tim humas Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) setelah kegiatan (26/09). Wakil Gubernur juga tak segan-segan untuk ikut senam bersama para peserta.

 

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Provinsi Maluku Utara ke 19, provinsi yang terkenal dengan rempah-rempah dan wisata pantai yang indah ini menyelenggarakan kegiatan senam bersama dan pemeriksaan kesehata secara gratis. Kegiatan yang mengeluarkan banyak keringat ini dilaksanakan di halaman upacara kantor Gubernur Malut, Gosale Puncak bersama seluruh SKPD, TNI, Polri dan instansi vertical seperti BPTP Malut, Kementerian Agama dan tentu saja Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Acara ini terselenggara atas kerjasama antara Balitbangda, RSU Sofifi, dan Biro Umum Provinsi Maluku Utara. Kepala Balai TNAL memerintahkan langsung agar seluruh pegawai dan tenaga kontrak hadir dalam acara tersebut.

 

“Teman-teman, kita harus mengikuti dan mendukung acara ini (senam bersama)”, perintah Kepala Balai TNAL kepada seluruh staf dalam grup WhatsApp.

 

Senam yang di pandu oleh beberapa instruktur ini mengajak peserta yang memenuhi lapangan upacara untuk meloncat dan berteriak dengan semangat. “Whooooiiiii……” teriakan para peserta senam. Tak lupa, mendekati akhir senam, instruktur juga mengajak goyang poco-poco dan goyang Tobelo yang diikuti oleh seluruh peserta senam bersama dengan Wakil Gubernur Maluku Utara.

 

Setelah acara senam berakhir, peserta dipersilahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis, diantaranya pemeriksaan tensi darah, gula darah, kolesterol dan pemeriksaan asam urat.

 

“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang telah mengikuti dan meliput acara ini”, kata M. Natsir Thaib.

 

Kepala Balitbangda, sebagai ketua panitia juga menyampaikan hal yang sama saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

 

Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata 

Baca Selengkapnya
Sharing Pengalaman Mengelola Wisata Alam

Sharing Pengalaman Mengelola Wisata Alam

 

Sofifi, 18 September 2018. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata kedatangan tamu dari pemilik Weda Reef & Rainforest Resor, Ibu Linda. Diskusi ringan ini dihadiri oleh Bapak Raduan, selaku kepala SPTN I dan Bapak Junesly, selaku kepala SPTN III Subaim. Linda menyatakan sangat senang dan berterima kasih atas undangan dari balai TNAL, meskipun bukan undangan resmi untuk berdiskusi mengenai sharing informasi pengelolaan Wisata Alam antara BTNAL dengan Weda Resor.

 

Menurut ibu Linda Weda Reef & Rainforest Resort memiliki yayasan bersama masyarakat untuk pendidikan dan konservasi hutan primer dan satwa liar. Letak Weda Resort berada di sekitar desa Kobe gunung dan Sawai Itepo dan berdekatan juga dengan kawasan Taman Nasional aketajawe Lolobata Seksi pengelolaan Taman Nasional wilayah I Weda. Junesly menambahkan Weda Resort dapat mengajukan IPPA utk dapat memanfaatkan Zona Pemanfaatan yang ada di Taman Nasional Aketajawe lolobata.

 

Pada diskusi ini Raduan, SH menyampaikan bahwa dalam mengelelola kawasan konservasi Taman Nasional Aketajawe Lolobata tidak dapat melakukannya sendiri sebagai pemangku kawasan. Oleh karena itu, dibutuhkan banyak pihak peran mitra yang ikut berperan melindungi dan menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata, khususnya di SPTN I Weda Kabupaten Halmahera Tengah.

 

Sebagai tindak lanjut dari diskusi ringan ini kedepannya pihak Weda Resor dan SPTN I Weda Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata akan berkoordinasi dan berkonsultasi ke Pemerintah Daerah untuk sinergitas dalam pengelolaan Kawasan konservasi dan Wisata alam yang merupakan aset dan Potensi yang ada di daerah.

 

Pada kesempatan ini pihak Weda Resort juga menginformasikan data kunjungannya setiap tahunya berkisar 300 s.d 400 pengunjung Mancanegara. Dimana data ini direspon baik dan dianggap potensi bagi Balai TNAL, dan berasumsi apabila dari pengunjung tersebut setengahnya saja ( 200) orang yang masuk ke TNAL untuk melakukan aktifitas wisata dan dipungut pnbp 150 ribu perorang, maka Negara akan mendapatkan Peberimaan Negara Bukan Pajak sebesar 300 juta pertahun.

 

Diharapkan dengan diskusi ringan ini, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan Weda Resor dapat berlanjut dengan adanya upaya sinergitas menyangkut pengelolaan jasa lingkungan khususnya wisata alam yang nantinya dapat memberi manfaat positif bagi masyarakat sekitar Desa Sawai Itepo dan Desa Kobe Gunung khususnya dengan mengedepankan nilai konservasi.

 

Sumber : Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
5 Pegawai TN. Aketajawe Lolobata Diambil Sumpah

5 Pegawai TN. Aketajawe Lolobata Diambil Sumpah

 

Sofifi, 19 September 2018. Hari ini (18/09) sebanyak 16 pegawai lingkup UPT Kementerian LHK di Provinsi Maluku Utara telah diambil sumpah pegawainya di kantor Balai Pengelolaan DASHL Ake Malamo di Ternate. Lima diantaranya merupakan pegawai pada Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Selebihnya merupakan pegawai Balai Pengelolaan DASHL Ake Malamo.

 

Acara berlangsung dengan khidmat. Sumpah tersebut diucapkan didepan Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Kementerian LHK, Abdul Hakim dan disaksikan oleh Kepala Balai Pengelolaan DASHL Ake Malamo dan Kepala Balai TNAL. Masing-masing peserta sumpah pegawai didampingi oleh kerohanian, sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut.

 

Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi berpesan dalam acara tersebut bahwa, Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan pemersatu bangsa dan tetap menjaga silsilah UUD 1945. Abdul Hakim juga meminta PNS yang telah diambil sumpahnya agar mengamalkan 10 nilai dasar PNS.

 

“Saya merasa bangga menjadi seorang PNS yang telah diambil sumpah langsung oleh Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi KLHK dan saya akan bekerja dengan jujur, ikhlas dan bertanggung jawab”, kata Puji Waluyo, PEH pada Balai TNAL yang baru saja diambil sumpahnya. “Dan ini (sumpah pegawai) sangat memberikan motivasi yang lebih kepada saya”, pungkasnya.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
PEH dan Tim SPB Balai TN. Aketajawe Lolobata ke Jurong Bird Park

PEH dan Tim SPB Balai TN. Aketajawe Lolobata ke Jurong Bird Park

 

Sofifi, 18 September 2018. Setelah rangkaian kegiatan persiapan studi banding ke Jurong Bird Park di Singapura beberapa bulan lalu, mulai dari kunjungan pemerhati burung paruh bengkok, Konservasi Kakatua Indonesia (KKI), kunjungan dokter hewan dari singapura beserta rombongannya (Wildlife Reserves Singapore) sampai perekrutan dokter hewan untuk pengelolaan Suaka Paruh Bengkok (SPB), tiba saatnya Tim Suaka Paruh Bengkok yang terdiri dari Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) sebanyak 3 (tiga) orang dan satu orang tenaga kontrak sebagai animal keeper berkunjung ke negeri Singa.

 

Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan oleh Dr Jessica Lee (Wildlife Reserves Singapore) beserta rombongan bulan Juli lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat dan belajar bagaimana pengelolaan konservasi burung-burung paruh bengkok yang lebih baik.

 

Tim Balai TNAL melihat tatacara pengelolaan burung-burung paruh bengkok dengan berkunjung ke Jurong Bird Park dan Singapore Zoo. Pada lokasi tersebut rombongan Balai TNAL yang terdiri dari 4 (empat) orang diajak berkeliling untuk melihat fasilitas gudang pakan, klinik, kandang karantina dan fasilitas breeding center. Selain kunjungan ke beberapa fasilitas tersebut, Tim turut menghadiri presentasi program konservasi oleh Dr Jessica Lee dari Wildlife Reserves Singapore (WRS) yang didampingi oleh Manager Kesehatan Satwa WRS.

 

Disela-sela kunjungan, PEH dan tenaga kontrak melakukan diskusi bersama WRS. Hasil diskusi tersebut diantaranya adalah WRS bersedia membantu program konservasi paruh bengkok dalam jangka panjang yang saat ini sedang dijalankan oleh Balai TNAL di SPB. Beberapa bantuan yang ditawarkan adalah WRS bersedia mengirimkan tenaga profesional untuk membantu program di SPB diantaranya bidang rehabilitasi dan kesehatan burung, story telling (edukasi) dan penyusunan protokol pengelolaan rehabilitasi burung paruh bengkok (administrasi) serta WRS bersedia menampung hasil kerajinan masyarakat untuk dipasarkan di Singapura.

 

Wildlife Reservese Singapore juga memberikan saran tentang pelibatan masyarakat dibidang ekowisata khususnya wisata birdwatching. Hal ini dikarenakan potensi terhadap tingginya keanekaragaman hayati jenis aves di Taman nasional Aketajawe Lolobata.

 

Selain diskusi dengan WRS, tim Balai TNAL juga berdiskusi dengan Mr Anuj Jain dari Birdlife Asia. Diskusi ini juga menghasilkan kegiatan positif bagi Balai TNAL terkait peluang penelitian bersama yang salah satunya adalah monitoring hasil pelepasliaran burung paruh bengkok.

 

Dalam konfirmasi melalui pesan singkat, Gunawan Simanjuntak selaku Koordinator PEH dan Koordinator Suaka Paruh Bengkok menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal yang dipelajari pada kunjungan kemarin (Singapura) dan dapat diaplikasikan pada SPB di TNAL diantaranya program bird engagement yang terdiri dari pemberian pakan dan foto bersama burung khusus pada area zona penerimaan dan zona rekreasi SPB yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan pakan burung pada program tersebut.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

 

Baca Selengkapnya
Pembinaan Pegawai, Karopeg : Sebagai PNS Kita Harus Bersyukur dan Bersabar

Pembinaan Pegawai, Karopeg : Sebagai PNS Kita Harus Bersyukur dan Bersabar

 

Sofifi, 18 September 2018. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) baru saja selesai melaksanakan pembinaan pegawai untuk ke dua kalinya dalam tahun ini. Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari pukul 10:00 sampai dengan pukul 11:30 WIT kemarin (17/09) di ruang rapat kantor Balai di Sofifi. Pembinaan pegawai ini diberikan langsung oleh Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Kementerian LHK, Abdul Hakim beserta Kepala Bagian Mutasi dan KasubBag Pemensiunan dan Pemberhentian Pegawai yang didampingi oleh Kepala Balai TNAL dan Kepala Balai BPDAS HL Ake Malamo selaku Korwil UPT Kementerian LHK Provinsi Maluku Utara. Peserta kegiatan adalah seluruh pegawai Balai TNAL beserta tenaga kontrak.

 

Kepala Biro Kepegawaian (Karopeg) mengawali pemaparannya dengan menceritakan proses mendapatkan tunjangan kinerja pada Kementerian LHK. Pada saat proses rapat dengan Kementerian Keuangan, Tim Kementerian LHK berhasil meyakinkan bahwa Kementerian LHK layak diberikan tunjangan kinerja.

 

“Dengan kenaikan tukin (tunjangan kinerja), kita juga harus menunjukkan kenaikan kinerja kita”, kata Karopeg.

 

Selanjutnya, Kepala Biro Kepegawaian menjelaskan tugas dan kewajiban sebagai PNS dan beberapa program kepegawaian diantaranya E-Kinerja dan Merit Sistem. E-Kinerja wajib di isi oleh setiap pegawai sebagai indikator kinerja sebagai PNS, sedangkan Merit Sistem merupakan sebuah sistem untuk mengawal PNS atau ASN terkait prestasi kerja atau jenjang karir menuju struktural.

 

Setelah pemaparan, peserta diberikan waktu untuk menanyakan seputar kepegawaian. Tidak sedikit peserta baik pejabat struktural maupun staff Balai TNAL yang bertanya. Beberapa pertanyaan berkaitan dengan ijin belajar dan alih jenjang jabatan untuk menaikkan grade pada tunjangan kinerja.

 

Kepala Biro Kepegawaian berpesan bahwa semua kebijakan pemerintah dan tugas yang diberikan kepada kita (PNS) patut disyukuri dan tetap bersabar dalam bertugas walaupun ditempatkan didaerah terpencil.

 

“Sebagai PNS, kita harus banyak bersyukur dan bersabar dalam melaksanakan tugas”, pesan Abdul Hakim.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Tujuh Ekor Burung Endemik Maluku Diserahkan Balai TN Aketajawe Lolobata ke BKSDA Maluku

Tujuh Ekor Burung Endemik Maluku Diserahkan Balai TN Aketajawe Lolobata ke BKSDA Maluku

 

Ambon, 14 September 2018. Sebanyak 7 ekor Satwa Burung Paruh Bengkok Endemik Provinsi Maluku diserahkan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku (BKSDA Maluku). Ke-7 ekor satwa burung diantaranya Kakatua Koki (Cacatua galerita) sebanyak 1 (satu) ekor, Nuri Maluku (Eos bornea) sebanyak 2 (Dua) ekor, dan Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus) sebanyak 4 (empat) ekor yang semuanya dalam kondisi sehat. Penyerahan ini diwakili Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Weda -Balai TNAL, Bapak Raduan SH dan Kepala SPTN III Subaim, Bapak Junesly F.Lilipory, S.Pi. dan diterima oleh perwakilan BKSDA Maluku l, Bapak Denny Soewarian selaku Polhut Pelaksana Lanjutan yang disaksikan Ibu Cindy Musila.

 

Keseluruhan jenis burung yang diserahkan memiliki status dilindungi dan merupakan hasil pengamanan Polhut Balai TN Aketajawe Lolobata yang bermula dari informasi masyarakat di sekitar Sofifi tepatnya di sekitar Pelabuhan Besar Sofifi pada tahun 2017. Selanjutnya satwa burung diamankan di kantor Balai TNAL di Sofifi dan dirawat sekitar kurang lebih satu tahun sampai hasil pengamatan petugas teknis bahwa burung-burung tersebut siap dilepasliarkan.

 

Karena burung berasal dari Pulau Seram Provinsi Maluku, maka BTNAL berkoordinasi dengan BKSDA Maluku untuk diserahkan/dilepasliarkan dihabitatnya. Untuk memastikan kondisi kesehatan dan menghindari penularan penyakit, burung-burung tersebut telah diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate. Keseluruhan burung sebanyak 7 (Tujuh) Ekor siap untuk dilepasliarkan kembali ke alam dengan terlebih dahulu mendapatkan sertifikat kesehatan hewan dan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS -DN) dari BKSDA Maluku.

 

Pelepasliaran satwa ini harus dilakukan di habitat aslinya. Burung-burung yang memiliki wilayah persebaran di daerah tertentu, tidak boleh dilepasliarakan di daerah lain yang bukan merupakan wilayah persebaran aslinya apalagi  burung paruh bengkok endemik. Terdapat beberapa alasan untuk tidak melepasliarkan burung sembarangan diantaranya dapat menjadi target buruan, media penyebaran penyakit, menjadi spesies invasif, terjadi perkawinan silang di alam liar serta burung sulit bertahan hidup.

 

Sumber : Nadiya Fasha Fawzi, S.Hut - Calon PEH Pertama Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Sharing Informasi dan Motivasi Pengelolaan ODTWA bersama SPEKTAKELL ID

Sharing Informasi dan Motivasi Pengelolaan ODTWA bersama SPEKTAKELL ID

 

Tayawi, 3 September 2018. Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Weda telah melaksanakan diskusi santai mengenai pengelolaan ODTWA Tayawi dalam Pengembangan SWAT (Sanggar Wisata Alam Tayawi). SWAT berdiri sejak 20 Agustus 2018, diketuai oleh Sofyan Barakati, S.Pd, M.Pd yang beranggotakan 17 orang. Kelompok sadar wisata merupakan salah satu alternatif pengembangan pariwisata terkait dengan kampanye sadar wisata. SWAT terbentuk dari semangat untuk mengembangkan wisata alam serta ingin memajukan daerah dengan berkecimpung di wisata alam yang didukung oleh Taman Nasional Aketajawe Lolobata.
 
Penyampaian materi ini diberikan langsung oleh teman-teman dari SPEKTAKEL ID yang merupakan salah satu peserta dalam Ekspedisi TNAL yaitu Suryo Agung Sumarahadi dan Agung Triyono. SPEKTAKEL ID merupakan platform yang mengumpulkan, memilih dan mengelola kegiatan aktual seni budaya dari kota besar hingga pelosok desa. Mas Suryo dan Mas Agung telah berkecimpung dalam kegiatan dibidang seni budaya ini selama 10 tahun sehingga telah banyak pengalaman yang didapatkan. Oleh karena itu, kegiatan diskusi (sharing) ini dimaksudkan sebagai langkah awal dalam mengelola wisata alam oleh Sanggar Wisata Alam Tayawi. 
 
Turut hadir dalam diskusi ini perwakilan anggota SWAT, Kepala SPTN I Weda, dan  Kepala Resort Tayawi.
 
Raduan, SH selaku kepala seksi wilayah I Weda menyampaikan bahwa anggota swat memiliki peran penting dalam mengelola wisata alam disekitar Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan diharapkan dengan adanya diskusi ini dapat menjadi gambaran program kerja SWAT kedepan agar bisa lebih mandiri. DiHarapkan kedepannya pengunjung/wisatawan yang datang nantinya akan dihandel langsung oleh masyarakat dalam hal ini SWAT
 
Dalam kesempatan ini, SPEKTAKEL ID menjelaskan 3 faktor dalam mengelola wisata dan pembagian tugas dalam mengelola wisata alam, 3 faktor dalam mengelola wisata diantaranya : Keselamatan, Pelayanan dan Kreatifitas. Keselamatan merupakan dasar utama dalam mengelola wisata. Dijelaskan pula pembagian tugas dalam mengelola yaitu
1.Trip Leader
2.Guide
3. Cook/ Jungle Chef
4. Asisten Cook
5. Porter
Pembagian tugas ini tergantung dari jumlah tamu untuk itu perlu dipetakan minat untuk masing-masing anggota SWAT. Dalam memulai pengembangan SDM SWAT ini diperlukan modal awal diantaranya Desa,  Kas anggota, dan Dinas Pariwisata. Menurut Suryo, dibanyak tempat kelompok sadar wisata merupakan perpanjang tanganan desa, oleh karena itu, pentingnya prngembangan desa dan wisata alam yang ada di desa. Desa merupakan salah satu modal terpenting dalam mengelola kawasan wisata, karena secara tidak langsung desa akan selalu berhubungan langsung dengan swat.
 
 
Oleh : Nadiya Fasha Fawzi, S.Hut
Calon PEH Pertama
Baca Selengkapnya
Keluar Kawasan, Ini Hasil Ekspedisi TN. Aketajawe Lolobata Tahun 2018

Keluar Kawasan, Ini Hasil Ekspedisi TN. Aketajawe Lolobata Tahun 2018

 

 

 

Sofifi, 3 September 2018. Setelah sepuluh hari berjalan mencari data keanekaragaman hayati di dalam kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), akhirnya pada tanggal 28 Agustus 2018 Tim Ekspedisi TNAL sampai di kantor SPTN Wilayah III Subaim. Tim ekspedisi dipisah menjadi dua kelompok untuk pengambilan data di lokasi yang berbeda, yaitu Beringin Lamo dan Tukur-tukur. Sampai di Subaim, tim bermalam di kantor SPTN III dan esok harinya (29/08) menuju kantor Balai TNAL di Sofifi.

 

Setibanya di Sofifi, dengan tertib dan bersuka ria, tim ekspedisi langsung membuka perlengkapan pribadi untuk dibersihkan. Setelah itu beberapa kelompok pemerhati satwa mengeluarkan spesimen atau awetan mereka untuk diidentifikasi. Kegiatan rekap data dan persiapan presentasi hasil sementara Ekspedisi TNAL Tahun 2018 dilakukan sampai tanggal 30 Agustus 2018.

 

Saatnya presentasi hasil. Tepat pukul 14.15 WIT, setelah Salat Jum’at, tim ekspedisi yang terdiri dari mahasiswa Himakova IPB, Spektakel dan Indonesia Dragonfly Society (IDS) mempresentasikan hasil sementara mereka selama di lapangan. Sebagai pimpinan presentasi, Kepala Balai TNAL, Muhammad Wahyudi mengapresiasi tim ekspedisi yang telah bekerja keras sampai berhari raya idhul adha dilapangan. Selanjutnya Kepala Balai mempersilahkan ketua Surili yang merupakan program Himakova ini, Ramdani untuk melakukan presentasi hasil.

 

“Saya berterima kasih dan mengapresiasi adik-adik mahasiswa dan seluruh Tim Ekspedisi TNAL yang telah bekerja keras mengambil data dan semua panitia yang telah mensukseskan acara ini”, Kata Muhammad Wahyudi.

 

Hasil yang didapatkan tim dari Himakova antara lain terdapat perjumpaan tupai di dalam kawasan oleh Kelompok Pemerhari Mamalia (KPM) yang selama ini belum pernah dijumpai oleh Balai TNAL. Temuan lainnya datang dari Kelompok Pemerhati Burung (KPB), yaitu hampir seluruh burung endemik telah dijumpai diantaranya adalah Tiong Lampu Ungu, yang merupakan endemik Maluku Utara yang juga jarang dijumpai. Total jenis burung yang dijumpai dalam kegiatan ini sebanyak 54 jenis. Kelompok Pemerhati Herpetofauna (KPH) mendapatkan data amfibi sebanyak 21 jenis dan 9 jenis diantaranya telah teridentifikasi. Sedangkan data perjumpaan reptil sebanyak 13 jenis dan sudah teridentifikasi semuanya.

 

Hasil dari Kelompok Pemerhati Kupu-Kupu (KPK) didapatkan perjumpaan kupu-kupu sebanyak 41 jenis di Tukur-Tukur dan 27 jenis di Beringin Lamo, sedangkan yang belum teridentifikasi sebanyak 15 jenis. Kelompok Pemerhati Flora (KPF) mendapatkan data berbagai jenis tumbuhan, mulai dari semak, pohon, tumbuhan merambat, palem, pandan sampai anggrek, yang menarik adalah data anggrek, yaitu sebanyak 68 jenis anggrek yang telah dijumpai dan 24 jenis diantaranya belum teridentifikasi. Kelompok Pemerhati Goa (KPG) belum mendapatkan data potensi goa didalam kawasan TNAL di Tukur-Tukur, akhirnya mereka mendapatkan goa di luar kawasan, yaitu goa Paniki yang kemudian dipetakan. Kajian tentang ekowisata dari Kelompok Pemerhati Ekowisata adalah ditemukannya beberapa air terjun yang dapat dijadikan objek wisata alam akan tetapi memiliki akses yang cukup jauh.

 

Kelompok sosial budaya mengkaji budaya Masyarakat Tobelo Dalam (MTD) di Dusun Tukur-Tukur, Dusun Beringin Jaya dan Dusun Titipa. Beberapa data kajian yang didapat seperti seni berbalas pantun atau salombe yang saat ini hanya bisa didengar dari warga yang sudah tua. Selain itu terdapat larangan untuk memakan beberapa jenis burung, seperti burung Nuri, Kakatua Putih dan Kasturi Ternate karena mereka (MTD) menganggap burung tersebut dapat berbicara layaknya manusia. Mereka juga tidak memakan burung elang, karena menganggap elang itu jahat dan suka makan burung lainnya. Data historis atau sejarah MTD di Desa Tukur-Tukur dimulai pada tahun 1960 an, dimana mereka mulai keluar dari hutan dan tahun 1987 berdirilah Dusun Tukur-Tukur sampai sekarang.

 

Kajian sosial budaya ini kemudian dilanjutkan oleh tim dari Spektakel. Mereka menyatakan bahwa istilah Masyarakat Tobelo Dalam merupakan istilah yang diberikan oleh orang lain, karena MTD tersebut tidak tahu kalau mereka disebut MTD. Masyarakat ini menyebut dirinya sebagai suku Togutil dan sebagian lagi sebagai O Hongana Manyawa, yang berarti orang dari hutan. Keberadaan seni budaya mereka lambat laun akan punah, karena yang dapat melakukan tarian-tarian dan lagu-lagu adat hanya para orang tua dan para pemudanya sudah mulai meninggalkan kebiasaan tersebut. Terdapat empat kriteria O Hongana Manyawa, yaitu kelompok yang sudah bermukim, kelompok yang masih di kawasan hutan tetapi sering datang ke perkampungan, kelompok yang sudah di luar kawasan tetapi masih beraktifitas di dalam kawasan dan kelompok yang masih asli yang ada di dalam kawasan hutan. Kelompok yang masih asli merupakan kelompok adat yang rentan, yaitu rentan terhadap perubahan pola hidup dari orang luar (pengunjung).

 

“TNAL beserta instansi Pemda yang terkait dapat turut melestarikan budaya mereka dengan membuat kelompok pemuda yang kemudian aktif dalam acara penerimaan tamu kunjungan, dan lainnya”, kata Suryo, Tim Spektakel. “Kami bukan tidak berani untuk mengunjungi kelompok yang masih asli, tetapi kami tidak mau membawa dampak negatif buat mereka, seperti gaya berpakaian, makan dan gaya hidup lainnya karena mereka masih rentan terpengaruh pola hidup dari luar”, imbuhnya.

 

Presentasi terakhir dari tim IDS. Tim yang bergelut dibidang capung tersebut menemukan sebanyak 36 jenis, 18 jenis diantaranya ditemukan di luar kawasan taman nasional, yaitu di lokasi kemah konservasi di gunung Uni-Uni. Hal ini dikarenakan di Uni-Uni terdapat kolam air yang jernih di tempat terbuka. Terdapat catatan baru sebanyak 3 jenis.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Kontingen TN. Aketajawe Lolobata Tiba di Puncak HKAN

Kontingen TN. Aketajawe Lolobata Tiba di Puncak HKAN

 

Sofifi, 28 Agustus 2018. Hari ini adalah rangkaian acara puncak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diselenggarakan di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih, Bitung Sulawesi utara. Menyambut kemeriahan acara tersebut Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) mengirimkan kontingennya sebanyak 2 orang kader konservasi dan satu pegawai Balai TNAL sebagai pendamping.

 

Kader konservasi yang dilibatkan adalah ketua kelompok Rimbawan Pecinta Alam Aketajawe Lolobata (RIMPAL) dan ketua kelompok Sanggar Wisata Alam Tayawi (SWAT). Kedua kelompok tersebut merupakan kelompok binaan Balai TNAL pada kawasan wisata di Resort Binagara dan Resort Tayawi.

 

RIMPAL merupakan kumpulan anak muda dan siswa sekolah di Resort Binagara yang cinta akan petualangan khususnya panjat tebing dan selusur goa. Kelompok ini diinisiasi oleh Rudi (ketua) yang notabene merupakan kader yang selalu diajak oleh TNAL untuk membantu setiap kegiatan inventarisasi di dalam kawasan. Anak-anak muda ini dipilih karena sudah menunjukkan komitmennya dibidang konservasi alam, salah satunya adalah mengajak dan melatih anak-anak usia dini panjat tebing dan turut mempromosikan kawasan TNAL.

 

Kelompok SWAT merupakan kelompok pemandu dan jasa penyiapan wisata alam di Resort Tayawi. Selain telah berhasil membantu menyiapkan acara HKAN tahun lalu, kelompok ini juga telah melakukan kegiatan-kegiatan sosial diantaranya adalah turut menyusun program kurikulum pengajaran lingkungan di sekolah di desa Koli.

 

“Saya sangat terkesan dan bersyukur bisa diikutkan dalam kegiatan (HKAN) ini dan ini pertama kali bagi saya”, kata Rudi, ketua RIMPAL saat dikonfirmasi lewat telpon (28/08). “Saya mendapat banyak cerita pengalaman dan masukan dari berbagai kader dari seluruh Indonesia”, tutupnya.

 

“Kedua utusan tersebut merupakan kader terbaik yang akan membantu TNAL dalam pelestarian kawasan kedepannya“, ungkap Wahyudi, Kepala balai TNAL. “Di acara ini pula akan kami putarkan perdana video klip lagu TNAL yang berjudul Aketajawe Se Lolobata”, tambahnya.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Dua Perguruan Tinggi Presentasi Hasil Penelitian di Balai TN. Aketajawe Lolobata

Dua Perguruan Tinggi Presentasi Hasil Penelitian di Balai TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 27 Agustus 2018. Adalah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan mahasiswa Universitas Halmahera (Uniera) Tobelo yang baru saja selesai melakukan presentasi hasil penelitian mereka di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). presentasi tersebut dilaksanakan di ruang rapat kantor Balai TNAL yang dihadiri langsung oleh Kepala Balai TNAL dan Dosen Pembimbing STP Bandung dengan Kepala SPTN Wilayah I Weda sebagai moderator acara.

 

Mahasiswa STP Bandung mempresentasikan hasil penelitian meraka tentang pelibatan Masyarakat Tobelo Dalam (MTD) dalam kegiatan pariwisata. Lima mahasiswa ini menjelaskan bahwa MTD di Resort Tayawi sudah dilibatkan dalam beberapa kegiatan, antara lain sebagai penyedia jasa antar dan tergabung dalam keanggotaan kelompok Sanggar Wisata Alam Tayawi (SWAT).

 

“Ini adalah tahap awal bagi mahasiswa kami (STP Bandung), karena masih dua tahap lagi, yaitu penelitian yang bersifat teknis dan bersifat aplikatif seperti pemberdayaan masyarakat”, kata Dosen Pembimbing STP Bandung. “Semoga kami masih bisa bergabung dengan TNAL”, lanjutnya.

 

Pemaparan selanjutnya adalah dari mahasiswa Uniera Tobelo. Judul yang diambil dalam penelitiannya adalah nilai manfaat langsung TNAL kepada masyarakat. Lokus penelitian adalah di Desa Bukit Durian. Hasil pemaparan mahasiswa tersebut bahwa, manfaat sumber daya alam hayati yang dimanfaatkan masyarakat Desa Durian yaitu Rp.112.382.680/tahun.

 

Dalam sesi tanya jawab, kedua pergutuan tinggi tersebut mendapatkan masukan yang penting dari para peserta yang merupakan pengelolan kawasan TNAL.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
CPNS Balai TNAL menyelesaikan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar Gol. III Gelombang I Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

CPNS Balai TNAL menyelesaikan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar Gol. III Gelombang I Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

 

 

Sofifi, 23 Agustus 2018

Setelah melaksanakan dan  mengaktualisasikan nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitemen Mutu dan Anti Korupsi) dan kedudukan pns (Manajemen ASN, Whole of Government (WoG), Pelayan Publik) dalam masa habituasi selama 2 bulan lamanya di unit kerja Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata.

 

Tepatnya Rabu, 8 agustus 2018, CPNS Balai TNAL a.n. Nadiya Fasha Fawzi, S.Hut  melakukan  presentasi hasil aktualisasi dihadapan Ibu Dr. Sri Harteti, S.Pi, M.Si sebagai Penguji, Bapak Prama Gustian, S.Hut, M.Si sebagai Coach, dan Bapak Raduan, SH sebagai Mentor.

 

Evaluasi hasil aktualisasi ini merupakan seminar dari penetapan isu yang telah disusun dan disepakati,  didasarkankan pada agenda II yaitu Manajemen ASN, Whole of Government (WoG) dan Pelayanan Publik serta pemecahan isu yang direlevansikan dengan agenda III yaitu nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Akuntabilitas) pada rancangan aktualisasi.

 

Evaluasi hasil aktualisasi dilakukan selama 3 hari, mulai tanggal 5 agustus sampai dengan 8 agustus 2018 di Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bogor.

 

Isu yang diangkat pada saat rancangan aktualisasi adalah Bahan Informasi ODTWA yang belum lengkap  dan Data keanekaragaman, khusunya Fauna (Aves) di Wil. SPTN I Weda belum terkelola dengan baik. Output yang dihasilkan dari pemecahan isu ialah Pembuatan Database Burung di Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Weda, Pembuatan Booklet Burung Dilindungi di TNAL, Leaflet ODTWA Resort Tayawi, Booklet mengenai ODTWA Resort Tayawi dan Infografis Resort Tayawi.

 

Output yang dihasilkan dari pemecahan isu ini diharapkan dapat mendukung tugas Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata yaitu melakukan penyelenggaran konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan dapat mendukung salah satu fungsi Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata yaitu penyedia data dan informasi, promosi dan pemasaran konservasi sumberdaya alam dan ekosistem.

 

Diharapkan dengan telah selesainya kegiatan  latsar CPNS gol III  dapat membentuk ASN yang selalu menerapkan nilai-nilai ANEKA dalam kehidupan sehari-hari dalam melaksanakan tugas di lapangan khususnya  UPT Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, yang nantinya akan bermanfaat untuk ASN, organisasi, dan tentunya masyarakat luas.

 

Oleh : Nadiya Fasha Fawzi, S.Hut

Calon PEH Pertama

Baca Selengkapnya
Bibit Pala Untuk MTD di Hari Kemerdekaan RI

Bibit Pala Untuk MTD di Hari Kemerdekaan RI

Gambar 1. Foto bersama setelah penyerahan bibit Pala

 

Sofifi, 21 Agustus 2018. Sebanyak 135 anakan Pala dan 125 anakan cengkeh dari BPDASHL Ake Malamo telah diserahkan kepada Masyarakat Tobelo Dalam (MTD) yang telah bermukim di Dusun Titipa, Halmahera Timur oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Subaim, Junesly F. Lilipory. Penyerahan bibit tersebut dilakukan setelah upacara bendera dan pelepasliaran burung paruh bengkok (19/08). Kegiatan ini juga termasuk dalam rangkaian kegiatan HKAN Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL).

 

 

Gambar 2. Kasi SPTN Wilayah III menyerahkan bibit Pala.

 

Masyarakat tersebut tampak senang menerima bibit yang nantinya akan menjadi salah satu sumber ekonomi keluarga. Mereka mengucapkan terimakasih kepada Balai TNAL yang telah memberikan bibit-bibit tersebut dan akan segera memindahkan ke lahan kebun mereka.

 

“Semoga mereka (MTD) mendapatkan manfaat dari bantuan bibit produktif bagi lahan-lahan mereka”, kata Junesly F. Lilipory. “Mereka berharap TNAL dapat memberikan bibit-bibit tersebut lebih banyak lagi, namun akan dilakukan setelah kita evaluasi pertumbuhan bibit pala dan cengkeh yang telah mereka dapatkan”, imbuhnya.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

 

Baca Selengkapnya
Direktur KKH di HKAN Balai TN. Aketajawe Lolobata

Direktur KKH di HKAN Balai TN. Aketajawe Lolobata

 

 

Sofifi, 17 Agustus 2018. Disambut dengan nyanyian burung-burung, hari terakhir rangkaian acara Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) terasa lebih spesial karena turut hadir Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati, Indra Eksploitasia. Staf ahli Bupati Halmahera Timur yang mewakili Plt. Bupati, perwakilan TNI, Polri dan tentu saja Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Halmahera Timur juga hadir dalam acara yang telah berlangsung selama dua hari tersebut. Agenda terakhir HKAN Balai TNAL yaitu pelepasan burung paruh bengkok, penanaman, pemutaran perdana lagu TNAL dan pelepasan peserta Ekspedisi Taman Nasional Aketajawe Lolobata tahun 2018.

 

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Halmahera Timur, Harun Fabanyo, menyatakan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan yang telah digagas oleh Balai TNAL ini. Beliau juga menuturkan bahwa saat ini pemerintah daerah Halmahera Timur sedang melakukan peningkatan keterampilan dan pembinaan terhadap bibit-bibit muda Halmahera Timur, salah satunya adalah dengan kegiatan kemah seperti ini.

 

“Mungkin lokasi ini dapat dipertimbangkan menjadi lokasi kemah di Halmahera Timur”, kata Harun Fabanyo.

 

Direktur KKH juga menyatakan apresiasi terhadap kegiatan ini, dimana bisa melibatkan banyak pihak terutama masyarakat sekitar.

Acara selanjutnya adalah pelepasliaran burung paruh bengkok. Burung yang dilepasliarkan sebanyak 23 ekor yang terdiri dari Kakatua Putih, Kasturi Ternate dan Nuri Kalung Ungu. Sebagian dari burung tersebut merupakan penyerahan dari SKW I Ternate, Balai KSDA Maluku. Sebelumnya, burung tersebut telah ditempatkan di kandang habituasi yang sudah dibuat di lokasi pelepasliaran beberapa hari yang lalu. Hal ini dimaksudkan agar burung-burung endemik ini dapat menyesuaikan diri terhadap lokasi pelepasliaran.

 

Pelepasan peserta ekspedisi ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Direktur KKH, Kepala Balai TNAL dan Staf Ahli Bupati Halmahera Timur kepada perwakilan peserta ekspedisi.

 

Acara terakhir adalah pemutaran perdana lagu resmi Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang dibuat oleh komunitas lokal Ternate,Timur Jauh. Seluruh peserta termasuk para undangan dengan mudah menghafal bagian reff lagu yang sedang dibuatkan video klipnya ini.

 

“Saya sangat senang dan mengapresiasi usaha kreatif Balai TNAL. Dan saya akan mengajak pencipa lagu ini (Timur Jauh) ke Jakarta untuk membuatkan lagu di KKH”, apresiasi Indra Eksploitasia.

 

“Kegiatan beginilah yang seharusnya kita lakukan, kegiatan langsung dikawasan dan mengajak masyarakat agar kita lebih menjiwai rasa konservasi seperti pesan Dirjen KSDAE”, kata Wahyudi, Kepala Balai TNAL. “Dan kegiatan ini sukses karena kerja keras teman-teman (Balai TNAL) yang selalu kerja sama dan kompak”, tutupnya.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

 

Baca Selengkapnya
Hari Ke-2 HKAN, TN. Aketajawe Lolobata Upacara HUT RI bersama MTD

Hari Ke-2 HKAN, TN. Aketajawe Lolobata Upacara HUT RI bersama MTD

 

Sofifi, 17 Agustus 2018. Hari ke-2 rangkaian kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) adalah upacara bendera Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Upacara ini dilaksanakan bersama mahasiswa Himakova IPB, UGM, Universitas Khairun Ternate, Universitas Nuku Tidore, Universitas Halmahera, Sekolah Tinggi pariwisata Bandung dan Masyarakat Tobelo Dalam (MTD).

 

Upacara dilaksanakan pada pukul 09.30 WIT di Gunung Uni-Uni, Halmahera Timur yang merupakan lokasi pelaksanaan kegiatan HKAN. Inspektur Upacara dalam kegiatan ini adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Halmahera Tiimur, Hardi Musa. Sedangkan yang menjadi petugas upacara adalah Polisi Kehutanan Balai TNAL yang di pimpin oleh Yusra Abdul Kadir sebagai Komandan upacara. Peserta kegiatan, yaitu Himakova IPB juga mendapat tugas sebagai paduan suara untuk menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

 

Hadir dalam upacara tersebut adalah Kepala Balai TNAL, Kepala SPTN Wilayah II dan III, Putri Pariwisata Maluku Utara tahun 2016 dan relawan dari Ulrick yang akan ikut melaksanakan Ekspedisi TNAL. Barisan peserta upacara yang menyita perhatian adalah Masyarakat Tobelo Dalam (MTD). Peserta ini membawa seluruh peralatan berburu dalam upacara bahkan sebagian dari mereka tidak menggunakan alas kaki dan berbusana lengkap. Tak lupa kegiatan ini juga diliput oleh salah satu televisi nasional.

 

“Kegiatan ini sangat unik dan sangat bagus untuk dilaksanakan”, kata Hardi. “Kami (Pemda Haltim), akan mendukung kegiatan Balai TNAL terkait bidang pariwisata”, tambahnya.

 

Selesai upacara, perwakilan dari MTD diminta mengambil tempat untuk menerima bingkisan berupa bahan pokok dan busana layak pakai. Setelah menerima bingkisan, terlihat senyum yang gembira pada wajah mereka.

 

“Kita duduk bersama MTD, mahasiswa, LSM, instansi pemerintah dan komunitas-komunitas ini menandakan bahwa Balai TNAL dalam mengelola kawasannya tidak sendirian dan terus bersinergi dengan para pihak sebagai mitra yang baik”, tegas Wahyudi, Kepala Balai TNAL.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

 

Baca Selengkapnya

 

 

Sofifi, 16 Agustus 2018. Hari ini telah dimulai rangkaian kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Diawali dengan penjumputan peserta kegiatan dari mahasiswa Himakova IPB, Indonesia Dragon Fly, Spectackle dan Putri Pariwisata Maluku Utara tahun 2016 di bandara Babullah Ternate dan bandara Buli, Halmahera Timur.

 

Para peserta kegiatan kemudian diperiksa oleh tim kesehatan Manggala Wanabhakti dari Jakarta. Pemeriksaan ini dilaksanakan di kantor SKW I Ternate, Balai KSDA Maluku sesaat setelah mereka tiba di Ternate. Setelah pemeriksaan berakhir, para peserta bergegas menuju lokasi kegiatan di puncak gunung Uni-Uni, Kabupaten Halmahera Timur.

 

Selain pemeriksaan kesehatan, Kepala Balai TNAL beserta para pejabat eselon IV juga melaksanakan koordinasi terakhir terkait pelaksanaan HKAN tahun 2018. Koordinasi dilakukan ke kantor Bupati Halmahera Timur dan Kepolisian Resort Buli. Hasil dari koordinasi tersebut adalah didapatkannya dukungan kegiatan dari Pemda Halmahera Timur maupun dari Polres Buli. Rencananya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Halmahera Timur akan menjadi inspektur upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Uni-Uni.

 

“Kita telah mendapat dukungan dari Pusat dan Daerah, jadi kita harus menampilkan yang terbaik dalam kegiatan ini”, kata Wahyudi, Kepala Balai TNAL.

“Kegiatan ini akan diliput oleh salah satu televisi nasional yang telah menghubungi saya”, papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Halmahera Timur.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Balai TN Aketajawe Lolobata dan PT Antam Sepakat Lanjutkan PKS

Balai TN Aketajawe Lolobata dan PT Antam Sepakat Lanjutkan PKS

 

Sofifi, 13 Agustus 2018. Setelah beberapa kali menjalin kerjasama bidang konservasi, seperti penghijauan pada lahan kritis dan pembangunan gedung pusat informasi pada Suaka Paruh Bengkok, PT Antam dan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) kembali melanjutkan kerjasama yang menguntungkan bagi kedua belah pihak dan masyarakat ini. Kesepakatan yang diperpanjang tersebut adalah kerja sama dalam penguatan fungsi Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam serta konservasi keanekaragaman hayati melalui kerjasama pemulihan ekosistem seluas 273,69 ha.

 

Kesepakatan tersebut ditandatangani di ruang rapat Direktur Jenderal KSDAE di Jakarta (10/08) oleh Saepuloh selaku VP PM dan NPAM PT Antam dan Muhammad Wahyudi selaku Kepala balai TNAL. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE dan Direktur PIKA.

 

Sebelum penandatangan perjanjian, Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno disela-sela kesibukannya memberikan arahan kepada kedua belah pihak. Beliau menyambut baik kerja sama yang terjalin dan berharap kerja sama tersebut bermanfaat untuk kedua belah pihak dan masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Sekditjen KSDAE, Herry Subagiadi mengucapkan terima kasih kepada PT Antam dan Balai TNAL beserta jajarannya yang telah melakukan beberapa perjanjian kerja sama dan selama ini berjalan dengan baik. Beliau juga berharap kedepannya (PKS) dapat lebih baik lagi. Sedangkan Direktur PIKA, Listya Kusumawardhani, selaku pemimpin dalam penandatanganan PKS ini meminta agar kedua belah pihak memenuhi hak dan kewajiban dalam perjanjian yang nantinya dituangkan dalam dokumen RPP dan RKT.

 

PT Antam juga menyampaiakn terima kasih kepada Direktorat Jenderal KSDAE terutama kepada Balai TNAL yang selama ini sangat mendukung pelaksanaan dilapangan. Pihaknya juga menyampaikan komitmen untuk melaksanakan kewajiban yang lebih baik kedepannya.

 

Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Ada Petugas Karantina di Kandang Transit TN. Aketajawe Lolobata

Ada Petugas Karantina di Kandang Transit TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 8 Agustus 2018. Memiliki kandang satwa memang harus sesuai dengan kebutuhan satwa tersebut, tak terkecuali kebersihan dan keamanan kandang. Hal ini yang saat ini sedang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) mengingat telah memiliki kandang transit dan bangunan Suaka Paruh Bengkok. Balai TNAL meminta dengan resmi Balai Karantina Pertanian di Ternate untuk melakukan pemeriksaan kelayakan kandang dan kesehatan burung.

 

Minggu lalu (03/08), dua petugas Balai Karantina datang dan memeriksa kesehatan burung. Salah satu petugas tersebut adalah drh. Indra Wahyu. Mereka didampingi oleh Koordinator Suaka Paruh Bengkok, Gunawan Simanjuntak dan dibantu oleh penjaga kandang, Salman.

 

drh. Indra Wahyu memeriksa seluruh burung-burung paruh bengkok di kandang transit, baik yang berasal dari luar pulau Maluku Utara maupun dari Maluku Utara. Hasil pengecekan tersebut menyatakan bahwa kondisi burung pada umumnya sehat dan dapat dilepasliarkan, kecuali jenis Nuri Bayan (Eclectus roratus) sebanyak 8 ekor masih belum bisa dilepasliarkan. Sedangkan burung-burung yang berasal dari luar Maluku Utara juga sudah dapat dikembalikan ke daerah asalnya, karena dinyatakan sehat. Jadi, Kakatua Putih (8 ekor), Kasturi Ternate (21 ekor) dan Nuri Kalung Ungu (5 ekor) dinyatakan sehat dan layak dilepasliarkan.

 

Menurut drh. Indra Wahyu bahwa kondisi kandang masih harus dilakukan beberapa perbaikan. Beberapa perbaikan diantaranya pada gudang pakan, buangan kotoran burung, kandang individu dan sarana desinfeksi bagi pengunjung.

 

“Ini sebagai langkah awal kita (TNAL) untuk bekerjasama dengan Balai Karantina Pertanian agar terdapat kegiatan pemeriksaan rutin pada burung-burung di TNAL”, kata Gunawan. “Mereka juga akan kita ajak pertemuan bersama nantinya”, tutupnya.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
TN. Aketajawe Lolobata Membantu KSDA Maluku Evakuasi Buaya

TN. Aketajawe Lolobata Membantu KSDA Maluku Evakuasi Buaya

 

Sofifi, 8 Agustus 2018. Setelah terdapat kabar kemunculan buaya di Pulau Hiri sebelah utara Pulau Ternate, pada tanggal 6 Agustus 2018 kembali tersiar kabar bahwa buaya terlihat di sungai yang berada di samping pasa Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. Buaya dengan panjang 3,5 meter tersebut kemudian di tangkap oleh masyarakat di Desa Fidi Jaya. Berita ini juga berasal dari kelompok Pecinta Alam, CIPAL. Melalui media sosial, mereka juga meminta agar petugas yang berwewenang segera menindaklanjuti kabar tersebut agar buaya dapat penanganan yang lebih baik.

 

Merespon hal tersebut, Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), Wahyudi, langsung menawarkan bantuan personil Polisi Kehutanan kepada Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ternate, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku. Abas Hurasan, Kepala SKW I pun menyambut baik bantuan tersebut.

 

Sempat menjadi objek tontonan warga, buaya tersebut akhirnya kembali dilepaskan petugas SKW I yang dibantu oleh petugas SPTN Wilayah I Weda, Balai TNAL. Pelepasan tersebut juga disaksikan oleh warga setempat. Lokasi pelepasan berada di wilayah Gane Timur yang jauh dari pemukiman masyarakat.

Kepala SKW I Ternate mengucapkan terima kasih kepada Balai TNAL yang telah membantu dalam evakuasi buaya di Weda.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

 

 

Baca Selengkapnya
Ekspedisi Lolobata Tahun 2018

Ekspedisi Lolobata Tahun 2018

 

Hai Hobata
Masih ingat dengan keseruan, kemeriahan dan hasil Ekspedisi Lolobata 2017 tahun lalu?



Tahun ini kami kembali dengan "Ekspedisi Taman Nasional Aketajawe Lolobata 2018". Sedikit bocoran nih Hobata, yang akan ikut menyusuri belantara Taman Nasional Aketajawe Lolobata #TNAL di rimba Halmahera adalah kawan-kawan kita dari Himakova (Himpunan Mahasiswa Konservasi), IPB Bogor dan tentu saja dari kawan kita IDS (Indonesia Dragonfly Society).


Hmmm....seperti apa ya persiapan mereka? Dan kapan pelaksanaan Ekspedisi ini?
Simak terus di akun Balai TNAL ya Broo....



#sitinurbayabakar
#menlhk
#klhk
#kemenlhk
#ksdae
#tnal
#ayoketamannasional
#ekspedisilolobata
#ekspedisitamannasionalaketajawelolobata2018
#malukuutara
#halmahera
#jelajahhalmahera

David
Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
081244506591

Baca Selengkapnya
Hasil Pertemuan TN. Aketajawe Lolobata dengan Masyarakat Adat Kobe Sawai

Hasil Pertemuan TN. Aketajawe Lolobata dengan Masyarakat Adat Kobe Sawai

 

 

Sofifi, 27 Juli 2018. Pertemuan antara Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) dengan masyarakat Desa Kobe Gunung dan masyarakat Desa Sawai Itepo berlangsung selama berjam-jam di Balai Desa Sawai itepo. Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala SPTN Wilayah I Weda, Kepala SPTN Wilayah III Subaim, anggota TNI dan Polri serta tokoh masyarakat kedua desa.

 

Terdapat beberapa paparan dalam acara tersebut. Kepala SPTN Wilayah I memaparkan tentang pengelolaan TNAL yang saat ini mengedepankan kebijakan pro rakyat dengan program-program kemitraan. Begitu juga dengan paparan dari kedua pejabat eselon IV lainnya, yaitu memaparkan tentang gambaran umum TNAL dan 10 cara baru dalam pengelolaan kawasan konservasi, sesuai arahan Dirjen KSDAE, dimana salah satunya ialah menjadikan masyarakat sebagai subjek pengelolaan.

 

Masyarakat masih memiliki kehawatiran dengan keberadaan taman nasional. Kekhawatiran tersebut antara lain dibatasinya masyarakat dalam mengelola hutan dan pemberdayaan masyarakat yang tidak berkelanjutan. Terkait hal tersebut Balai TNAL akan memberikan ruang dan dukungan terhadap pengelolaan kawasan ini dengan berkolaborasi bersama masyarakat.

 

Meskipun masyarakat belum sepenuhnya menerima TNAL namun ada titik terang dari pertemuan ini, yaitu masyarakat mengajak TNAL turun kelapangan untuk memastikan keberadaan batas kawasan taman nasional dengan batas desa. Selain itu hampir semua peserta masyarakat bersedia menerima program dari Balai TNAL.

 

Program yang ditawarkan dalam waktu dekat adalah studi banding. Perwakilan dari masyarakat akan diajak melihat konsep pengelolaan secara kolaboratif berbasis masyarakat. Lokasi studi banding masih dipertimbangkan, karena harus memiliki kriteria yang sesuai dengan kondisi Balai TNAL saat ini, yaitu pengelola kawasan yang telah berhasil meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya dengan kegiatan kolaboratif.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Begini Hasil Kunjungan NGO Bidang Konservasi Paruh Bengkok ke SPB

Begini Hasil Kunjungan NGO Bidang Konservasi Paruh Bengkok ke SPB

 

Sofifi, 16 Juli 2018. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) kedatangan tamu spesial dari beberapa lembaga konservasi paruh bengkok di Singapura dan Konservasi Kakatua Indonesia dari Seram. Didampingi oleh Simon Purser dari Wallacea Nature, mereka diajak berkeliling kantor Balai TNAL sebelum menuju Gedung Pusat Informasi untuk berdiskusi tetang konservasi burung paruh bengkok.

 

 

Pertemuan yang dipimpin Kepala Balai tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala SPTN masing-masing wilayah, Kepala SBTU dan Koordinator Suaka Paruh Bengkok (SPB). Sebagai perantara, Simon Purser ikut memberi dukungan penuh bagi pengembangan SPB untuk konservasi burung Paruh Bengkok. Para tamu yang ahli dalam penanganan parrot sangat antusias dengan konsep pengelolaan SPB, yaitu Konservasi, Edukasi dan Rekreasi. Terbukti mereka benar-benar mencatat, memberi masukan dan banyak bertanya detail tentang SPB.

 

 

“Pusat konservasi ini (Suaka Paruh Bengkok) berpotensi menjadi world class conservation centre, jadi kita harus turut mendukung terbangunnya SPB ini”, Kata Pak Simon.

 

Ketertarikan akan pengembangan konservasi paruh bengkok juga datang dari Ibu Bonnie Zimmerman (Indonesian Parrot Project). beliau mengatakan bahwa “Kami bukan lembaga yang memiliki banyak uang, tetapi kami memiliki tenaga ahli yang berpengalaman”. Bisa disimpulkan bahwa pengembangan SPB kedepannya akan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

 

Dr. Jessica Lee dari Wildlife Reserves Singapore menanyakan adakah keterlibatan masyarakat atau komunitas masyarakat dalam kegiata di SPB nantinya. Dengan semangat, Ibu Lilian, Kepala SBTU menjelaskan bahwa masyarakat akan dilibatkan seperti pemberian pakan dari kebun masyarakat, pelatihan penangkaran dan saat ini terdapat program dari Burung Indonesia yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat di Desa Kosa.

 

Setelah diskusi di kantor Balai, para tamu dari berbagai lembaga tersebut diantar menuju Suaka Paruh Bengkok di Desa Koli.

 

Pemanduan oleh Koordinator SPB dilakukan mulai dari gedung pusat informasi sampai menuju kandang besar. Saat berada di kandang kecil, Dr. Jessica beserta tim mengapresiasi bentuk kandang dan banyak memberi masukan, salah satunya adalah memperkecil celah pada atap agar reptil seperti ular tidak masuk dan memangsa burung.

 

Perjalanan dilanjutkan menuju kandang besar. Para tamu juga dibuat kagum dengan kandang tersebut. Tidak sedikit saran yang diberikan untuk pengelolaan dan penempatan satwa di dua kandang besar ini. Penempatan air minum, pohon-pohon, tempat makan sampai jenis burung yang sebaiknya diletakkan disini turut menjadi perhatian Dr. Jessica Lee.

 

“Kandang besar ini sebaiknya hanya di isi dengan burung-burung yang sudah jinak, selain sebagai sarana wisata foto bersama burung, juga dikarenakan kandang tersebut akan dilalui banyak pengunjung”, saran Dokter Hewan yang bisa bahasa Indonesia ini. “Burung yang liar dipisahkan di kandang tersendiri dan burung yang sakit diletakkan di kandang karantina”, imbuhnya.

 

“Nanti kita akan kirimkan personil Suaka Paruh Bengkok ke Jurong Bird Park di Singapura untuk belajar”, Tutup Wahyudi, Kepala Balai TNAL.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Begini Suasana Pemutaran Film Baru TNAL Perdana di Gedung Pusat Informasi

Begini Suasana Pemutaran Film Baru TNAL Perdana di Gedung Pusat Informasi

 

 

Sofifi, 4 Juli 2018. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) kembali memproduksi film dokumenter bertajuk “Letter From Ternate” yang dibuat oleh Sofyan, Polisi Kehutanan Balai TNAL. Film ini merupakan kelanjutan film “Jejak Alfred Russel Wallace” yang dibuat tahun lalu. Selain itu film ini juga akan diikutkan dalam lomba film pada gelaran pameran Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam di pelataran Candi Prambanan Yogyakarta tanggal 6 Juli mendatang.

 

Hadir dalam launching film dokumenter tersebut adalah Kepala Balai TNAL, Pejabat Struktural dan pegawai Balai TNAL. Tampak dari wajah para penonton, bahwa mereka sangat antusias menyaksikan film sejarah awal seleksi alam dan teori evolusi yang mendunia tersebut.

 

“Itu, film (Letter From Ternate) sangat berkesan sekali buat saya, film itu sangat mendidik dan perlu disebarluaskan, karena orang semakin faham karena burung Bidadari bukan hanya sekedar burung tetapi ada sejarah dan penemunya”, kata Raduan, Kepala SPTN Wilayah I dalam sesi wawancara setelah pemutaran film tersebut.

 

Film pemutaran perdana ini sudah dapat dilihat pada media sosial Taman Nasional Aketajawe Lolobata, tetapi film dokumenternya akan ditayangkan beberapa hari kedepan.

 

Penasaran dengan filmnya? Ikuti terus info terbaru akun media sosial Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Presentasi Rancangan Aktualisasi Calon PEH 2018 di Balai TNAL

Presentasi Rancangan Aktualisasi Calon PEH 2018 di Balai TNAL

 

 

Sofifi, 4 Juli 2018. Pelatihan Dasar adalah pengganti dari Prajabatan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Metode baru ini memiliki beberapa perbedaan dengan metode Prajabatan. Salah satu kegiatannya adalah CPNS di berikan tugas untuk menerapkan ide atau gagasan barunya untuk mencari solusi dari tantangan terkini instansi CPNS tersebut.

 

Tahun 2018 ini, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) mendapatkan 3 (tiga) CPNS baru sebagai Calon Pengendali Ekosistem Hutan (PEH). Dua diantaranya berlatar belakang perikanan dan kelautan.

 

Ketiga Calon PEH tersebut mengangkat isu tentang pengelolaan wisata alam pada masing-masing Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) tempat mereka bertugas nantinya. Pada SPTN Wilayah I isu yang diangkat oleh Nadiya adalah informasi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Resort Tayawi dan Keanekaragaman Fauna Aves. Isu yang diambil oleh Agung pada SPTN Wilayah II adalah Pemetaan Potensi ODTWA dan Promosi Wisata Alam di SPTN II. Sedangkan isu yang diangkat oleh Calon PEH pada SPTN Wilayah III, Aris adalah Promosi ODTWA di Kawasan Resort Binagara.

 

Isu-isu tersebut telah dipresentasikan di depan Kepala Balai, Pejabat Struktural yang sekaligus sebagai mentor dan pejabat fungsional Polhut, PEH dan Penyuluh Kehutanan pada tanggal 2 Juli 2018 di ruang rapat Balai TNAL di Sofifi. Beberapa masukan dan perbaikan diberikan oleh peserta, salah satunya adalah pembuatan peta ODTWA yang jelas dan menarik bagi pengunjung.

Setelah presentasi selesai, dilanjutkan dengan pencermatan bersama rencana kegiatan tahun 2019.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Punggok Maluku

Punggok Maluku

Punggok Maluku (Ninox connivens)

 

Mau lihat ini juga...........daatang ya...

Baca Selengkapnya
Atoku Maluku

Atoku Maluku

Atoku Maluku (Aegotheles crinifrons) joventil

 

 

Hoabata.......Anda mau lihat burung Hantu ini, silahkan ke Resort Binagara, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata.

Inga.....inga....inga...thing.

 

Baca Selengkapnya
Suku Togutil dan Paruh Bengkok Jadi Tema Liputan JP Trans7

Suku Togutil dan Paruh Bengkok Jadi Tema Liputan JP Trans7

 

Sofifi, 1 Juli 2018. Setelah bertemu di acara pameran Deep and Extreme 2018 bulan Maret lalu, akhirnya tim Jejak Petualang (JP) Trans7 melakukan peliputan di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) di Resort Tayawi. Peliputan itu dilakukan selama 5 hari, mulai tanggal 25 s.d 29 Juni 2018.

 

Sebelum melakukan peliputan, tim Trans7 yang terdiri dari 4 orang termasuk Host-nya terlebih dahulu berdiskusi dengan Kepala Balai dan beberapa staf Balai TNAL serta menyeselaikan administrasi SIMAKSI. Dalam diskusi tersebut disepakati bahwa Trans7 akan meliput Masyarakat Tobelo Dalam atau Suku Togutil dan burung paruh bengkok. Kegiatan tersebut didampingi oleh staf dari Balai TNAL. Tim Trans7 juga melakukan peliputan tentang pelepasliaran burung paruh bengkok dan bangunan Suaka Paruh Bengkok.

 

Penasaran bagaimana hasilnya nanti? Pastikan tonton terus jadwal Jejak Petualang di Trans7.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

 

 

Baca Selengkapnya
Begini Obrolan Santai Pengelolaan Kolaboratif SPB Balai TN. Aketajawe Lolobata

Begini Obrolan Santai Pengelolaan Kolaboratif SPB Balai TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 30 Mei 2018. Setelah melakukan kunjungan ke bangunan Suaka Paruh Bengkok (SPB) yang menjadi Role Model Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata di Desa Koli, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Mehd (World Parrot Trust) dan Simon Purser (Wallacea Nature) melakukan diskusi terkait pengelolaan SPB di ruang Kepala Balai TNAL. Diskusi tersebut diikuti oleh Kepala SPTN Wilayah I dan Wilayah II, Koordinator SPB yang sekaligus Koordinator PEH, Fungsional PEH, Polhut dan tentu saja Kepala Balai TNAL, Muhammad Wahyudi.

 

Diskusi tersebut berisi seputar rencana kegiatan jangka panjang dan jangka pendek pada SPB. Rencana jangka panjang salah satu contohnya adalah pengelolaan gedung fasilitas umum yang disediakan bagi masyarakat sekitar untuk meningkatkan ekonomi produktifnya. Sedangkan rencana dalam jangka pendek antara lain menyelesaikan pembangunan bangunan prioritas seperti klinik dan kandang karantina dan mengisi gedung pusat informasi dengan bahan-bahan promosi yang informatif serta acara launching SPB dengan mengundang pejabat lingkup KLHK.

 

Selain itu rencana kunjungan petugas SPB ke Jurong Park di Singapura juga tidak luput dibahas. Bahwa pihak Wallacea Nature telah membantu menjembatani melalui komunikasi dengan Jurong Park sehingga kegiatan tersebut nantinya bisa dilaksanakan.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Pendampingan Masyarakat Oleh SPTN Wilayah II Maba

Pendampingan Masyarakat Oleh SPTN Wilayah II Maba

 

Sofifi, 30 Mei 2018. Dalam minggu ini terdapat beberapa kegiatan pada Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), salah satunya adalah pendampingan kelompok ekonomi produktif masyarakat Desa Miaf dan Desa Dorolamo yang dilaksanakan di Desa Dorolamo, Kecamatan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur yang salah satu tujuannya adalah membantu meningkatkan usaha perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TNAL. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh pegawai SPTN Wilayah II Maba dan Koordinator Pemanfaatan Balai TNAL dengan mengundang pemateri dari Dinas Pertanian dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Halmahera Timur.

 

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang menggunakan metode consensus dan fishbone. Hasil FGD tersebut menyatakan bahwa bidang usaha ekonomi yang menjadi prioritas masyarakat Desa Dorolamo adalah bidang pertanian, khususnya tanaman padi jenis sentana. Sedangkan Desa Miaf usaha prioritasnya bidang kelautan dan perikanan karena berdekatan dengan laut Halmahera.

 

Pendampingan ini mendapat dukungan penuh dari dinas terkait. Terbukti pada saat kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Halmahera Timur berkenan hadir dan memberikan materi terkait kebijakan pemerintah kabupaten. Sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan diwakili oleh Kepala Bidang Penangkapan, Pengawasan dan Pengelolaan Ruang Laut yang membawakan materi terkait sarana dan teknis penangkapan ikan, salah satunya adalah penggunaan kartu “KUSUKA” yang memberikan kemudahan bagi para nelayan, antara lain asuransi kecelakaan di laut dan subsidi bahan bakar untuk nelayan.

 

Kelompok masyarakat Desa Dorolamo dan Desa Miaf sangat senang dengan penjelasan dari kedua narasumber yang didatangkan Balai TNAL. Mereka mendapatkan informasi dan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan pada sesi tanya jawab.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Cekakak Suci atau Sacred Kingfisher

Cekakak Suci atau Sacred Kingfisher

Semangat Pagi Hobataaa...

Pasti udah pada nunggu KF (KingFisher) yang berikutnya yaaa....

KF ke-3 merupakan KF pertapa, karena sesuai dengan namanya Cekakak Suci atau HALCYON SANCTA atau Sacred Kingfisher.

 

 

 

 



Burung imut berukuran 22 cm ini memiliki dada sampai perut berwarna putih agak karatan, sesangkan punggung dan sayap didominasi oleh warna biru muda ke hijauan. Rata-rata kami menjumpainya tidak berkelompok atau sendirian, bertapa kali yaaa...hehhee...

Emmm...besok enaknya share KF jenis apa yaaa? Ada yang mau request?

#menlhk
#sitinurbayabakar
#klhk
#ksdae
#ayoketamannasional
#tamannasionalaketajawelolobata
#tnal
#aketajawelolobatanationalpark
#alnp
#birding
#birdwatching
#asiabirding
#birdphotograph
#kingfisher
#kf
#sombrekingfisher
 

David
Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Blue and White Kingfisher

Blue and White Kingfisher

 

 

 

 

Hobataaa....
Kita terusin untuk edisi KF nya yaaaaa....

Kali ini namanya Cekakak Biru Putih atau Halcyon diops atau Blue and White Kingfisher

Sesuai namanya, warna burung Endemik Maluku Utara ini juga biru dan putih. Biru di kepala dan tubuh bagian belakang dan Putih di tubuh bagian depan. Jangan salah yaaa...karena warnanya sama dengan KF yang lain, tapi ini ekornya pendek.

Jantan tidak memiliki kalung berwarna biru sedangkan yang betina berkalung biru, mungkin sebagai "mahar" nikah dari sang jantan kali yaaa....hmmm...romantis. Seringkali ketemu dalam satu keluarga, bahkan sedang menyuapi sang anak.

So..yuk hunting di Taman Nasional Aketajawe Lolobata - TNAL.


#menlhk
#sitinurbayabakar
#klhk
#ksdae
#ayoketamannasional
#tamannasionalaketajawelolobata
#tnal
#aketajawelolobatanationalpark
#alnp
#birding
#birdwatching
#asiabirding
#birdphotograph



David
Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Cekakak Murung

Cekakak Murung

 

 

Hai Hobata....
Minggu ini kami akan share tentang burung Raja Udang atau King Fisher atau para birdwatcher menyebutnya KF.

Simak yaaa...

KF yg pertama adalah Cekakak Murung (HALCYON FUNEBRIS) - Sombre King Fisher.

Burung "Murung" yang berukuran 28 cm ini merupakan Endemik Maluku Utara lhoo Hobata. Dia sering berada di ranting tengah pohon dan jarang di berada di ranting atas pohon. Makanannya sama seperti KF lainnya, yaitu kadal, serangga, ikan dan cacing.

So..yuk hunting di Taman Nasional Aketajawe Lolobata - TNAL.

#menlhk
#sitinurbayabakar
#klhk
#ksdae
#ayoketamannasional
#tamannasionalaketajawelolobata
#tnal
#aketajawelolobatanationalpark
#alnp
#birding
#birdwatching
#asiabirding
#birdphotograph

David
Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
081244506591

Baca Selengkapnya
Setelah Beberapa Diklat, Kali Ini Balai TN. Aketajawe Lolobata Mengirim Peserta Diklat Karya Tulis Ilmiah

Setelah Beberapa Diklat, Kali Ini Balai TN. Aketajawe Lolobata Mengirim Peserta Diklat Karya Tulis Ilmiah

 

 

Sofifi, 24 April 2018. Upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi instansi bisa dilakukan dalam beberapa metode, salah satunya adalah mengirimkan pegawai atau karyawannya untuk mengikuti pelatihan atau diklat. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) dalam pengembangan SDM pegawainya telah mengirimkan lebih dari tiga pegawai untuk mengikuti diklat di Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Makassar. Diklat yang telah diikuti antara lain Diklat Rehabilitasi Hutan Mangrove, Diklat Penegakan Hukum Polisi Kehutanan, Diklat SIG Bagi Operator dan beberapa diklat lainnya. Diklat yang saat ini sedang berlangsung adalah DIklat Karya Tulis Ilmiah (KTI).

 

Diklat Karya Tulis Ilmiah dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar, Dr. Edi Sulistyo H. susetyo, S.Hut., M.Si pada tanggal 23 April 2018. Dalam sambutannya Beliau berharap bahwa setelah pelaksanaan diklat para peserta mampu untuk menulis setiap kegiatan dilapangan sampai dengan menulis jurnal untuk dipublikasi.

 

“Semoga Bapak Ibu sekalian bisa menulis karya ilmiah berdasarkan data-data dilapangan dan membuat jurnal agar bisa dipublikasi” kata Kepala BDLHK. “Bapak Ibu Widya Iswara tolong didampingi dan diberi tugas setelah peserta selesai diklat” tambah Beliau.

 

Jumlah peserta diklat sebanyak tiga puluh peserta dari berbagai instansi kehutanan, baik instansi pusat maupun daerah. Jam pelajaran yang didapatkan sebanyak 50 jam pelajaran yang terdiri dari teori dan praktikum.

 

“Semoga membantu meningkatkan ketrampilan menulis kami (peserta), khususnya penulisan karya ilmiah dengan bahasa yang baku” kata David, peserta dari Balai TNAL.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Akan Memulai Aktifitas di Malut, Burung Indonesia Silaturahmi ke Balai TN. Aketajawe Lolobata

Akan Memulai Aktifitas di Malut, Burung Indonesia Silaturahmi ke Balai TN. Aketajawe Lolobata

 

 

Sofifi, 24 April 2018. Setelah penandatanganan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan pembuatan dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan dokumen Rencana Pelaksanaan Program (RPP), Burung Indonesia bersiap memulai kembali aktifitas konservasi di Provinsi Maluku Utara. Dalam persiapan tersebut Burung Indonesia terlebih dulu mengunjungi kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata untuk melakukan diskusi awal terhadap kegiatan yang akan dilakukan sesuai dengan dokumen RKT dan RPT.

 

Tim Burung Indonesia yang dipimpin oleh Ferry Hasundungan menyampaikan maksud kunjungan mereka ke kantor Balai TNAL. Beliau menyampaikan bahwa kunjungan tersebut adalah untuk bsersilaturahmi sekaligus orientasi lapangan dalam rangka memulai aktivitas kegiatan dilapangan. Demi kemudahan komunikasi kesemua pihak, Burung Indonesia akan menempatkan fasilitator lapangan yang berada di Desa Kosa, Kota Tidore Kepulauan.

 

Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata menyambut baik kedatangan Burung Indonesia. Kedatangan tim tersebut disambut oleh Kepala SPTN Wilayah I, Raduan di ruang rapat Balai TNAL di Sofifi. Kepala SPTN Wilayah I menyampaikan terima kasih atas kedatangan Buring Indonesia dan berharap kerjasama ini berjalan dengan baik.

 

Setelah bersilaturahmi di kantor Balai, Burung Indonesia melanjutkan perjalanan ke Tayawi untuk melakukan orientasi lapangan. Dalam perjalanannya Burung Indonesia didampingi oleh Kepala Resort Tayawi, Indra Irawan.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Bersinergi dalam Sinergitas Pengelolaan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Bersinergi dalam Sinergitas Pengelolaan Balai TN. Aketajawe Lolobata

 

 

 

Sofifi, 19 April 2018. Baru saja melaksanakan serah terima Gedung Pusat Informasi Suaka Paruh Bengkok dan Pembinaan Pegawai di Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), Herry Subagiadi, Sekditjen KSDAE turut memberi arahan dan membuka acara “Workshop Sinergitas Pengelolaan Taman Nasional Aketajawe Lolobata Tahun 2018” yang dilaksanakan di Hotel Batik, Ternate pada tanggal 16 April 2018.

 

Acara dihadiri oleh Bappeda dan Dinas terkait lingkup Provinsi dan Kabupaten di Maluku Utara yang masuk dalam wilayah kerja Balai TNAL. Selain itu terdapat beberapa perwakilan dari UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pihak swasta (PT. Antam dan PT. Pertamina), LSM, civitas akademika dan kelompok atau komunitas.

 

Kegiatan terbagi dalam 2 (dua) sesi, yaitu sesi pertama menghadirkan paparan dari Balai TNAL dan Bappeda Provinsi Maluku Utara dan sesi kedua menyajikan paparan dari Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) wilayah Maluku - Papua dan LSM AMAN Maluku Utara. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi pada masing-masing sesi. Sesi pertama Kepala Balai TNAL memaparkan 10 Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi kepada seluruh peserta.

 

“Sesuai arahan Pak Dirjen, Balai TNAL diminta menerapkan 10 Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi”, kata Wahyudi. “Kami memberikan penghormatan kepada nilai budaya dan adat seperti dalam penyelesaian konflik di desa sekitar kawasan”, imbuh Kepala Balai TNAL.

 

Hasil dari acara ini adalah sinergi pengelolaan yang tertuang dalam notulensi hasil diskusi, diantaranya yaitu Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ingin bersinergi dalam penelitian di kawasan TNAL, Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur ingin bersinergi terkait agrowisata di kawasan TNAL. Selain itu perwakilan dari Universitas NUKU, Kota Tidore Kepulauan juga ingin bersinergi dalam penelitian keanekaragaman hayati dan sosial budaya Masyarakat O Ho Ngana Ma Nyawa (suku Togutil) dan membuat Perjanjian Kerja Sama dengan Balai TNAL seperti yang telah dilakukan bersama Universitas lainnya.

 

“Apa saja yang harus kami siapkan agar bisa bekerjasama (menyusun PKS) dengan Balai TNAL dibidang penelitian? Karena kami juga memiliki dana dari DIKTI terkait hal tersebut”, kata salah satu Dosen dari Universitas NUKU.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Pembinaan Pegawai Balai TN. Aketajawe Lolobata Oleh Sekditjen KSDAE dan Kabag Kepegawaian KSDAE

Pembinaan Pegawai Balai TN. Aketajawe Lolobata Oleh Sekditjen KSDAE dan Kabag Kepegawaian KSDAE

 

Sofifi, 15 April 2018. Selain agenda acara serah terima Gedung Pusat Informasi pada Suaka Paruh Bengkok (SPB), Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) KSDAE beserta Kepala Bagian Kepegawaian juga melaksanakan agenda pembinaan pegawai di kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata TNAL). Peserta yang hadir adalah UPT KSDAE di Maluku Utara, yaitu Balai TNAL dan SKW I Ternate BKSDA Maluku.

 

Acara tersebut berlangsung dengan hikmat dengan suasana yang ramah. Sekditjen KSDAE menyampaikan beberapa arahan kepada para peserta, salah satunya adalah agar tetap semangat dan ikhlas dalam bekerja di kawasan konservasi. Saat ini jabatan fungsional khusus seperti Polhut, PEH dan Penyuluh diharuskan untuk memiliki spesifikasi tertentu, misalnya PEH ahli burung dan lainnya. Beliau juga menyampaikan pesan atau motivasi dari Dirjen KSDAE, yaitu “ Forest is not about trees, its about life”.

 

Paparan selanjutnya diberikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian KSDAE. Beliau menjelaskan tentang pentingnya kedisiplinan bagi pegawai dan pelaksanaan program E-Kinerja bulan Juli Mendatang. Selain itu Munarto juga menyampaikan dengan penuh semangat bahwa saat ini sedang diupayakan Perdirjen terkait pemberian penghargaan bagi pegawai yang berprestasi, mulai dari tingkat Resort. Kepala Resort diperbolehkan mengusulkan anggotanya yang berprestasi begitupula dengan Kepala Seksi yang juga dipersilahkan untuk mengusulkan Kepala Resort yang berprestasi dan bertahap sampai tingkat Kepala Balai. Penilaian juga bisa berdasarkan nilai SKP yang tentunya dengan asas keadilan, dimana pada setiap penilaian SKP para Kepala Seksi duduk bersama-sama untuk memberikan penilaian terhadap personilnya.

 

“Kami masih menunggu tandatangan Perdirjen terkait pemberian penghargaan kepada petugas lapangan yang berprestasi. Selagi menunggu Perdirjen tersebut, UPT juga sudah bisa mengusulkan nama-nama pegawainya yang berprestasi untuk diberikan penghargaan”, kata Munarto, Kabag Kepegawaian KSDAE. Beliau juga memberikan bocoran dari Bapak Sekditjen KSDAE bahwa Beliau (Sekditjen) sangat mendukung terhadap setiap pegawai di UPT untuk melanjutkan program belajar baik itu beasiswa atau biaya mandiri.

 

“Ini sebenarnya rahasia, setiap saya mengajukan tandatangan persetujuan ijin belajar ke Pak Sekdit, Beliau langsung tanda tangan tanpa membaca kembali usulan tersebut. Entah itu karena percaya kepada saya atau Beliau selalu mendukung pegawainya untuk melanjutkan studi”, tambah Kabag Kepegawaian.

Setelah paparan dari Sekditjen dan Kabag Kepegawaian selesai, acara dilanjutkan dengan tanya jawab.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

 

Baca Selengkapnya
Bersama Sekditjen KSDAE, TN. Aketajawe Lolobata Menerima Gedung Pusat Informasi dari PT. Antam, Tbk

Bersama Sekditjen KSDAE, TN. Aketajawe Lolobata Menerima Gedung Pusat Informasi dari PT. Antam, Tbk

 

Sofifi, 15 April 2018. Dalam proses pembangunan Suaka Paruh Bengkok (SPB), Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) dibantu oleh PT. Antam, Tbk, yaitu dengan membantu membangun Gedung Pusat Informasi pada SPB. Gedung tersebut telah selesai dikerjakan dan hari ini telah diserahkan oleh Direktur Operasi PT. Antam kepada Balai TNAL melalui Sekditjen KSDAE. Suaka Paruh Bengkok merupakan role model Balai TNAL dalam melestarikan keanekaragaman hayati terutama burung paruh bengkok. Turut hadir dalam acara Serah Terima Gedung Pusat Informasi yang dilaksanakan di Suaka Paruh Bengkok di Desa koli antara lain Muspika dan beberapa instansi dinas terkait.

 

Direktur Operasi PT. Antam, Tbk dalam sambutannya menjelaskan tentang peran Antam dalam kegiatan lingkungan yang salah satunya bekerjasama dengan Balai TNAL berupa kegiatan rehabilitasi lahan dan konservasi paruh bengkok dalam hal ini adalah pembangunan Gedung Pusat Informasi.

 

“Mohon doanya agar PT. Antam di Maluku Utara bisa bekerja dengan baik dan mendapatkan hasil yang posotif, karena dari hasil (laba) yang diperoleh maka hasil tersebut akan kembali digunakan untuk kegiatan lingkungan seperti sekarang ini”, kata Direktur Operasi PT. Antam, Hari Wijayanto.

 

Sekretaris Direktur Jenderal (Sekditjen) KSDAE, Herry Subagiadi dalam sambutannya juga memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap peran PT. Antam, Tbk kepada Balai TNAL dan beberapa UPT lingkup KSDAE lainnya seperti di Balai Taman Nasional Gunung Halimum Salak dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi.

 

“Kami (KLHK) berterima kasih atas partisipasi PT. Antam di Maluku Utara kepada Balai TNAL dalam pembangunan SPB”, kata Sekdit KSDAE dalam sambutannya. Beliau juga berharap agar PT. Antam tetap berkontribusi terhadap kegiatan konservasi di Maluku Utara terutama di kawasan TNAL.

 

Setelah penandatanganan Berita Acara Serah Terima selesai dilaksanakan, para rombongan dan tamu undangan diperkenankan meninjau seluruh bangunan SPB yang dipandu oleh Koordinator SPB, Gunawan Simanjuntak. Para undangan terlihat penasaran dan senang dengan bangunan-bangunan yang ada di dalam SPB. Pada saat berada di kandang kecil yang terisi beberapa jenis burung paruh bengkok seperti Kakatua Putih dan Kasturi Ternate, para rombongan berhenti sejenak sambil melakukan diskusi dan mendokumentasikan kesempatan tersebut.

 

“Bangunan ini (kandang besar) bagus sekali dan instagramable”, kata Direktur Operasi PT. Antam, Tbk.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
TN. Aketajawe Lolobata Hadiri Dialog Percepatan Perda Hak Masyarakat Adat

TN. Aketajawe Lolobata Hadiri Dialog Percepatan Perda Hak Masyarakat Adat

 

Sofifi, 9 April 2018. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) telah mengikuti kegiatan Dialog Percepatan Penetapan Perda Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat ADAT (PPHMA) di ruang rapat Wakil Bupati Halmahera Tengah yang dilaksanakan oleh pengurus wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara pada tanggal 7 April 2018 kemarin. Turut hadir dalam dialog tersebut adalah Wakil Bupati Halmahera Tengah, Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, SKPD, Kepala Desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, KPH, Muspika dan mengundang Narasumber dari luar Halmahera Tengah, yaitu Junaidi Ibnu Jarta selaku Ketua DPRD Kabupaten Lebak Banten.

 

Dalam sambutan dan arahannya Wakil Bupati Halmahera Tengah, Abd. Rahim Odeyani siap mendorong perda tersebut namun perlu dilakukan penyempurnaan lagi atas draft yang sudah ada agar ruang lingkupnya lebih luas mencakup potensi seluruh desa adat di Halmahera Tengah.

 

Sebagai narasumber, Junaidi Ibnu Jarta turut memberikan informasi terkait pembuatan perda hak adat di Kabupaten Lebak Banten. Beliau menceritakan bahwa proses terbentuknya pengakuan hak adat di daerahnya memakan waktu hingga 12 tahun. Junaidi juga menyatakan bahwa kita patut bersyukur karena kawasan hutan telah ditetapkan sebagai kawasan taman nasional oleh pemerintah dalam upaya melindungi kawasan hutan. Ketua DPRD Lebak Banten tersebut menganalogikan seandainya kawasan hutan dikuasai oleh pihak ketiga seperti perusahaan, tentunya hak adat sulit diperjuangkan. Sedangkan jika dikuasai negara tentunya kita bisa mengambil hak-hak adat melalui proses yang legal.

 

Forum dialog meminta keberadaan TNAL agar lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar kawasan dengan banyak melakukan sosialisasi.

 

Dalam kesempatan lainnya, Balai TNAL menyampaikan bahwa pihaknya telah banyak melakukan kegiatan sosialisasi di desa-desa penyangga dengan melihat prioritas, karena taman nasional memiliki sekitar 108 desa penyangga. Selain itu selama 11 tahun Balai TNAL mengelola kawasan, belum pernah melakukan tindakan hukum terhadap warga desa di Halmahera Tengah yang melanggar, mereka hanya diberikan pembinaan dan peringatan. Pihak Balai TNAL juga memberikan informasi tentang 10 cara baru dalam mengelola kawasan konservasi sesuai arahan dari Dirjen KSDAE kepada semua UPT lingkup Ditjen KSDAE.

 

Sofifi, 9 April 2018. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) telah mengikuti kegiatan Dialog Percepatan Penetapan Perda Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat ADAT (PPHMA) di ruang rapat Wakil Bupati Halmahera Tengah yang dilaksanakan oleh pengurus wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara pada tanggal 7 April 2018 kemarin. Turut hadir dalam dialog tersebut adalah Wakil Bupati Halmahera Tengah, Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, SKPD, Kepala Desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, KPH, Muspika dan mengundang Narasumber dari luar Halmahera Tengah, yaitu Junaidi Ibnu Jarta selaku Ketua DPRD Kabupaten Lebak Banten.

 

Dalam sambutan dan arahannya Wakil Bupati Halmahera Tengah, Abd. Rahim Odeyani siap mendorong perda tersebut namun perlu dilakukan penyempurnaan lagi atas draft yang sudah ada agar ruang lingkupnya lebih luas mencakup potensi seluruh desa adat di Halmahera Tengah.

 

Sebagai narasumber, Junaidi Ibnu Jarta turut memberikan informasi terkait pembuatan perda hak adat di Kabupaten Lebak Banten. Beliau menceritakan bahwa proses terbentuknya pengakuan hak adat di daerahnya memakan waktu hingga 12 tahun. Junaidi juga menyatakan bahwa kita patut bersyukur karena kawasan hutan telah ditetapkan sebagai kawasan taman nasional oleh pemerintah dalam upaya melindungi kawasan hutan. Ketua DPRD Lebak Banten tersebut menganalogikan seandainya kawasan hutan dikuasai oleh pihak ketiga seperti perusahaan, tentunya hak adat sulit diperjuangkan. Sedangkan jika dikuasai negara tentunya kita bisa mengambil hak-hak adat melalui proses yang legal.

 

Forum dialog meminta keberadaan TNAL agar lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar kawasan dengan banyak melakukan sosialisasi.

 

Dalam kesempatan lainnya, Balai TNAL menyampaikan bahwa pihaknya telah banyak melakukan kegiatan sosialisasi di desa-desa penyangga dengan melihat prioritas, karena taman nasional memiliki sekitar 108 desa penyangga. Selain itu selama 11 tahun Balai TNAL mengelola kawasan, belum pernah melakukan tindakan hukum terhadap warga desa di Halmahera Tengah yang melanggar, mereka hanya diberikan pembinaan dan peringatan. Pihak Balai TNAL juga memberikan informasi tentang 10 cara baru dalam mengelola kawasan konservasi sesuai arahan dari Dirjen KSDAE kepada semua UPT lingkup Ditjen KSDAE.

 

Oleh : Raduan

Kepala SPTN I Weda - Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
TN. Aketajawe Lolobata Undang GenPi Di Pelatihan Pemandu Wisata

TN. Aketajawe Lolobata Undang GenPi Di Pelatihan Pemandu Wisata

 

Sofifi, 29 Maret 2018. Sudah terdapat 2 (dua) kelompok wisata lokal yang diberikan Surat Keputusan Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), yaitu kelompok wisata Totango dan Sanggar Wisata Alam Tayawi (SWAT). Kelompok Totango berada di Desa Ake Jawi, Resort Binagara sedangkan SWAT berada di Desa Koli, Resort Tayawi. Keduanya sama-sama menggeluti bidan wisata alam di TNAL. Awal bulan lalu SWAT telah mendapatkan pelatihan pemandu wisata dengan pemateri dari Dinas Pariwisata Kota Tidore Kepulauan dan Profesional Guide di Maluku Utara. Sedangkan kelompok Totango baru kemarin (27/03) baru mendapatkan pelatihan pemandu wisata untuk kedua kalinya.

 

Pelatihan pemandu wisata bagi kelompok Totango dilaksanakan di Desa Ake Jawi. Selain Totango, Balai TNAL juga mengundang kelompok Rimpa (Rimbawan Pecinta Alam) yang beranggotakan pemuda desa Ake Jawi serta mengundang pemuda dari Desa Pintatu dan Desa Tomares.

 

Setelah acara sambutan dan pembukaan, dimulailah presentasi oleh beberapa pemateri, yaitu Koordinator Resort Binagara menerangkan tentang Site Plan Wisata Alam di Resort Binagara, Kepala Dinas Pariwisata Halmahera Timur (Haltim) memaparkan tentang Strategi Pengembangan ODTWA di Haltim, Generasi Pesona Indonesia (Genpi) menjelaskan Teknik-teknik Pemanduan yang Baik dan Kecamatan Wasile Selatan yang menjelaskan tentang Peran Serta Masyarakat Wasile Selatan dalam Mengembangkan Pariwisata Alam.

 

Hardi Musa, Kepala Dinas Pariwisata Haltim mengemukakan bahwa potensi wisata yang ada di Kabupaten Haltim sangat banyak yang rencananya akan saling diintegrasikan, termasuk wisata di TNAL. Oleh karena itu Hardi Musa membentuk satgas pariwisata di kabupaten Haltim yang beranggotakan, Dinas Perikanan, Bappeda, Cipta Karya dan instansi lainnya.

 

“Kita (Pemda Haltim) akan mendukung program pariwisata di TNAL”, kata Beliau.

 

“Di dalam dana desa terdapat 10% dari anggaran total yang peruntukannya untuk mengembangkan wisata di desa tersebut, jadi dipakai saja”, tutup Hardi yang baru saja menyelesaikan magang program Australia Awards bidang pariwisata ini.

 

Pemateri selanjutnya berasal dari Genpi, yaitu Ajuar Abdullah. Selain sebagai konsultan pariwisata Beliau juga pernah dilibatkan dalam tim percepatan desa wisata oleh Kementerian Pariwisata RI. Beliau menjelaskan tentang bagaimana menjadi pemandu yang baik, kode etik yang harus dijalankan oleh pemandu, hal-hal yang tidak boleh dilakukan seorang pemandu dan bagaimana seorang pemandu dapat apresiasi dari wisatawan sehingga dia ingin berkunjung kembali. Sembari menjelaskan tentang materinya, lulusan Magister Pariwisata Universitas Gajah Mada ini menambahkan cerita pengalaman pribadi saat sedang memandu.

 

“Anggaplah wisatawan itu sebagai teman, maka anda akan memperlakukan wisatawan layaknya teman anda sendiri, bukan hanya berharap tip (uang) dalam pemanduan”, terang Ajuar.

 

Pemateri dari Kecamatan Wasile Selatan, Novenia Ambeua mengajak agar masyarakat ikut serta terlibat dalam kegiatan wisata alam di Taman Nasional Aketajawe Lolobata.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
TN. Aketajawe Lolobata Masuk Dalam Prioritas Pengembangan Wisata Di Halmahera Timur

TN. Aketajawe Lolobata Masuk Dalam Prioritas Pengembangan Wisata Di Halmahera Timur

 

Sofifi, 29 Maret 2018. Mengupas potensi wisata di Indonesia memang tidak ada habisnya, banyak daerah memiliki ciri khas wisata alam masing-masing. Seperti halnya di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) yang terletak di pulau Halmahera Provinsi Maluku Utara memiliki beraneka ragam potensi wisata yang sangat layak untuk dikembangkan dan dikunjungi. Mulai dari wisata bahari (pantai, laut dan kekayaan terumbu karang) sampai ke wisata daratan (kawasan hutan, air terjun, sejarah dll). Data objek wisata Haltim menyebutkan bahwa terdapat 35 objek wisata yang tersebar disemua kecamatan. Dari ke-35 objek wisata tersebut terdapat 3 (tiga) objek prioritas pengembangan wisata, yaitu wisata pantai Jara-jara, Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) dan wisata pulau Plun.

 

“Taman Nasional Aketajawe Lolobata juga menjadi prioritas (pengembangan wisata) kami selain Jara-jara dan pulau Plun”, kata Hardi Musa, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Haltim saat presentasi kegiatan Pemandu Wisata di Resort Binagara.

 

“Saat itu Pak Wakil Bupati Haltim dengan semangat menyebutkan TNAL untuk masuk dalam pengembangan wisata di Haltim”, tambahnya.

 

Kepala Dinas Pariwisata yang biasa menjadi Khotib sholat Jum’at ini juga mengatakan bahwa Dinas Pariwisata Haltim akan membantu pengembangan wisata di TNAL agar terintegrasi dengan wisata lainnya di Haltim.

 

Setelah pemaparan presentasi, Koordinator Resort Binagara kemudian menawarkan diri untuk melakukan presentasi Site Plan Wisata Alam Balai TNAL kepada Dinas Pariwisata di Maba dan Kepala Dinas menyetujuinya dengan membuat surat resmi.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Hasil Pendekatan Yang Baik, Tim Patroli SPTN II Balai TN. Aketajawe Lolobata Terima Burung Paruh Bengkok di Resort Miaf Secara Sukarela

Hasil Pendekatan Yang Baik, Tim Patroli SPTN II Balai TN. Aketajawe Lolobata Terima Burung Paruh Bengkok di Resort Miaf Secara Sukarela

 

Salam "Tagi Togumua"

Sofifi, 26 Maret 2018. Sejalan dengan Surat Tugas melakukan kegiatan patroli di wilayah Resort Miaf, tim patroli Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II menerima 3 (tiga) jenis burung paruh bengkok, yaitu Nuri Bayan (Eclectus roratus) sebanyak 7 (tujuh) ekor, Kakatua Putih (Cacatua alba) sebanyak 8 (delapan) ekor dan Kasturi Ternate (Lorius garrulus) sebanyak 7 (tujuh) ekor. Burung-burung tersebut diserahkan oleh beberapa warga masyarakat Desa Maratana Jaya.

 

Beberapa hari sebelumnya, petugas SPTN Wilayah II melakukan kunjungan ke Desa Bebsili dan Maratana Jaya untuk melakukan sosialisasi. Hasil dari kunjungan tersebut didapatkan bahwa masih terdapat aktivitas penangkapan burung oleh masyarakat setempat.

 

Selanjutnya tim mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Beberapa diantaranya dengan sukarela menyerahkan burung peruh bengkok yang menjadi peliharaannya. Anggota warga tersebut ada yang menyerahkan burungnya sampai 5 (ekor).

 

“Burung-burung tersebut akan langsung dibawa ke kandang transit Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata”, kata Pankratius dalam laporannya lewat whatsapp.

 

Oleh : Pankratius Ajo Wajor B

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Lagi, Warga Sukarela Serahkan Burungnya ke Balai TN. Aketajawe Lolobata

Lagi, Warga Sukarela Serahkan Burungnya ke Balai TN. Aketajawe Lolobata

 

Salam "Tagi Togumua"

Sofifi, 26 Maret 2018. Kakatua Putih atau Cacatua alba merupakan salah satu jenis burung paruh bengkok endemik Maluku Utara. Burung yang sering kita jumpai di beberapa rumah penduduk ini sudah terdaftar dalam konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar atau CITES (Convention on International Trade in Endangered Spicies) dengan status Appendix II. Appendix II berarti burung tersebut (Kakatua Putih) terdaftar sebagai spesies yang tidak terancam kepunahan , tetapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan.

 

Pada tanggal 20 Maret 2018, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) kembali mendapatkan burung Kakatua Putih yang diserahkan secara sukarela oleh salah satu tokoh agama di Desa Barumadoe. Adalah Bapak H. Amin La’apo yang sehari sebelumnya memberikan informasi kepada Kepala SPTN Wilayah I, Raduan, melalui telpon.

 

Dengan ditemani 3 (tiga) pegawai baru, Calon Pengendali Ekosistem Hutan, Raduan mendatangi H. Amin La’apo untuk menerima burung keluarga Psittacidae sebanyak satu ekor. Menurut beliau, burung tersebut berasal dari Bacan, Halmahera Selatan, yang dipelihara selama satu tahun dan sudah jinak.

 

“Kakatua Putih merupakan jenis burung endemik Maluku Utara yang perlu kita perhatikan agar tidak terancam punah”, kata Raduan.

“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat yang penuh kesadaran untuk menyelamatkan satwa”, tutupnya.

Selanjutnya burung tersebut dibawa ke kandang transit di kantor Balai TNAL untuk dilakukan perawatan sampai dapat dilepasliarkan kembali.

 

Oleh : Nadia Fasha Fauzy

Calon Pengendali Ekosistem Hutan

Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Mengajar menjadi Jadwal Rutin Resort Binagara

Mengajar menjadi Jadwal Rutin Resort Binagara

 
 
 
 
 
Hoobata...
Salam "Tagi Togumua.."
Pada Tanggal 23 Maret 2018 Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Resort Binagara, SPTN Wilayah III Subaim, Resort Binagara melakukan kegiatan rutin mengajar di Sekolah SD yang berada di desa penyangga. Kegiatan mengajar kali ini dilaksanakan di SD Ino Jaya yang bertema "KONSERVASI HUTAN".
 
Dalam kegiatan mengajar tersebut dilakuan dengan diskusi dan tanya jawab, pada kali ini kegiatan mengajar dilakukan pada siswa kelas 3 dan 4. Tema yang dibahas kali ini yaitu tentang pengertian konservasi, hutan dan pengertian konservasi hutan serta fungsi dan manfaat hutan dan ternyata para siswa mampu memahami dan menjelaskan tentang konservasi hutan serta manfaat dan fungsi hutan bagi kehidupan.
 
Setelah dievalusia melalui kuis tentang apa yg dimaksud dgn konservasi dan hutan, ternyata siswa kelas 3 dan Kelas 4 mampu menjawab dgn baik dan benar walaupun dlm bentuk bahasa mereka sendiri.
 
 

Oleh : Eben Ambeua

Tenaga Resort BInagara

Baca Selengkapnya
Sang Bayan di Ujung Jalan

Sang Bayan di Ujung Jalan

Hoobata.....

Salam Rimba...

Teman apa anda tahu...?

Menurut data Burung Indonesia tahun 2010 Burung Paruh Bengkok keluar dari Maluku Utara kurang lebih 10.000 ekor, terutama diselundupkan ke Pulau Jawa dan diselundupkan ke Fillipina. "SAVE PARUH BENGKOK"

"Jangan Bilang Cinta kalau masih Piara"

Nuri Bayan Jantan (Eclectus roratus). Foto By. Mahroji

 

Oleh : Dikdik P. Nugraha

Baca Selengkapnya
Dua Kali Balai TN. Aketajawe Lolobata Rebut Juara Umum di Lomba Hari Bakti Rimbawan

Dua Kali Balai TN. Aketajawe Lolobata Rebut Juara Umum di Lomba Hari Bakti Rimbawan

 

Ternate, 18 Maret 2018. Semarak Hari Bakti Rimbawan ke-35 di Provinsi Maluku Utara diwarnai dengan beraneka macam lomba antar instansi, swasta dan LSM. Hari ini (18/03) merupakan penutupan rangkaian kegiatan Hari Bakti Rimbawan. Diawali dengan jalan sehat keluarga sembari bersih sampah sepanjang rute yang di mulai dari pelabuhan perikanan sampai taman Toboko. Peserta jalan sehat mendapatkan kupon hadiah, antara lain setrika, televisi, mesin cuci, kulkas dan hadiah menarik lainnya.

 

Sebelum pengundian hadiah, terlebih dulu panitia mengadakan lomba-lomba hiburan, yaitu lomba gendong istri dan lomba joget balon. Juara pertama lomba gendong istri adalah Zulkifli dari Dinas Kehutanan, juara ke dua Ahmad Zakih juga dari Dinas Kehutanan yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas dan sebagai ketua Hari Bakti Rimbawan di Maluku Utara. Sedangkan lomba joget balon di menangkan oleh Joni dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara Selanjutnya dibacakan nama pemenang lomba-lomba Hari Bakti Rimbawan, yaitu sebagai berikut :

Lomba tarik tambang putra :

Juara 1 = PPN Ternate

Juara 2 = Balai TNAL + BKSDA SKW I Ternate

 

Lomba tarik tambang putri :

Juara 1 = DWP Kehutanan

Juara 2 = PPN Ternate

 

Lomba balap karung putra :

Juara 1 = Mahasiswa Unkhair

Juara 2 = Balai TNAL

Juara 3 = BPDASHL AM

 

Lomba balap karung putri :

Juara 1 = Mahasiswa Unkhair

Juara 2 = KPH Ternate

Juara 3 = Balai TNAL

 

Lomba tenis meja ganda putra :

Juara 1 = Balai TNAL

Juara 2 = BPDASHL AM

Juara 3 = PPN Ternate

 

Lomba tenis meja ganda campuran :

Juara 1 = Balai TNAL

Juara 2 = PPN Ternate

 

Lomba futsal :

Juara 1 = Dinas LH Kota Ternate

Juara 2 = Universitas NUKU

 

Lomba domino :

Juara 1 = BPDASHL AM

Juara 2 = KPH Halmahera Barat

Juara 3 = Balai TNAL

 

Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) mencatatkan namanya dalam setiap perlombaan diatas, kecuali lomba futsal tetapi Balai TNAL tetap memegang predikat juara umum lomba Hari Bakti Rimbawan ke-35 tahun 2018, setelah tahun 2016 lalu juga menjadi juara yang sama.

 

Piala juara umum diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, H.M Syukur Lila. Beliau mengucapkan selamat atas prestasi juaranya dan berterimakasih atas partisipasi Balai TNAL.

 

Acara ditutup dengan pembacaan nomor undian hadiah jalan sehat keluarga. Salah satu hadiah utama (kulkas) juga diraih oleh keluarga Saleh Ibrahim, anggota Polisi Kehutanan Balai TNAL.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Merajut Kembali Babak Baru Rekonsiliasi Balai TN. Aketajawe Lolobata dengan Pintatu dan Tomares

Merajut Kembali Babak Baru Rekonsiliasi Balai TN. Aketajawe Lolobata dengan Pintatu dan Tomares

 

Sofifi, 15 Maret 2018. Sudah sekitar 7 tahun Desa Pintatu dan Desa Tomares menutup diri dari Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), hari ini (15/03) kedua desa tersebut mulai membuka diri melalui pertemuan penyelesaian konflik yang diadakan oleh Balai TNAL di kantor Camat Wasile Selatan menindak lanjuti hasil pertemuan Sofifi tgl 20 Desember 2017. Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Muspika, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat dari kedua desa tersebut  dan Kepala Balai TNAL bersama pejabat struktural.

 

Pertemuan tersebut menghasilkan dua kesepakatan, yaitu kedua desa meminta pemetaan lahan yang berada di dalam kawasan TNAL secara partisipatif yang hasilnya akan dilaporkan kepada BPKH Wilayah VI Manado dan diadakan kegiatan sosialisasi kawasan TNAL dengan melibatkan pihak-pihak terkait (PSKL Maluku Papua, BPKH Wil VI Manado, Dishut Maluku Utara,  Pokja PPS Maluku Utara, muspika Wasile Selatan) 

 

Kepala Balai TNAL mengatakan bahwa terdapat 10 paradigma baru pengelolaan kawasan konservasi dimana masyarakat menjadi subjek bukan menjadi objek.

 

"Kita harus memberikan penghormatan kepada HAM dan penghormatan kepada budaya dan adat", kata Wahyudi, Kepala Balai TNAL.

 

"Masih ada kesalah pahaman bahwa masyarakat desa tersebut (Pintatu dan Tomares) menganggap kawasan TNAL tidak bisa dimanfaatkan (tertutup) dan dilarang, padahal ada ruang di Zona Pemanfaatan dan Zona Tradisional untuk bisa dikelola masyarakat seperti wisata dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, misalnya getah damar", papar Junesly, Kepala SPTN Wilayah III.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Rimbawan Maluku Utara Bertemu Di Hari Bakti Rimbawan

Rimbawan Maluku Utara Bertemu Di Hari Bakti Rimbawan

 
 
 
Ternate, 16 Maret 2018. Disambut gerimis yang berganti panas terik khas daerah khatulistiwa yang tampak bukit gunung Gamalama tak menyurutkan semangat para Rimbawan Provinsi Maluku Utara untuk melaksanakan upacara Hari Bakti Rimbawan ke-35. Hari kebesaran Rimbawan tersebut dilaksanakan di lapangan  PPN Bastiong, Ternate pukul 08.00 WIT.
 
Rimbawan yang turut hadir dalam upacara yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara yaitu, BPDASHL Ake Malamo, BTN Aketajawe Lolobata, BKSDA Ambon SKW I Ternate, Dinas Lingkungan Hidup, KPH, Mahasiswa Kehutanan Universitas Unkhair, PT. Antam, dan para mitra lainnya. Dalam amanat upacara, H.M Syukur Lila membacakan sambutan Hari Bakti Rimbawan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
 
"Sekarang kita sedang merubah paradigma kehutanan dengan lebih membangun kearah jasa lingkungan dan hutan kemasyarakatan", kata Kadis Kehutanan dalam wawancara singkat setelah upacara.
 
"Harapan saya di Hari Bakti Rimbawan agar para rimbawan tetap bersemangat dalam melestarikan alam demi masa depan generasi selanjutnya", lanjutnya.
 
Selesai upacara, acara dilanjutkan dengan lomba balap karung dan tarik tambang. BTN Aketajawe Lolobata meraih juara 2 tarik tambang, juara 2 balap karung putra dan juara 3 balap karung putri. Perlombaan lainnya akan dilaksanakan pada hari Sabtu dan ditutup pada hari Minggu dengan kegiatan jalan sehat keluarga serta bersih pantai.
 
"Saya berharap seluruh Rimbawan di Maluku Utara ini bisa bahu-membahu saling bekerja sama untuk mensejahterakan masyarakat sekitar kawasan hutan", harapan Wahyudi, Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata.
 
 
Oleh :
Akhmad David Kurnia Putra
Polhut TN Aketajawe Lolobata
Baca Selengkapnya
Rekor, 19 Ekor Paruh Bengkok Diserahkan Ke Tim Gabungan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Rekor, 19 Ekor Paruh Bengkok Diserahkan Ke Tim Gabungan Balai TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 14 Maret 2018. Tim gabungan yang terdiri dari Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), Profauna Indonesia Representatif Maluku Utara dan Polisi Resort (Polres) Halmahera Tengah (Halteng) menerima 18 ekor burung paruh bengkok dari warga Desa Wedana dan satu ekor Nuri Bayan dari anggota Polres Halteng yang diserahkan secara sukarela.

 

Dilatarbelakangi informasi dari Profauna Indonesia pada tanggal 11 Maret 2018 kepada Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Weda bahwa terdapat kegiatan peredaran satwa liar di Weda. Profauna juga meminta dukungan kepada Balai TNAL untuk mengecek kebenaran informasi tersebut pada tanggal 13 Maret 2018.

 

Atas informasi tersebut, Kepala Balai TNAL memberikan arahan agar Tim Patroli yang ditugaskan terlebih dulu berkoordinasi dengan Polres Halteng. Hal ini dikarenakan locus kegiatan bukan berada di dalam kawasan TNAL. Tim Patroli yang telah ditugaskan kemudian berkoordinasi dengan Polres Halteng dan disambut baik oleh Kabag OPS, Kompol Jasim Hoda.

 

“Beliau (Kompol Jasim) sangat merespon maksud dan tujuan Tim dengan menugaskan dua Anggota dari Bimas, Brigpol Sanif gan Anggota dari Reskrim Brigpol Muhammad R. Kemhay”, kata Raduan, Kepala SPTN I Weda dalam laporan singkatnya.

 

Setelah melakukan briefing singkat di kantor SPTN I, Tim segera berangkat ke lokasi yang telah ditentukan. Saat dilokasi, Tim mendapati rumah warga yang memiliki beberapa burung paruh bengkok. Saat diwawancarai, pemilik burung tersebut belum mengetahui bahwa burung tersebut dilindungi dan harus dilestarikan agar keseimbangan alam tetap terjaga. Setelah diberikan pemahaman, akhirnya pemilik 18 ekor burung paruh bengkok tersebut menyerahkan dengan sukarela kepada Tim Patroli. Burung tersebut terdiri dari 6 ekor Nuri Kalung Ungu (Eos squamata), 8 ekor Kasturi Ternate (Lorius garrulus), dan 4 ekor Nuri Bayan (Eclectus roratus).

 

Pemilik burung tersebut mengatakan bahwa burung tersebut dibeli dari masyarakat dan yang bersangkutan ingin merawat dan memelihara hanya sebagai hobi.

 

Disaat yang sama Tim juga menerima satu ekor burung jenis Nuri Bayan dari Anggota Polres Halteng. Semua burung yang diserahkan kepada Tim tersebut saat ini direhabilitasi di kandang transit di Balai TNAL dan ditangani oleh Dokter Hewan untuk dilakukan perawatan sampai siap dilepasliarkan.

 

Oleh : Raduan

Kepala SPTN Wilayah I Weda

Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Hari ke-2 Deep And Extreme 2018, Ini Pesan Dirjen KSDAE Saat Ke Booth TN. Aketajawe Lolobata

Hari ke-2 Deep And Extreme 2018, Ini Pesan Dirjen KSDAE Saat Ke Booth TN. Aketajawe Lolobata

 

Jakarta, 10 Maret 2018. Pameran Deep and Extreme Indonesia 2018 kembali digelar di JCC, Senayan, Jakarta mulai tanggal 8 - 11 Maret 2018. Untuk ketiga kalinya, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) menjadi peserta pameran wisata yang megah tersebut. Kali ini tema yang diusung Balai TNAL adalah Ekspedisi Lolobata.

 

Hari kedua pameran (09/03), booth TNAL mengadakan Meet and Greet Tim Ekspedisi Lolobata 2017”. anggota tim yang hadir adalah Harley B. Sastha (penulis perjalanan), Herna Prasetyo (ex. Host Jejak Petualang Survival) dan Dany Prabowo (videographer). Kegiatan interaktif yang dilaksanakan pukul 17:15 ini dihadiri beberapa petualang dan pengunjung yang penasaran dengan Ekspedisi Lolobata. Tim Ekspedisi Lolobata menjelaskan betapa seru dan menantangnya perjalanan menyusuri belantara Halmahera di kawasan TNAL.

 

“Sudah berjalan begitu jauh tetapi kami masih belum masuk lebih dalam ke kawasan TNAL, hutan dan medannya sungguh luar biasa”, ungkap Harley. “Sampai kaki saya kena kutu air”, kelakarnya.

 

Saat acara berlangsung, peserta juga aktif bertanya tentang perjalanan ke TNAL dan apa saja yang ditemukan disana.

 

Beberapa jam sebelumnya, booth TNAL juga dikunjungi Bapak Wiratno, Dirjen KSDAE. Beliau berpesan agar Taman Nasional Indonesia melakukan promosi dan menjaga keindahan alam agar bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya.

 

“Taman Nasional Indonesia harus melakukan promosi baik melalui pameran maupun media sosial, promosi ke luar negeri, karena kita memiliki sumber daya yang hebat dan itu menjadi sesuatu yang luar biasa untuk anak cucu kita nanti”, pesan Dirjen KSDAE.

 

“Kita sedang menyiapkan pondasi untuk menjaganya (taman nasional) dengan baik-baik dan dinikmati keindahannya, anak cucu kita harus bisa menikmati keindahannya seperti yang kita nikmati saat ini”, imbuhnya.

 

“Sukses Taman Nasional Aketajawe Lolobata, ayo ke taman nasional”, tutupnya.

 

Selain Dirjen KSDAE, booth TNAL juga dikunjungi oleh Ibu Hanni Adiati, staf ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Ini Isi PKS dengan Burung Indonesia yang Ditandatangani di Bogor

Ini Isi PKS dengan Burung Indonesia yang Ditandatangani di Bogor

 

 

Bogor, 10 Maret 2018. Menindak lanjuti hasil diskusi dan penelaahan draft Perjanjian Kerja Sama antara Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) dengan Burung Indonesia yang dilaksanakan di kantor Balai TNAL di Sofifi beberawa waktu lalu, akhirnya dokumen PKS tersebut ditandatangani di Bogor.

 

Dokumen PKS yang berdurasi selama 4 (empat) tahun ini berisi tentang penguatan fungsi TNAL serta konservasi keanekaragaman hayati melalui optimalisasi konservasi spesies prioritas dan pengelolaan tapak. Tujuan yang tertuang dalam dokumen adalah semua pihak baik Balai TNAL maupun Burung Indonesia bersinergi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan tapak serta spesies yang ada didalam lingkup wilayah kerja Balai TNAL.

 

Ruang lingkup kerja sama antara lain meliputi kajian tentang tingkat perburuan burung paruh bengkok, peningkatan pengetahuan dan kesadaran pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat tentang nilai keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya alam yang lestari. Ruang lingkup tersebut juga memasukkan pengembangan dan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. Lokasi atau tempat yang menjadi sasaran kerja sama adalah desa-desa penyangga kawasan TNAL yang disepakati bersama.

 

Sebagai Pihak Kedua, Burung Indonesia berkewajiban untuk melakukan monitoring dan publikasi hasil kegiatan serta berhak memperoleh masukan, mendapatkan dukungan data dan informasi dari Pihak Kesatu, yaitu Balai TNAL.

 

“Dengan ditandatanganinya PKS ini, semoga pengelolaan TNAL secara kolaboratif bisa lebih baik lagi”, harapan Wahyudi, Kepala Balai TNAL.

 

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Meet And Greet Tim Ekspedisi Lolobata di Deep And Extreme

Meet And Greet Tim Ekspedisi Lolobata di Deep And Extreme

 
Dalam pameran di JCC, Senayan, Jakarta kali ini Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) akan mengadakan talk show bertajuk "Meet And Greet Tim Ekspedisi Lolobata". Anggota tim yang hadir yaitu Harley B. Sastha (Penulis Perjalanan), Herna Prasetyo (Ex Host JP Survival) dan Dany Prabowo (Adventure Videographer). Berikut cuplikan Balai TNAL di media sosialnya.
 
"Hai Hobataaaa....
 
- Pengen ketemu sama Tim Ekspedisi Lolobata 2017?
- Pengen tahu cerita dari mereka?
- Penasaran dengan hasilnya?
- Atauuuu....info lainnya dari Ekspedisi Taman Nasional Aketajawe Lolobata?
 
Catat tempat dan tanggalnya yaaa...
9 Maret 2018 di Booth Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Pada pameran Deep and Extreme di JCC-Senayan-Jakarta.
 
Bagi peserta yang aktif akan dapat souvenir keren.
 
Don't miss it Guys!"
 
Oleh : Akhmad David Kurnia Putra
(Polisi Kehutanan Balai TNAL)
Baca Selengkapnya
Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan Kementerian LHK menyelenggarakan bimtek pengoprasian drone dan pemetaan

Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan Kementerian LHK menyelenggarakan bimtek pengoprasian drone dan pemetaan

 
 
Bogor 05/03/2018 – Drone adalah pesawat tanpa awak atau istilah lain dalam bahasa inggris Unmanned Aerial Vehicle(UAV) sekarang ini sudah berkembang sangat canggih. Pada awalnya drone ini sebagai salah satu peralatan militer yang digunakan untuk memata-matai musuh namun seiring berkembangnya tehknologi. Saat ini, drone dengan berbagai merek dan tipe telah dijual secara bebas di pasaran dan boleh di operasikan oleh masyarakat umum. Banyak kegunaan dan fungsi dari drone. Selain video dan foto yang bisa dihasilkan, sekarang ini drone juga bisa digunakan untuk keperluan pemetaan, pemadam kebakaran,  alat untuk mengantarkan makanan dan kiriman serta sebagai alat transportasi dan lain sebagainya. 
 
Untuk memanfaatkan dan memaksimalkan fungsi drone. Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan bimbingan teknis penggunaan drone untuk pemetaan selama 5 hari di Taman Nasional Gunung Gede Pangerango,  Bogor,  Jawa Barat. Acara dibuka oleh Kepala Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir. Gatot Soebiantoro, M.Sc.
Peserta yang ikut dalam Bimtek ini brerjumlah 25 orang yang berasal dari perwakilan UPT Kementerian LHK di seluruh Indonesia. Sedangkan para pengajar berasal dari Diorama Training Departement,  dimana Diorama ini sudah sangat berpengalaman dalam bidang Aeromodeling di Indonesia.  
 
Dalam sambutannya Kepala Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan menyampaikan bahwa drone hanyalah alat semata semua tergantung pada pilotnya, mau di fungsikan seperti apa drone ini. Kata Ir,  Gatot Soebiantoro,  M. Sc.  Beliau juga mengharapkan agar seluruh peserta  Bimptek ini agar serius dalam menerima materi dan praktek lapangannya supaya nanti ilmunya bisa diterapkan di tempat tugas masing masing tambah beliau.  Dalam Bimtek ini peserta diajarkan mulai dari awal menerbangkan drone, pengambilan potret udara, pembuatan peta 3 Dimensi, menganalisa data dan layout peta menggunakan Arcgis. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami,  karna ini baru pertama di selenggarakan oleh PUSTEKLHK,  kami mengharpakan pelatihan ini tidak berhenti sampai disini, kedepan mudah mudahan masih ada jenjang selanjutnya kata salah satu peserta Bimptek.
 
M. Sofyan Ansar.  
Balai TN aketajawe Lolobata
Baca Selengkapnya
Sang Captain

Sang Captain "Blusukan" Ke Resort Tayawi, TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 4 Maret 2018. Sunyi, senyap, TOP, tanpa hingar bingar dan kemeriahan penyambutan pejabat, ungkap Sukardi, Tenaga Teknis Konservasi Balai TNAL.

 

Begitulah kira-kira gambaran tentang kunjungan Captain Ali Ibrahim, Wali Kota Tidore Kepulauan yang baru saja (3/3) melakukan kunjungan ke Resort Tayawi, Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Sang Captain beserta jajarannya (SKPD) dan Muspika menghabiskan weekend di Resort Tayawi dipandu langsung oleh Kepala SPTN Wilayah I Weda dan Kepala Resort Tayawi beserta petugas resort lainnya dengan sederhana.

 

Kunjungan Wali Kota ini dilakukan dalam rangka melihat lebih dekat keberadaan Masyarakat O’Hongana Manyawa atau Masyarakat Tobelo Dalam (MTD) atau suku Togutil di dalam kawasan TNAL serta melihat potensi wisata di Resort Tayawi, Desa Koli, Kecamatan Oba. Selain itu Wali Kota juga melakukan diskusi bersama masyarakat serta mengunjungi bangunan Suaka Paruh Bengkok.

 

Dalam acara diskusi bersama yang dilakukan di kantor Resort Tayawi, Wali Kota menghimbau masyarakat dan semua pihak di sekitar kawasan TNAL untuk menjaga dan melestarikan kawasan TNAL. Beliau juga akan mengupayakan agar masyarakat O’Hongana Manyawa menetap di Tayawi dan akan menyampaikan hal ini ke kementerian terkait di pusat (Jakarta) untuk memberikan bantuan rumah dengan konsep yang sesuai dengan lingkungan dan tradisinya selama ini. Selain itu Ali Ibrahim juga meminta agar kegiatan pengambilan galian C segera dihentikan karena khawatir masuk kedalam kawasan TNAL yang berdampak buruk bagi lingkungan sekitar.

 

“Karena hutan adalah titipan Tuhan yang harus disyukuri”, ungkap Wali Kota.

 

Malam harinya Wali Kota menginap di kantor Resort Tayawi dengan alas tikar seadanya sama seperti para petualang yang berkunjung di Resort Tayawi serta menikmati makanan tradisional yang disajikan dan tentu saja ditemani oleh Kepala Suku MTD, Bapak Mesakh.

 

“Pak Wali Kota sangat terkesan dengan suasana kawasan Resort Tayawi yang masih asri, dimana terdengar suara alam, burung, udara yang sejuk dan keramahan MTD”, ungkap Indra, Kepala Resort Tayawi.

 

"Saya sangat senang atas kunjungan ini, dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Wali Kota yang telah berkenan bermalam di resort yang sangat sederhana dan berbaur bersama kami penuh keakraban", ungkap Raduan, Kepala SPTN Wilayah I Weda.

 

Oleh : Indra Irawan

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Taman Nasional Aketajawe Lolobata Kembali ke Pameran Deepandextreme Indonesia

Taman Nasional Aketajawe Lolobata Kembali ke Pameran Deepandextreme Indonesia

 

Tiga tahun beruntun Taman Nasional Aketajawe Lolobata tidak pernah luput dari keikutsertaanya di pameran paling bergengsi di Indonesia yaitu Pameran DEEP & EXTREME Indonesia 2018 pada tanggal 8 - 11 Maret 2018 di Hall B, Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC). pada tahun ini Taman Nasional Aketajawe Lolobata akan menampilkan tema Ekspedisi Lolobata, yang mana Ekspedisi tersebut telah dilaksanakan pada tahun 2017. selain itu TN Aketajwe Lolobata juga akan memamerkan buku Burung yang ada di TN Aketajawe Lolobata.

 

Pameran DEEP Indonesia 2018 adalah pameran internasional ke-duabelas yang bertemakan diving, water sport, outdoor adventure dan wisata bahari dan selalu diselenggarakan bersamaan dengan pameran EXTREME Indonesia 2018, pameran ke-sepuluh yang bertemakan ekowisata, extreme sports, outdoor adventure dan wisata petualangan. 

 

Melalui kedua pameran yang sudah menjadi agenda internasional ini diharapkan para pelaku industri memiliki kesempatan besar untuk melakukan transaksi dan  pengembangan jaringan pasar dengan para pengunjung pameran yang sebagian besar adalah masyarakat pelaku wisata alam, para penyelam, para petualang alam, pelaku bisnis wisata bahari dan petualangan outdoor atau wisata rekreasi dan hobi, masyarakat peduli konservasi, dan komunitas-komunitas yang terkait aktifitas selam, olah raga air dan olah raga ekstrim.

 

Di tahun 2017, kedua pameran ini telah berhasil melibatkan 150 perusahaan dalam dan luar negeri dengan 26.000 pengunjung serta lebih dari 100 buyer dari luar negeri.

 

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengharapkan kesediaan Dinas Kebudayaan & Pariwisata se-Indonesia untuk ambil bagian dalam kegiatan ini sekaligus memanfaatkan ajang ini untuk berpromosi, membangun jaringan buyer serta peningkatan citra pariwisata daerah.

 

AYO BURUAN DATANG.....INGA...INGA...THING!!!

 

Oleh : Dikdik P. Nugraha

Sumber : PT Exhibition Network Indonesia (XNet)

Baca Selengkapnya
Pertemuan Komda SDG, Kepala Balitbangda : “Alhamdulillah Balai TN. Aketajawe Lolobata Memiliki Data Yang Luar Biasa”

Pertemuan Komda SDG, Kepala Balitbangda : “Alhamdulillah Balai TN. Aketajawe Lolobata Memiliki Data Yang Luar Biasa”

 

Sofifi, 1 Maret 2018. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) pada tanggal 13 November 2017 telah resmi menjadi anggota Komisi Daerah Sumber Daya Genetik (Komda SDG) Provinsi Maluku Utara melalui SK Gubernur Maluku Utara Nomor : 277/KPTS/MU/2017 beserta beberapa UPT Kementerian LHK lainnya seperti BPDAS Akemalamo dan BKSDA Ambon SKW I Ternate. Komda FDG tersebut diketuai langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara dengan Kepala Balitbangda Provinsi Maluku Utara sebagai wakil ketua.

 

Hari ini (1/03) Komda SDG melakukan program awal, yaitu bersilaturahmi ke tiap-tiap stakeholder diawal bulan. Silaturahmi kali ini dilaksanakan di kantor Balai TNAL yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komda SDG, Mulyadi Wowor, Kepala Balitbangda Provinsi Maluku Utara. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi BPTP Maluku Utara sebagai Sekretaris Komda SDG beserta staf, Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara dan Kepala Balai TNAL bersama pejabat fungsional.

 

“Program silaturahmi awal bulan ini untuk bersinergi dan sharing data dan sebagai persiapan untuk audiensi dengan Bapak Gubernur Maluku Utara sehubungan dengan telah ditandatanganinya SK Komda SDG”, kata Mulyadi Wowor saat dimintai keterangan. Beliau juga menyatakan bahwa silaturahmi yang baru saja dilaksanakan sangat bermanfaat karena banyak informasi dan data flora fauna yang didapat dari Balai TNAL.

 

Saat pertemuan, Kepala Balai TNAL menyampaikan tentang hasil dari Ekspedisi Lolobata tahun 2017 kepada anggota Komda SDG yang hadir dan rencana kegiatan ekspedisi lanjutan di tahun 2018.

 

Alhamdulillah TNAL memiliki data yang luar biasa. Kamipun baru tahu bahwa TNAL ada ekspedisi-ekspedisi lanjutan sebagai tindak lanjut dari hasil ekspedisi sebelumnya, kami dari Komda SDG semua bersedia menjadi volunteer dalam rangka kerja sama ekspedisi bersama”, tambah Kepala Balitbangda Provinsi Maluku Utara.

 

Saya akan sampaikan kepada Bapak Gubernur untuk meminta arahan dan dukungan dalam rangka keberlangsungan dan tujuan dari Komda SDG Maluku Utara”, tutup Beliau.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Pembahasan Draft PKS, Burung Indonesia : Balai TN. Aketajawe Lolobata Terbuka dan Memberikan Masukan Penting

Pembahasan Draft PKS, Burung Indonesia : Balai TN. Aketajawe Lolobata Terbuka dan Memberikan Masukan Penting

 

Sofifi, 28 Februari 2018. Untuk kesekian lainnya pembuatan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) dengan para mitra, salah satunya adalah Burung Indonesia kembali dilaksanakan. Draft PKS antara Balai TNAL dengan Burung Indonesia tersebut berisi tentang optimalisasi konservasi spesies prioritas dan pengelolaan tapak pada Balai TNAL. Pembahasan draft yang diikuti oleh Kepala Balai, para pejabat Struktural dan Kepala Resort Binagara dilaksanakan di ruang Kepala Balai di Sofifi. Draft PKS tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Rapat Koordinasi Kemitraan Konservasi di Labuhan Bajo yang diselenggarakan oleh FKKM, Ditjen KSDAE dan Burung Indonesia.

 

Dalam arahannya, Kepala Balai menekankan bahwa PKS yang akan disusun sedapat mungkin melibatkan masyarakat dan memiliki dampak peningkatan ekonomi. Beliau juga meminta agar dalam PKS juga menyentuh masyarakat adat dan tokoh agama.

 

“Dalam 10 cara meningkatkan Kelola Kawasan Konservasi, seperti arahan Bapak Dirjen, bahwa poin pertama yaitu menjadikan masyarakat sebagai Subyek Pengelolaan dan poin keempat yaitu penghormatan nilai budaya dan adat, harus menjadi perhatian kita”, kata Wahyudi, Kepala Balai TNAL.

 

Pembahasan draft PKS tersebut berlangsung kurang lebih 4 (empat) jam. Beberapa masukan diberikan oleh para pejabat struktural yang hadir. Salah satu masukan tersebut adalah kegiatan peningkatan SDM bagi pengelola (Balai TNAL) dan kelompok masyarakat.

 

“Diskusi berjalan lancar, pihak Balai TNAL terbuka dan memberikan masukan-masukan penting”, ungkap Vivin Widyasari, Burung Indonesia Koordinator Kemitraan Maluku-Maluku Utara.

 

“Semoga draft PKS segera ditelaah dan ditandatangani kemudian RPP dan RKT tersusun dengan baik”, tutupnya.

 

Selain draft PKS dengan Burung Indonesia, draft PKS juga sudah dikirimkan ke Universitas Halmahera untuk ditelaah pihak universitas.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Ditandatangani Dirjen KSDAE, Dua Buku Burung TN. Aketajawe Lolobata Resmi Diterbitkan

Ditandatangani Dirjen KSDAE, Dua Buku Burung TN. Aketajawe Lolobata Resmi Diterbitkan

 

Sofifi, 23 Februari 2018. Setelah menunggu sekitar 4 (empat) tahun dalam melakukan pengumpulan dokumentasi burung-burung dikawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), akhirnya pada tanggal 20 Februari 2018 buku burung yang disusun oleh Balai TNAL dengan resmi ditandatangani oleh Bapak Wiratno, Dirjen KSDAE di ruang kerja Dirjen KSDAE. Penandatanganan buku dilakukan di sela-sela acara Rapat Kerja Nasional tanggal 19-20 Februari 2018 di gedung Manggala Wana Bhakti di Jakarta.

 

Terdapat 2 (dua) buah buku burung yang dibuat TNAL, yaitu buku yang berjudul Burung-Burung Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan Buku Saku Pengamatan Burung Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Perbedaan kedua buku tersebut terdapat pada ukuran dan isi, yaitu ukuran pada Buku Saku Pengamatan Burung lebih kecil dan berisi deskripsi singkat tentang informasi burung yang ada didalamnya, karena buku saku ini diperuntukkan bagi petugas lapangan ataupun masyarakat dan wisatawan yang hendak melakukan pengamatan burung di dalam kawasan.

 

Tercatat sebanyak 77 jenis dan 34 famili burung yang berhasil didokumentasikan dalam buku Burung-Burung Taman Nasional Aketajawe Lolobata.

 

“Alhamdulillah, lega rasanya bisa menyelesaikan buku burung ini”, ungkap David, Polisi Kehutanan yang menyusun buku ini. “Terima kasih kepada semua teman-teman yang telah mendukung, terutama kepada Adriel dan Pak Roji sebagai penyumbang foto terbanyak”, tambahnya.

 

“Saya akan terus mendorong pegawai saya untuk berkarya, khususnya membuat buku-buku yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, karena buku adalah dokumen dan catatan terbaik teman-teman dilapangan”, kata Wahyudi, Kepala Balai TNAL.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Isi Kuliah Umum di Uniera, Ini Kata Kepala Balai TN. Aketajawe Lolobata

Isi Kuliah Umum di Uniera, Ini Kata Kepala Balai TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 23 Februari 2018. Peran universitas dalam pengelolaan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) memang sangat penting, terlebih lagi dalam kegiatan penelitian dalam kawasan. Dimana hasil dari beragam penelitian tersebut dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan pengelolaan. Beberapa universtas yang selalu terlibat dalam kegiatan di TNAL antara lain Universitas Khairun, Universitas Muhammadiyah, Universitas Halmahera (Uniera), Universitas Gajah Mada, Institut Pertanian Bogor dan beberapa universitas lainnya.

 

Hari ini (23/02) Kepala Balai TNAL bersama rombongan yang terdiri dari struktural dan fungsional melakukan kunjungan ke Universitas Halmahera di Tobelo, Halmahera Utara dalam rangka silaturahmi dan menghadiri undangan untuk memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Kehutanan serta pembahasan draft Perjanjian Kerja Sama (PKS).

 

Kuliah umum dibuka secara langsung oleh Rektor Uniera, Jubhar Christian Mangimbulude, Ph.D dan dihadiri oleh Wakil Rektor I dan Wakil Rektor IV, Dekan Fakultas Ilmu Alam dan Teknologi Rekayasa (FIATER) serta Kepala Program Studi, Radios Simanjuntak, S.Hut., M.Si. Hadir pula perwakilan dari universitas lain yang berada di Halmahera Utara, yaitu Universitas Hein Namotemo (Unhena) dan Politeknik Perdamaian Halmahera (Padamara). Dalam sambutannya, Rektor Uniera menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kedatangan Balai TNAL serta berharap agar tetap terjalin kemitraan sebagai dukungan terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

Materi kulian umum yang diberikan Kepala Balai TNAL berjudul Potensi dan Pengelolaan TNAL. Dalam paparannya, Kepala Balai menyampaikan tentang 10 cara mengelola kawasan konservasi yang menjadi arahan Dirjen KSDAE serta jumlah dan sebaran kawasan konservasi di Indonesia selain memaparkan tentang potensi Taman Nasional Aketajawe Lolobata.

 

Setelah kuliah umum selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang baru, dimana PKS antara Uniera dengan Balai TNAL yang sebelumnya telah habis masa berlakunya. Rencana penandatanganan PKS tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 14-15 Maret 2018 di Ternate bertepatan dengan Workshop Sinergisitas Pengelolaan TNAL.

 

“Sesuai arahan Dirjen KSDAE, terdapat 4 (empat) prinsip tata kelola dalam pengelolaan, yaitu Keterbukaan, Partisipasi, Pertanggungjawaban kolektif serta Akuntabel, dimana perguruan tinggi ada didalamnya”, papar Wahyudi, Kepala Balai TNAL.

 

“Semoga kegiatan seperti ini (kuliah umum) bisa kita laksanakan di universitas-universitas lainnya di Maluku Utara”, tutup Wahyudi.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Balai TN. Aketajawe Lolobata Sabet Penghargaan Pengelolaan Anggaran Terbaik Ke-3

Balai TN. Aketajawe Lolobata Sabet Penghargaan Pengelolaan Anggaran Terbaik Ke-3

 

Sofifi, 14 Februari 2018. Baru saja Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) menerima penghargaan Pengelolaan Anggaran terbaik ke-3 Tahun Anggaran 2017 kategori Pagu Besar diatas 10 M tingkat Provinsi Maluku Utara yang dilaksanakan oleh KPPN di Ternate setelah perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara dan SPRIM Polda Maluku Utara. Parameter penilaiannya yaitu berdasarkan realisasi anggaran, ketepatan penyampaian data kontrak, pengelolaan dana UP dan TUP, ketepatan penyampaian SPM, sedikitnya berkas SPM yang ditolak dan ketepatan penyampaian LPJ (Laporan Bendahara).

 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Perbendaharaan Provinsi, di Ternate. Dalam sambutannya Beliau berpesan agar tetap mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang sudah diperoleh untuk lebih baik. Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNAL, Lilian Komaling mewakili Kepala Balai yang didampingi petugas verifikator keuangan, Johan Limahelu.

 

“Penghargaan ini melengkapi prestasi lainnya dibidang keuangan setelah penghargaan dibidang BMN tahun lalu”, kata Johan yang tahun sebelumnya merupakan petugas SPM.

 

“Mantab, terima kasih buat semua teman-teman yang sudah kerja keras, Bang Santa, Bang Johan, Bang Odih dan semua yang membantu sehingga memperoleh penghargaan ini”, seru Wahyudi, Kepala Balai TNAL saat dikonfirmasi terkait penerimaan penghargaan tersebut.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Bimtek dan Sharing Pengadaan Barang dan Jasa dilaksanakan di Balai TN. Aketajawe Lolobata

Bimtek dan Sharing Pengadaan Barang dan Jasa dilaksanakan di Balai TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 14 Februari 2018. Pengadaan barang dan jasa selalu dilakukan oleh setiap instansi pemerintah karena untuk menunjang kinerja ataupun pengelolaan instansi tersebut. Tidak sedikit instansi yang masih memerlukan informasi tambahan terkait pengadaan barang dan jasa, seperti Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) yang sekarang melaksanakan Bimbingan Teknis dan Sharing terkait pengadaan barang dan jasa. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Pusat Informasi Balai TNAL di Sofifi. Tujuan dilaksanakan bimtek adalah untuk meningkatkan kapasitas Pokja ULP lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Provinsi Maluku Utara.

 

Pemateri Bimtek adalah Edi Wahab dari anggota Pokja ULP KLHK lingkup Provinsi Papua Barat. Sedangkan peserta berasal dari masing-masing UPT KLHK di Provinsi Maluku Utara, yaitu BPDAS Akemalamo sebanyak 2 orang dan Balai TNAL sebanyak 11 orang. Sampai berita ini ditulis, kegiatan bimtek masih terus berlangsung.

 

“Selain melakukan Bimtek, Bapak Edi Wahab juga memberikan pelatihan aplikasi SPSE versi 4.0 yang belum diterapkan kepada para peserta”, ungkap Wahyudi, Kepala Balai TNAL.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Malam Mingguan di Resort Tayawi, dr. Erna : Guidenya Menyenangkan dan Informatif

Malam Mingguan di Resort Tayawi, dr. Erna : Guidenya Menyenangkan dan Informatif

 

Sofifi, 5 Februari 2018. dr. Erna adalah ketua komunitas Jelajah Halmahera yang berasal dari Weda, Halmahera Tengah. Komunitas ini beranggotakan para penjelajah yang peduli konservasi & pendidikan lingkungan. Mereka berasal dari berbagai profesi, diantaranya dokter, perawat, guru, polisi dan wiraswasta. Kali ini, mereka melakukan jelajah di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) di Resort Tayawi (03/01) dengan didampingi oleh pemandu yang juga merupakan tenaga kontrak Balai TNAL, Sukardi.

 

Tujuan dr. Erna beserta rombongannya yang berjumlah 7 (tujuh) orang adalah sekedar berlibur menghabiskan akhir pekan di bumi perkemahan Gosimo di Resort Tayawi. Karena menurut informasi yang didapat dari temannya bahwa suasana di bumi perkemahan Gosimo sangat menyenangkan karena berada dipinggir sungai Tayawi yang berarus sedang dan memiliki panorama yang indah pada siang dan malam hari.

 

“Di sini (Gosimo) kita menemukan tempat camping yang hits dengan pemandangan alam yg luar biasa, suasana malam disini tidak membuat jenuh, lokasi yang dekat sungai juga mnambah keseruan saat camping”, ungkap dr. Erna.

 

Tak mau hanya menikmati suasana bumi perkemahan Gosimo saja, komunitas Jelajah Halmahera juga melakukan pengamatan burung Bidadari Halmahera dan air terjun Havo yang tak jauh dari lokasi kemah.

 

“Selain pemandangan alam yang indah ditambah cantiknya burung Bidadari Halmahera kami juga mendapat pelayanan pemanduan yang seru, guide-nya menyenangkan dan informatif”, tutup sang ketua.

 

Oleh : Sukardi M. Saleh

 

Tenaga Teknis Konservasi Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

 

Baca Selengkapnya
Tim Pembina Adiwiyata Ajak Balai TN. Aketajawe Lolobata Ke Sekolah-Sekolah, Hasilnya PKS Tentang Sekolah Ramah Lingkungan

Tim Pembina Adiwiyata Ajak Balai TN. Aketajawe Lolobata Ke Sekolah-Sekolah, Hasilnya PKS Tentang Sekolah Ramah Lingkungan

 

Sofifi, 1 Februari 2018. Adiwiyata berasal dari kata Adi (besar, agung, ideal atau sempurna) dan Wiyata (tempat mendapat ilmu pengetahuan), jika digabungkan kata tersebut mempunyai makna tempat yang besar, nyaman dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Sekolah adiwiyata merupakan sekolah yang menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan. Program ini berawal dari program Kementerian Lingkungan Hidup untuk mewujudkan sekolah yang ramah lingkungan.

 

Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) beberapa hari lalu diajak oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan dan anggota pembina adiwiyata lainnya untuk melakukan sosialisasi atau memberikan informasi tambahan kepada 2 (dua) sekolah, yakni SMP 5 Tikep dan MTS Al-Khairat. Kepala Balai TNAL menugaskan anggota Polisi Khutanan untuk mengisi agenda tersebut.

 

Materi sosialisasi yang disampaikan oleh David, Polhut Balai TNAL, kepada masing-masing sekolah antara lain adalah profil TNAL, program-program yang biasa dikolaborasikan dengan siswa sekolah seperti pembentukan Kader Konservasi, Kemah Konservasi, Visit to School, dan lainnya. Tak lupa, David juga memaparkan tentang potensi wisata alam dan Suaka Paruh Bengkok.

 

Masing-masing pembina adiwiyata menyampaikan tentang pentingnya sekolah untuk bekerja sama dengan instansi atau lembaga lainnya yang berkaitan dengan lingkungan, salah satunya adalah Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Dengan segera para guru dan pengurus lomba adiwiyata menyanggupi usulan tersebut.

 

Hari ini, 4 (empat) guru dan pengurus adiwiyata dari SMP 5 Tikep menyerahkan draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) kepada Balai TNAL. Dengan penuh semangat mereka berharap dapat bekerja sama dengan Balai TNAL dibidang kerindangan (taman) serta pemberian materi tentang lingkungan di sekolah mereka.

 

“Kami berharap dalam penandatanganan PKS nanti dilaksanakan di lokawi wisata Resort Tayawi”, kata salah satu Guru dari SMP 5 Tikep.

Para perwakilan sekolah tersebut kemudian dipandu berkeliling kantor oleh David mulai dari galeri kantor, kandang transit sampai Gedung Pusat Informasi.

“Kapan-kapan silahkan mengajak muridnya untuk belajar di ruang perpustakaan pada Gedung Pusat Informasi ini”, kata David.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Safari Konservasi Ala Balai TN. Aketajawe Lolobata

Safari Konservasi Ala Balai TN. Aketajawe Lolobata

 

 

 

Sofifi, 1 Februari 2018. Tidak dipungkiri bahwa membangun komunikasi dan jaringan kemitraan memang penting dilakukan demi tercapainya sinergitas suatu pengelolaan yang baik. Demi mencapai tujuan tersebut, kemarin (31/01), Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) melakukan kunjungan ke beberapa mitra yang tergabung kedalam Grup Whats App (GWA) “KAUM” (Konservasi Alam Untuk Maluku Utara) di Ternate. Grup yang baru dibentuk dan dibuat oleh Kepala Balai TNAL sekitar 3 (tiga) bulan lalu ini cukup produktif dalam berdiskusi termasuk melakukan dialog dan kajian dalam komunikasinya. Grup WA ini merupakan grup untuk membangun komunikasi dan sinergisitas dalam kegiatan konservasi di Maluku Utara. Anggota KAUM terdiri dari komunitas-komunitas, civitas akademika, instansi terkait dan lainnya.

 

Kepala Balai TNAL, Wahyudi, mengunjungi kantor Profauna Indonesia cabang Maluku utara, AMAN Maluku utara, BPN Maluku utara, dan Kepala BPKH Wilayah VI yang sedang melakukan dinas di Ternate. Pertemuan non formal tersebut juga membahas agenda pertemuan perdana anggota GWA dan beberapa kegiatan yang bisa dikolaborasikan, seperti kampanye satwa oleh Profauna.

 

Dalam pertemuannya dengan Kepala BPKH Wilayah VI Manado, Wahyudi menyebutkan bahwa pertemuan tersebut sekalian membahas terkait dukungan BPKH untuk melakukan groundcheck kembali pada area atau desa yang masih bermasalah dengan batas kawasan TNAL. Sedangkan pertemuan dengan BPN Maluku Utara pada tahun 2018 ini akan melakukan kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) untuk lokasi di wasile selatan yang selama ini diindikasikan memiliki sertifikat di dalam kawasan TNAL ini dilakukan karena dukungan BPN kepada Balai TNAL. Dimana menurut Kepala Balai TNAL, hasil nya nanti antara lain dapat mengetahui Kepemilikan tanah yg bs diproses menjadi sertifikat, atau tidak bisa di proses tetapi dalam penguasaan Masyarakat dan terakhir mungkin sudah pernah terbit dan akan dipetakan kembali oleh BPN Maluku Utara.

 

“Dukungan semua mitra sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan semua permasalahan yang ada dalam dan sekitar kawasan TNAL”, tutup Wahyudi.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
PROFAUNA indonesia memperingati HPI di Ternate - Maluku Utara.

PROFAUNA indonesia memperingati HPI di Ternate - Maluku Utara.

 

 

Dalam rangka memperingati hari Primata Indonesia (HPI). PROFAUNA Indonesia Repsentative Maluku Utara menggelar kampanye memperingati HPI di taman Nukila Ternate berasama relawan dan beberapa komunitas pencinta alam di Maluku Utara. Tujuan dari kampanye ini untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat Maluku Utara agar tidak memperjual belikan dan memelihara satwa liar dirumah. Di Indonesia terdapat 62 species primata dan 2 diantaranya ada di Maluku Utara.

 

Selain aksi kampanye, PROFAUNA Indonesia Repsentative juga melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi ke beberapa sekolah dasar di Kota Tidore Kepulauan. "Apa bila melihat dan mengetahui ada masyarakat yang memperdagangkan satwa liar baik di medsos maupun dimana saja,  agar segera melaporkan ke kami dan kami akan segera tindak ditempat" kata Koordinator PROFAUNA Indonesia Repsentative Maluku Utara, Eka Kaaba.

Baca Selengkapnya
Keaslian Alam Resort Tayawi Diburu Mahasiswa Kehutanan Untuk Kegiatan Lapangan

Keaslian Alam Resort Tayawi Diburu Mahasiswa Kehutanan Untuk Kegiatan Lapangan

 

Sofifi, 23 Januari 2018. Keaslian dan keindahan kawasan hutan di Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) kembali menjadi magnet bagi mahasiswa untuk melakukan beraneka kegiatan. Salah satunya adalah diklat dasar atau pengkaderan anggota baru kelompok Sylva Indonesia oleh mahasiswa Kehutanan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate. Kegiatan tersebut berlangsung selama 7 hari, dimulai tanggal 22 s/d 28 Januari 2018.

 

“Kami memilih lokasi ini (TNAL) sebagai tempat kegiatan karena merupakan kawasan konservasi di Maluku Utara dan lokasinya sangat bagus untuk kegiatan seperti ini dan juga penelitian”, kata Zulkifli, mahasiswa semester lima Kehutanan Unkhair.

 

Nama kegiatan pengkaderan ini adalah PKMR (Perkemahan Kerja Malam Rimbawan). Menurut keterangan Zulkifli, bahwa kegiatan pengkaderan ini meliputi penggemblengan mental dan fisik, pengenalan alat-alat terkait bidang kehutanan, navigasi, survival dan jelajah. Kegiatan yang dilaksanakan di bumi perkemahan Gosimo itu didampingi langsung oleh Kepala Resort Tayawi, Indra Irawan beserta satu orang tenaga kontrak.

 

Jumlah peserta keseluruhan yang mengikuti acara tersebut sekitar 150 mahasiswa, baik yang menjadi panitia, peserta maupun para senior yang ikut dalam pendampingan pengkaderan tersebut.

 

“Pelan-pelan Resort Tayawi menjadi tempat bagi mahasiswa setempat untuk melakukan kegiatan, mulai dari kunjungan praktikum sampai tempat penelitian”, kata Indra.

Saat ini masih terdapat satu mahasiswa Unkhair yang melakukan penelitian di Resort Tayawi. Beberapa hari sebelumnya juga terdapat dua kegiatan penelitian di lokasi tersebut.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Langkah Nyata Kota Tidore Kepulauan Untuk TN. Aketajawe Lolobata

Langkah Nyata Kota Tidore Kepulauan Untuk TN. Aketajawe Lolobata

 

Sofifi, 26 Januari 2018. Berawal dari kegiatan rapat koordinasi (18/01) terkait pemanfaatan kawasan konservasi pada Resort Tawawi, Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) oleh pemerintah daerah Kota Tidore Kepulauan (Tikep). Rapat tersebut dilaksanakan di ruang rapat kantor Walikota TIkep yang dipimpin langsung oleh Walikota, Capt. Ali Ibrahim. Peserta rapat berasal dari seluruh SKPD terkait, Kepala Desa Koli, kelompok masyarakat penggerak wisata Desa Koli diwakili oleh kelompok Sanggar Wisata Alam Tayawi (SWAT) dan Balai TNAL.

 

Walikota Tikep dalam paparannya menyampaikan bahwa terdapat potensi wisata di wilayah TIkep yang hampir luput dari perhatian Pemda namun di media sosial cukup viral. Terkait hal tersebut Walikota Tikep meminta penjelasan dari Balai TNAL. Menanggapi permintaan tersebut, Balai TNAL yang diwakili oleh Kepala SPTN Wilayah I Weda, Raduan menyampaikan terima kasih atas undangan rapat dan kesempatan yang diberikan. Raduan juga menyampaikan tentang potensi wisata Resort Tayawi yang berada di wilayah administrasi Kota Tidore Kepulauan dan Balai TNAL telah memiliki dokumen Site Plan Wisata Alam.

 

“Apakah ada ruang untuk Pemda (Kota Tikep) masuk ke TNAL?”, tanya Capt. Ali Ibrahim.

“Ada Pak”, jawab Raduan. “Karena banyak sarpras yang akan dibangun, jika Balai TNAL sendiri yang membangun kemungkinan sepuluh tahun lagi baru selesai”, tambah Beliau.

 

Menanggapi penjelasan dari Kepala SPTN I, Walikota Tikep langsung menugaskan SKPD terkait untuk berkunjung langsung ke kawaan TNAL dan meminta pihak Balai TNAL untuk mendampingi.

 

Hari Sabtu, 20 Januari 2018 sekitar 50 orang anggota tim SKPD Kota Tidore Kepulauan berkunjung ke kawasan TNAL di Resort Tayawi dan didampingi oleh Kepala SPTN I dan Kepala Resort. Rombongan tersebut bermalam dengan mendirikan tenda di bumi perkemahan Goshimo. SKPD tersebut antara lain Banglitbangda, Sekda Tikep, Dinas Lingkungan Hidup dan beberapa SKPD lainnya. Kepala Banglitbangda juga turut hadir dalam kunjungan tersebut.

 

“Bagus, Saya suka (Resort Tayawi) tinggal bersinergi antara kota tidore kepulauan dengan TNAL terkait pembangunan sarprasnya, seperti akses masuk yang masih susah”, kata Desi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tikep. "Pemkot Tikep juga berencana akan membantu dgn melakukan pengaspalan jalan masuk ke arah Suaka paruh Bengkok sampai ke pintu masuk ke arah Resort Tayawi", tutup Desi.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Resmi, Ini Aplikasi Android dan Website Balai TN. Aketajawe Lolobata Untuk Sitroom

Resmi, Ini Aplikasi Android dan Website Balai TN. Aketajawe Lolobata Untuk Sitroom

 

Sofifi, 23 Januari 2018. Setelah mengalami beberapa kali ujicoba dan beberapa masukan terkait pembuatan Situation Room (Sitroom) berbasis aplikasi android dan website pada kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), kemarin (22/01) melalui pertemuan seluruh pegawai telah diputuskan bahwa sitroom Balai TNAL telah resmi dipublikasikan.

“Sitroom kita (Balai TNAL) sudah baik dan sudah bisa dinikmati oleh semuanya”, ungkap Kepala Balai dengan semangat.

 

Terdapat dua aplikasi dan satu perangkat keras (hardware) dalam sitroom Balai TNAL. Aplikasi tersebut adalah website dan aplikasi berbasis android. Alamat website resmi Balai TNAL adalah http://aketajawe.com. Didalamnya terdapat menu tentang profil, sejarah, peta, berita, wisata, pendataan dan sebaran flora dan fauna, galeri dan kontak. Yang berbeda pada website ini adalah masyarakat umum ataupun komunitas bisa memasukkan berita kegiatan komunitasnya agar dapat dipublikasikan pada website resmi Balai TNAL.

 

Aplikasi android Balai TNAL bernama “Aketajawe Lolobata” dapat didownload dan diinstal di playstore http://play.google.com/store/apps/details?id=com.qithy.aketajawelolobata. Terdapat beberapa menu pada aplikasi android tersebut, yaitu menu pendataan flora dan fauna dan menu patroli yang berisikan tallysheet untuk mempermudah petugas lapangan dalam pengambilan data. Pada menu tersebut terdapat isian foto dan koordinat sehingga dapat diketahui sebarannya. Selain kedua menu tersebut juga terdapat menu “Pengaduan”, menu ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin mengajukan aduan, memberikan data, temuan ataupun informasi lainnya kepada Balai TNAL dengan mengisikan beberapa data pribadi dan aduannya beserta foto aduan. Aplikasi ini juga bisa digunakan pada saat tidak memiliki jaringan internet didalam kawasan dan akan otomatis ter-upload saat mendapatkan koneksi internet.

 

Perangkat keras untuk sitroom adalah video conference. Video conference dengan layar smart TV berukuran besar ini menggunakan program SKYPE seperti arahan Ditjen KSDAE pada awal tahun 2017 lalu. Nama video conference Balai TNAL adalah “Taman Nasional Aketajawe Lolobata”.

 

Pembuatan aplikasi sitroom oleh ahli IT dari Bogor ini bisa dilaksanakan karena Kepala Balai melakukan revisi anggaran DIPA pada akhir tahun 2017 dan memerintahkan petugas walidata untuk segera melaksanakan kegiatan tersebut sesuai arahan Bapak Dirjen KSDAE.

 

“Sitroom ini merupakan salah satu program kerja 100 hari Beliau (Dirjen KSDAE),”, tutur David, salah satu Polhut yang diberikan tugas untuk menyelesaikan sitroom ini.

“Mohon teman-teman petugas lapangan agar menggunakan aplikasi ini dilapangan, beri masukan terkait kekurangan aplikasi agar ada perbaikan (upgrade) yang lebih baik kedepannya”, kata Wahyudi, Kepala Balai TNAL.

“Teman-teman yang paling banyak dan rajin melakukan input data dilapangan akan Saya berikan reward dan hadiah”, tutup Beliau.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Kurikulum Mulok Berbasis Konservasi

Kurikulum Mulok Berbasis Konservasi

Tayawi,15 januari 2018
Rapat bersama,Komite sekolah dan Dewan guru SDN Tayawi membahas Rumusan kerangka muatan kurikulum Mulok berbasis konservasi.

 

Untuk pendidikan formal saat ini,kemandirian dan pemberdayaan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan sekolah untuk mengambil keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum demi meningkatkan mutu pendidikan,kemandirian mengelola sumberdaya alam yang tersedia dan meningkatkan kepedulian warga sekolah terhadap kompetensi dasar satuan pendidikan berkarakter yang hendak dicapai.

 

Oleh karena itu,memasuki semester 2 ( dua ) tahun pembelajaran 2017/2018 SDN Tayawi akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar hususnya mata pelajaran Mulok di isi dengan konservasi Alam.

 

Sebagaimana diketahui bahwa,menyusun kurikulum mulok merupakan kewenangan sekolah karena pihak sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaga hususnya input pendidikan yang akan dikembangkan.

 

Bagi komite dan Dewan guru SDN Tayawi,kurikulum Mulok di isi dengan muatan muatan konservasi alam adalah sebuah kebutuhan sesuai kompetensi dasar dan tetap berkelanjutan pada semester berikutnya agar kedepan cita cita bersama menjadikan SDN Tayawi sebagai Green scool atau sekolah model konservasi bisa terwujud.
Dalam menyusun muatan kurikulum Mulok,pihak sekolah menjalin kerja sama dengan Balai Taman nasional Aketajawe-Lolobata dimana pihak sekolah menyusun muatan kerangkah kurikulum sedangkan muatan materi konservasi dari BTNAL yang kemudian disusun menjadi buku panduan pembelajaran Mulok.

 

"Kita mengambil konservasi alam sebagai muatan kurikulum karena sumberdaya alam mendukung dan memenuhi syarat sebagai media dan pengatahuan yang sangat praktis di ajarkan pada anak didik." Kata kepala SDN Tayawi Mukaddi Abdurrahman saat membuka rapat.
Sementara bagian penanggung jawab data sekolah dan penyusunan kurikulum Suryadi Landola S.Pd. memaparkan." Kita beri nama muatan kurikulum Mulok ini " konservasi Alam " yang bertujuan,peserta didik mengetahui konsep dasar yang berkaitan dengan konservasi alam Taman nasional Aketajawe-Lolobata,meningkatkan kesadaran peserta didik untuk berperan dalam pelestariannya bahkan mampu berkomonikasi dengan masyarakat sekitar tentang konservasi.Sedangkan ruang lingkup pembelajaran mengarah pada Flora dan Fauna yang ada dalam kawasan Taman Nasional Aketajawe-Lolobata serta pelestariannya untuk kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan.

 

" harapan saya,kita serius dalam penerapan mulok ini.Bila semuanya berjalan sesuai rencana maka saya akan bawa kurikulum ini untuk ditawarkan pada 13 Sekolah Dasar se kecamatan oba di pertemuan Komonitas Guru Pembelajar tingkat kecamatan." Papar Mukaddi Abdurrahman seraya menutup rapat tersebut.

 

 

Pengirim.
Jamal Adam
Anggota FK3I/KetuaKomite SDN Tayawi.

Baca Selengkapnya
Bidadari dan Wisata Jadi Objek Penelitian Pertama di Tahun 2018

Bidadari dan Wisata Jadi Objek Penelitian Pertama di Tahun 2018

 

 

Sofifi, 15 Januari 2018. Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara kembali mengirimkan mahasiswanya untuk melakukan penelitian di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Biologi dan mahasiswa dari Fakultas Pertanian, Program Studi Kehutanan. Masing-masing mahasiswa tersebut diminta untuk mempresentasikan proposal penelitian mereka didepan pejabat struktural dan fungsional Balai TNAL pada hari yang berbeda.

 

Mahasiswa Pendidikan Biologi mengawali paparan proposal penelitian di gedung Pusat Informasi TNAL pada tanggal 9 Januari 2018. Paparan ini dihadiri langsung oleh Kepala Balai, Kasubag TU dan Kepala SPTN Wilayah I Weda. Mahasiswa tersebut mengambil objek burung endemik Maluku Utara yaitu Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii). Lokasi penelitiannya berada pada site monitoring Resort Tayawi di SPTN Wilayah I Weda. Sedangkan mahasiswa Kehutanan mengambil objek penelitian tentang wisata alam di TNAL yang dipresentasikan pada tanggal 11 Januari 2018 ditempat yang sama. Lokasi penelitian juga berada di Resort Tayawi yang memiliki atraksi-atraksi wisata alam.

 

Kedua mahasiswa tersebut mendapat berbagai saran dan masukan baik dari pejabat struktural maupun fungsional, salah satunya adalah metodologi dalam pengambilan data dilapangan. Dalam pembukaannya, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Ibu Lilian menyatakan bahwa “Setiap terdapat kegiatan penelitian baik dari mahasiswa atapun dari peneliti lainnya wajib untuk mempresentasikan proposal penelitiannya, agar keluaran atau hasil penelitian dapat dipertanggung jawabkan

 

“Kami akan memberikan satu petugas untuk menjadi pendamping penelitian kalian”, tutur Kepala Balai TNAL.

 

Beberapa minggu sebelumnya juga terdapat peneliti dari Kota Malang yang sampai sekarang masih melakukan pengambilan data dilapangan. Penelitian tersebut adalah tentang tumbuhan obat yang digunakan oleh Masyarakat Tobelo Dalam yang kesehariannya masih didalam kawasan hutan.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Baca Selengkapnya
Anda Pengunjung Ke
3
Jumlah Pengunjung
Hari Ini : 5
Kemarin : 63
Aketajawe Lolobata, Copyright © 2017
Support By :   Qithycomp