83 pengunjung hari ini
PEH dan Tim SPB Balai TN. Aketajawe Lolobata ke Jurong Bird Park PEH dan Tim SPB Balai TN. Aketajawe Lolobata ke Jurong Bird Park List berita

 

Sofifi, 18 September 2018. Setelah rangkaian kegiatan persiapan studi banding ke Jurong Bird Park di Singapura beberapa bulan lalu, mulai dari kunjungan pemerhati burung paruh bengkok, Konservasi Kakatua Indonesia (KKI), kunjungan dokter hewan dari singapura beserta rombongannya (Wildlife Reserves Singapore) sampai perekrutan dokter hewan untuk pengelolaan Suaka Paruh Bengkok (SPB), tiba saatnya Tim Suaka Paruh Bengkok yang terdiri dari Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) sebanyak 3 (tiga) orang dan satu orang tenaga kontrak sebagai animal keeper berkunjung ke negeri Singa.

 

Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan oleh Dr Jessica Lee (Wildlife Reserves Singapore) beserta rombongan bulan Juli lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat dan belajar bagaimana pengelolaan konservasi burung-burung paruh bengkok yang lebih baik.

 

Tim Balai TNAL melihat tatacara pengelolaan burung-burung paruh bengkok dengan berkunjung ke Jurong Bird Park dan Singapore Zoo. Pada lokasi tersebut rombongan Balai TNAL yang terdiri dari 4 (empat) orang diajak berkeliling untuk melihat fasilitas gudang pakan, klinik, kandang karantina dan fasilitas breeding center. Selain kunjungan ke beberapa fasilitas tersebut, Tim turut menghadiri presentasi program konservasi oleh Dr Jessica Lee dari Wildlife Reserves Singapore (WRS) yang didampingi oleh Manager Kesehatan Satwa WRS.

 

Disela-sela kunjungan, PEH dan tenaga kontrak melakukan diskusi bersama WRS. Hasil diskusi tersebut diantaranya adalah WRS bersedia membantu program konservasi paruh bengkok dalam jangka panjang yang saat ini sedang dijalankan oleh Balai TNAL di SPB. Beberapa bantuan yang ditawarkan adalah WRS bersedia mengirimkan tenaga profesional untuk membantu program di SPB diantaranya bidang rehabilitasi dan kesehatan burung, story telling (edukasi) dan penyusunan protokol pengelolaan rehabilitasi burung paruh bengkok (administrasi) serta WRS bersedia menampung hasil kerajinan masyarakat untuk dipasarkan di Singapura.

 

Wildlife Reservese Singapore juga memberikan saran tentang pelibatan masyarakat dibidang ekowisata khususnya wisata birdwatching. Hal ini dikarenakan potensi terhadap tingginya keanekaragaman hayati jenis aves di Taman nasional Aketajawe Lolobata.

 

Selain diskusi dengan WRS, tim Balai TNAL juga berdiskusi dengan Mr Anuj Jain dari Birdlife Asia. Diskusi ini juga menghasilkan kegiatan positif bagi Balai TNAL terkait peluang penelitian bersama yang salah satunya adalah monitoring hasil pelepasliaran burung paruh bengkok.

 

Dalam konfirmasi melalui pesan singkat, Gunawan Simanjuntak selaku Koordinator PEH dan Koordinator Suaka Paruh Bengkok menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal yang dipelajari pada kunjungan kemarin (Singapura) dan dapat diaplikasikan pada SPB di TNAL diantaranya program bird engagement yang terdiri dari pemberian pakan dan foto bersama burung khusus pada area zona penerimaan dan zona rekreasi SPB yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan pakan burung pada program tersebut.

 

Oleh : Akhmad David Kurnia Putra

Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

 

Anda Pengunjung Ke
78
Jumlah Pengunjung
Hari Ini : 83
Kemarin : 195
Aketajawe Lolobata, Copyright © 2017
Support By :   Qithycomp